Baca Doa Ini! Agar Setan tidak Masuk Rumah Anda
Baca Doa Ini! Agar Setan tidak Masuk Rumah Anda Tanya: Apakah doa masuk rumah ( ??? ????) secara pahala, sama dengan pahala orang yang membaca doa keluar rumah (dicukupi, dilindungi, diberi hidayah)? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala Rasulillah, wa ba¡¯du, Ada hadis yang menganjurkan agar kita menyebut nama Allah saat masuk rumah. Tujuannya adalah agar setan dari luar tidak turut masuk rumah bersama kita. Dalam hadis dari Jabir bin ¡®Abdillah radhiyallahu ¡®anhuma, Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ????? ?????? ????????? ???????? ???????? ??????? ?????? ????????? ???????? ????????? ????? ???????????? ??? ??????? ?????? ????? ???????. ??????? ?????? ?????? ???????? ??????? ?????? ????????? ????? ???????????? ???????????? ??????????. ??????? ???? ???????? ??????? ?????? ????????? ????? ???????????? ?????????? ???????????? ¡°Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), ¡°Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.¡± Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), ¡°Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.¡± Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan-pun berkata, ¡°Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.¡± (HR. Muslim 2018). Hadis ini secara umum menunjukkan anjuran untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan. Adakah bacaan khusus ketika masuk rumah? Terdapat sebuah hadis yang menyebutkan bacaan khusus ketika masuk rumah. Hadis dari Abu Malik al-Asy¡¯ari radhiyallahu ¡®anhu, Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ????? ?????? ????????? ??? ???????? ?????????? ?????????? ?????? ?????????? ?????? ??????????? ???????? ??????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ??????? ????????? ??????? ??????? ???????? ???????????? ????? ??????????? ????? ???????? Apabila seseorang memasuki rumahnya, maka hendaknya dia mengucapkan, ¡®Allahumma inni as-aluka khoirol mawlaji wa khoirol makhroji, bismillahi walajnaa wa bismillahi khorojnaa wa alallahi robbinaa tawakkalnaa¡¯ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu kebaikan ketika masuk dan keluar dari rumah. Dengan nama Allah, kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar dan hanya kepada Allah Rabb kami, kami bertawakkal). Lalu hendaklah menyampaikan salam pada keluarganya.¡± (HR. Abu Daud 5096. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho¡¯if. Hadis ini juga dinilai dho¡¯ifkan oleh al-Albani). Mengingat hadis ini statusnya dhaif, maka kita tidak merekomendasikan untuk merutinkannya. Hanya saja, dianjurkan bagi kita untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dengan kalimat umum, misalnya dengan mengucapkan bismillah¡ selanjutnya ucapkan salam untuk yang ada di dalam rumah. Sementara janji dicukupi, dilindungi, dan diberi hidayah, berlaku untuk keutamaan doa ketika keluar rumah. Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ¡®anhu, Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini, ????? ?????? ????????? ???? ???????? ??????? ?????? ??????? ??????????? ????? ???????? ??? ?????? ????? ??????? ?????? ?????????? ?????: ??????? ?????????: ???????? ?????????? ?????????? ???????????? ???? ?????????????? ????????? ???? ????????? ?????: ?????? ???? ???????? ???? ?????? ???????? ????????? ¡°Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ¡®Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.¡¯ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ¡®Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.¡¯ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani) Allahu a¡¯lam Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com) Referensi: https://konsultasisyariah.com/28306-baca-doa-ini-agar-setan-tidak-masuk-rumah-anda.html
|
Cara Mengatasi Galau Menurut Islam
Cara Mengatasi Galau Menurut Islam Bagaimana cara mengatasi galau? Soalnya ini penyakitnya para remaja. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala Rasulillah, amma ba¡¯du, Sebelumnya mohon maaf, sebenarnya kami kesulitan memahami arti kata ¡®galau¡¯. Banyak orang sering menggunakannya, namun terkadang mereka kesulitan menyebutkan batasannya. Kami mencoba googling, ketemu beberapa keterangan unik tentang galau. Ada yang bilang, ¡°galau itu adalah perasaan kacau dalam hati, bingung harus memilih, bisa juga ragu-ragu.¡± Ada juga yang bilang, ¡°Galau itu ketika orang itu tengah kosong, dan itu berasal dari hati.¡± Ada yang mengatakan, ¡°Perasaan kacau gara-gara cinta.¡± Jika kita merujuk pada KBBI, galau diartikan dengan kacau, tidak karuan. Menyimak banyak definisi malah bikin kita galau untuk memahami kata galau. Tapi pada intinya kita bisa menyimpulkan, galau adalah perasaan kacau, karena memikirkan masa depan atau bingung menentukan pilihan.Obsesi Manusia Bagian dari karakter manusia, mereka memiliki obsesi dan harapan. Dan karena karakternya yang tamak, obsesi itu selalu berkembang. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ¡®anhuma, Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ???? ????? ??????? ????? ?????????? ???? ????? ?????????? ???????? ? ????? ??????? ?????? ????? ????? ?????? ?????????? Jika manusia memiliki dua lembah penuh dengan harta, pasti dia akan mencari lembah harta ketiga. Tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam, selain tanah. (HR. Bukhari 6436 & Muslim 2462) Tidak ada yang bisa menghentikan manusia untuk selalu mengejar obsesinya, selain kematian. Anda bisa perhatikan gambar berikut, Sahabat Ibnu Mas¡¯ud pernah menceritakan penjelasan Nabi Shallallahu ¡®alaihi wa sallam tentang karakter manusia, ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ??????????? ??????? ?????? ??? ????????? ???????? ??????? ??????? ??????? ???????? ????? ????? ??????? ??? ????????? ???? ????????? ??????? ??? ?????????? ???????: ????? ????????????? ??????? ???????? ??????? ????? ???? ???? ??????? ????? ??????? ??????? ???? ??????? ????????? ???????? ????????? ?????????? ????????????? ?????? ?????????? ????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ????? ???????? ????? Nabi Shallallahu ¡®alaihi wa sallam pernah membuat bangun segi empat, lalu beliau membuat garis lurus di tengahnya yang menembus bangun segi empat itu. Kemudian beliau membuat garis kecil-kecil menyamping diantara garis tengah itu. Lalu beliau bersabda, ¡°Ini manusia. Dan ini ajalnya, mengelilinginya. Dan garis yang menembus bangun ini adalah obsesinya. Sementara garis kecil-kecil ini adalah rintangan hidup. Jika dia berhasil mengatasi rintangan pertama, dia akan tersangkut rintangan kedua. Jika dia berhasil lolos rintangan kedua, dia tersangkut rintangan berikutnya.¡± (HR. Bukhari 6417). Pelajaran hadis, Bahwa sejatinya semua manusia mengalami galau, karena tidak ada satupun manusia yang tahu masa depannya. Sementara mereka semua berharap bisa mendapatkan cita-citanya. Allah berfirman, ????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????? ¡°Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.¡± (QS. Luqman: 34) Pelajaran lain, bahwa kita selalu memikirkan obasesi yang belum pasti, namun kita sering melupakan sesuatu yang pasti, yaitu kematian. Karena itu, semata mengalami galau, pikiran kacau, bingung dalam menentukan arah hidup, bukanlah kesalahan. Hampir semua manusia mengalaminya. Yang lebih penting adalah mengatasi kondisi galau, sehingga tidak sampai menyeret kita kepada jurang maksiat. Ada beberapa saran yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi rasa galau, Pertama, Sibukkan Diri dengan Semua yang Bermanfaat Secara garis besar, Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam telah memberikan panduan, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ¡®anhu, Rasullullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ???????? ????? ??? ??????????, ??????????? ??????????, ????? ????????, ?????? ????????? ?????? ????? ??????: ???? ?????? ???????? ????? ????? ???????, ???????? ????: ??????? ???????? ????? ????? ??????; ??????? ???? ??
|
Nazar Dalam Mimpi?
Nazar Dalam Mimpi? Ustadz, kami pernah bermimpi bahwa kami melakukan nazar di dalam mimpi, untuk menyembelih sapi jika anak telah menikah dan tidak terkena mara bahaya. Dan ini sapi alhamdulillah sudah terlanjur terbeli. Bagaimana menyikapi nazar seperti ini? Hamba Allah, di Sumsel Jawaban: Bismillah wal hamdulillah was sholaatu was salaamu ¡®ala rasulillah wa ba¡¯du.Pertama, kita pahami terlebih dahulu apa syarat nazar. Untuk dihukumi sah, nazar disyaratkan harus diucapkan dengan lisan. Di dalam Fatawa Syabakah Islamiyyah nomor 156139, ??? ????? ?? ????? ????? ?????? ?? ?? ?? ??? ?? ?????? ??????? ¡°Nazar tidak sah hanya sebatas niat dalam hati. Untuk sah, harus diucapkan dengan lisan.¡± Nazar dalam mimpi tentu tidak bisa disebut nazar. Karena seorang tidak mengucapkan nazar dengan lisannya, dia tidak sedang dalam kondisi sadar. Sehingga tidak perlu dihiraukan. Karena mimpi tidak bisa dijadikan dasar suatu amalan. Menjadikannya dasar amal shalih adalah akar kebid¡¯ahan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sufi. Kecuali jika saat terbangun dengan sadar dia mengucapkan nazar dengan lafadz yang tegas, seperti: ¡°saya bernazar kalau anak saya bla bla¡.saya mau menyembelih sapi.¡± Atau ungkapan semakna, tidak ada lafadz khusus dalam bernazar.Kedua, kenali jenis nazarnya. Jika memang sudah terbukti bahwa mimpi itu telah menjadi nazar yang diucapkan lisan dalam kondisi sadar, mari kita kenali dua macam nazar berikut. Masuk ke nazar jenis manakah nazar yang disampaikan pada pertanyaan di atas? Nazar mutlak. Yaitu nazar yang tidak dikaitkan dengan syarat, harapan, atau tercapainya sesuatu. Nazar muqoyyad. Yaitu nazar yang dikaitkan dengan syarat, harapan, atau tercapainya sesuatu. Nazar yang disebutkan di atas, tergolong nazar jenis kedua ini. Karena dikaitkan dengan tercapainya sesuatu berupa terhindar dari mara bahaya setelah anak menikah. Untuk nazar muqoyyad, seorang wajib menunaikan nazarnya di saat harapan tersebut telah tercapai. Dalam kitab Fikih Al-Muyassar (hal. 393) dijelaskan, ???? ???? ?????? ?? ??? ???? ???? ????? ?????? ¡°Nazar muqoyyad, wajib ditunaikan saat syarat dan harapan telah tercapai.¡± Jika belum tercapai maka tidak wajib menunaikan nazar. Penunaian nazar menyembelih sapi di saat harapan tersebut belum tercapai tidak bisa dihukumi sebagai menunaikan nazar.Ketiga, nazar tidak berpengaruh pada terkabulnya harapan. Ada anggapan di masyarakat bahwa dengan bernazar maka harapan akan lebih mudah terkabul, ini tidak benar. Nazar tidak berkaitan sama sekali dengan terkabul atau tidaknya doa dan harapan. Jika harapan itu terkabul maka bukan nazar sebabnya. Namun karena takdir Allah ¡®azza wa jalla. Dalil keterangan ini adalah hadis Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam, ????? ????????? ??? ????????? ??????? ????? ?????????? ?????????? ???????????? ??????????? ???? ?????????? ¡°Sesungguhnya nazar tidak menyegerakan sesuatu dan tidak pula bisa menangguhkannya. Nazar ini hanya dilakukan oleh orang yang bakhil¡± (HR. Bukhari dan Muslim) Kami nukilkan penjelasan hadis di atas dari Fatawa Islam (islamqa, situs fatwa asuhan Syekh Sholih Al-Munajjid hafidzohullah) nomor 224709, ????? ??? ??? ? ?????? ?? ????? ?? ????? ?????? ? ???? ???? ?? ??? ?? ???? ???????? ???? ???? ?? ??? ??????? ? ?? ???? ???? ????? ???????? ?? ???? ???? ?? ? ??? ?????? ?? ???? ????? ???? ??????? ¡°Hadis ini, menunjukkan bahwa nazar tidak ada keterkaitan dengan tercapainya harapan Anda. Yang lebih baik dari bernazar, dalam upaya menggapai harapan, adalah Anda mengupayakan sebab yang memang dapat mewujudkan harapan itu dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan mendapatkan apa yang menjadi harapan jika memang harapan itu baik untuk Anda. Sungguh doa itu sebab yang paling manjur untuk menggapai harapan.¡±Keempat, hati-hati dengan perkara takhayul dan khurafat. Takhayul adalah kabar yang berdasarkan khayalan belaka. Oleh karenanya, orang sombong yang kagum dengan dirinya dalam bahasa Arab disebut Mukhtal atau Dzul Khuyala¡¯. Karena dia membayangkan dirinya hebat seolah tidak ada yang menandinginya. (Lisan al-¡®Arab, 11/226) Sementara khurafat adalah berita dusta. Sebagai k
|
Hadis: ¡°Siapa Menyentuh Hajar Aswad, Ia Menyentuh Tangan Allah¡±
Hadis: ¡°Siapa Menyentuh Hajar Aswad, Ia Menyentuh Tangan Allah¡± Pertanyaan: Assalamu¡¯alaikum ustadz, izin bertanya mengenai hadits Ibnu Majah nomor 2957. Wahai Abu Muhammad, hadis apa yang sampai kepadamu tentang pojok hajar aswad ini? ¡®Atha` mengatakan: Abu Hurairah menceritakan kepadaku bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ¡°Siapa saja yang menyentuhnya, maka sungguh ia menyentuh tangan Ar-Rahman.¡± Apakah hadits ini shahih ustadz? jazakallahu khayran Jawaban: Hadis tersebut memang benar diriwayatkan Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah (no.2975) dengan lafadz, ???? ????? ???????? ??? ????????? ?????? ????? ????? ??????? ????? ??????? ????? ??????? ????? ?? ??????? ??????? ?????? ??? ???????? ¡°Atha¡¯ berkata: Abu Hurairah menyampaikan hadis kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu¡¯alaihi wa sallam bersabda: siapa yang menyentuh hajar aswad, maka sesungguhnya ia menyentuh tangan Ar Rahman¡±. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Ismail bin ¡®Ayyasy, ia berkata: Humaid bin Abi Sawiyyah (yaitu Humaid bin Abi Suwaid) menyampaikan hadis kepadaku: aku mendengar Ibnu Hisyam bertanya kepada ¡®Atha, dan seterusnya. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Mu¡¯jam Al Ausath (no.8400), Ibnu ¡®Adi dalam Al Kamil fid Dhu¡¯afa (2/274). Ibnu ¡®Adi rahimahullah berkata tentang Humaid bin Abi Suwaid: ???? ??????? ????? ?? ??? ???? ??? ?? ??? ??? ??? ???? ???? ??? ???????? ????? ?? ??? ???? ?? ??? ???? ????? ???? ???????? ?? ???? ??? ??????? ???? ?????? ??? ¡°Ia munkarul hadis. Dan Humaid bin Abi Suwaid ini menyampaikan hadis kepada Ibnu ¡®Ayyasy beberapa hadis yang seakan-akan diterima dari ¡®Atha bin Abi Rabah padahal hadis-hadis tersebut tidak mahfuzh sebagaimana yang diriwayatkan dari Atha¡± (Al Kamil fid Dhu¡¯afa, 3/79). Ismail bin Ayyash juga perawi yang dipermasalahkan riwayatnya jika meriwayatkan dari perawi yang selain Ahlus Syam. Al Hakim mengatakan: ¡°Dhaif riwayatnya jika bukan dari penduduk Syam¡±. Al Bukhari berkata: ¡°Jika ia meriwayatkan hadis dari penduduk Syam, maka shahih. Namun jika dari selainnya, maka perlu dicek lagi¡±. Waki¡¯ bin Jarrah mengatakan: ¡°Pengambilan hadisnya tercampur (mukhtalith)¡±. Dan Humaid bin Abi Suwaid dari Mekkah. Sehingga dalam riwayat ini Ibnu Ayyasy meriwayatkan bukan dari penduduk Syam. Dari keterangan ini jelaslah tentang kedhaifan riwayat di atas. Sebagaimana didhaifkan oleh Ibnu Adi dalam Al Kamil fid Dhu¡¯afa (2/274), juga oleh Al Albani dalam Dha¡¯if Sunan Ibnu Majah (no.721). Terdapat riwayat lain, dari Jabir bin Abdillah radhiallahu¡¯anhu, bahwa Nabi Shallallahu¡¯alaihi Wasallam bersabda: ????????? ??????? ??????? ??? ???????? ????? ?? ????? ¡°Al Hajarul Aswad adalah tangan kanan Allah di muka bumi, yang dengannya Allah menjabat tangan para hamba-Nya¡±. Diriwayatkan oleh Ibnu ¡®Adi dalam Al Kamil fid Dhu¡¯afa (1/557), dari jalan Ali bin Muhammad bin Hatim, ia berkata: Muhammad bin Ali Al Azdi menyampaikan hadis kepadaku: Ishaq bin Bisyr Abu Ma¡¯syar Al Madyani menyampaikan hadis kepadaku: dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Ilal Al Mutanahiyat (no.944). Dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Bisyr yang ia adalah perawi kadzab dan sering memalsukan hadis. Dengan demikian, riwayat ini juga tidak shahih. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: ?????? ?? ???? ? ???????? ???? ?? ?? ??? ???? ¡°Sanad hadis ini tidak shahih, yang masyhur ini adalah perkataan dari Ibnu Abbas¡± (Majmu¡¯ Al Fatawa, 6/397). Mengingat hadis ini bicara tentang perkara gaib dan tidak shahih dari Nabi, maka tidak perlu dilihat lagi. Oleh karena itu Ibnul ¡®Arabi rahimahullah mengatakan: ???? ???? ??? ????? ???? ¡°Hadis ini batil tidak perlu dilihat sama sekali¡± (dinukil dari Taqrib At Tadmuriyah, hal. 63). Terlebih lagi, riwayat dari Ibnu ¡®Abbas juga dha¡¯if. Disebutkan Syarhus Sunnah, ??? ???? ????? ???: ???????? -????? ????????- ?????? ????? ?? ??????? ???????? ??? ??????? ????????? ????????? ???? ¡°Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rukun ini (yaitu rukun Hajar Aswad) adalah tangan kanan Allah di bumi, yang dengannya Allah menjaba
|
Biografi Ringkas Imam Abu Hanifah
Biografi Ringkas Imam Abu Hanifah Nama dan kunyah Dia adalah Nu¡¯man bin Tsabit bin Zuwatha At-Taimi Al-Kufi. Dikatakan bahwa dia adalah keturunan Persia. Ayahnya, Tsabit, lahir dalam Islam, dan Abu Hanifah sendiri adalah seorang pedagang sutra. Beliau diberi nama Nu¡¯man adalah sebagai harapan kelak menjadi orang besar, sebagaimana Nu¡¯man salah satu raja Persia. Memiliki kunyah Abu Hanifah.Kelahiran Abu Hanifah lahir pada tahun 80 H. Dia pernah melihat Anas bin Malik ketika Anas datang ke Kufah, namun tidak terdapat bukti bahwa dia mendengar langsung dari salah satu sahabat.Kisah menuntut ilmu Zufar bin Al-Hudhayl berkata, Aku mendengar Abu Hanifah berkata, ¡°Aku dulu mendalami ilmu kalam, bahkan aku menjadi rujukan orang banyak. Kami biasa duduk dekat halaqah Hamm¨¡d bin Abi Sulaim¨¡n. Suatu hari, seorang wanita datang kepadaku dan bertanya, ¡®Seorang laki-laki yang memiliki budak perempuan sebagai istrinya ingin menceraikannya menurut sunah, bagaimana caranya?¡¯ Aku tidak tahu jawabannya, lalu kusuruh ia bertanya kepada Hamm¨¡d dan menyampaikan jawabannya padaku. Ia bertanya kepada Hamm¨¡d, dan Hamm¨¡d menjawab, ¡®Suaminya hendaknya menceraikannya saat ia suci dari haid dan tidak disetubuhi, dengan satu kali talak, lalu membiarkannya hingga mengalami dua kali haid. Jika ia mandi, maka ia halal dinikahi oleh pria lain.¡¯ Wanita itu kembali menyampaikan jawaban itu kepadaku. Maka, aku berkata, ¡®Aku tidak butuh lagi ilmu kalam.¡¯ Aku pun mengambil sandalku dan bergabung di halaqah Hamm¨¡d untuk mendengarkan berbagai masalah fikih yang ia ajarkan. Aku hafalkan jawabannya, lalu Hamm¨¡d mengulanginya di hari berikutnya, dan aku kembali menghafalnya, sementara murid-murid lain sering melakukan kesalahan. Hingga akhirnya ia berkata, ¡®Tidak ada yang layak duduk di hadapanku, selain Abu Hanifah.¡¯ Aku menemani Hamm¨¡d selama sepuluh tahun. Kemudian timbul dalam diriku keinginan untuk menjadi pemimpin sendiri dan membuka halaqahku sendiri. Suatu sore, aku keluar dengan niat melakukannya, namun saat aku melihat Hamm¨¡d, aku tak sanggup meninggalkannya. Pada malam itu juga, datang kabar bahwa kerabatnya di Bashrah wafat dan meninggalkan harta yang tidak memiliki ahli waris selainnya. Hamm¨¡d pun memerintahkanku untuk menggantikannya. Begitu ia pergi, datanglah berbagai pertanyaan yang belum pernah aku dengar darinya. Aku menjawab dan menuliskan jawabanku. Ia pergi selama dua bulan, lalu kembali. Aku kemudian memperlihatkan kepadanya pertanyaan-pertanyaan yang jumlahnya sekitar enam puluh. Ia sependapat denganku dalam empat puluh soal dan berbeda pendapat dalam dua puluh. Aku pun bersumpah pada diriku untuk tidak meninggalkannya hingga ia wafat.¡±Guru-guru Di antara guru-guru Abu Hanifah adalah Atha¡¯ bin Abi Rabah, Asy-Sya¡¯bi, Jabalah bin Suhaim, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Hurmuz Al-A¡¯raj, Amr bin Dinar, Nafi¡¯ Mawla Ibnu Umar, Qatadah, Qais bin Muslim, Qasim bin Abdurrahman bin Abdullah bin Mas¡¯ud, Abdullah bin Dinar, Abdul Aziz bin Rafi¡¯, Atha¡¯iyah Al-¡®Awfi, Hammad bin Abi Sulaiman (yang menjadi gurunya dalam fikih), Abdul Malik bin Umair, Abu Ja¡¯far Al-Baqir, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Muhammad bin Al-Munkadir, Abu Ishaq As-Sabi¡¯i, Manshur bin Al-Mu¡¯tamir, Muslim Al-Batin, dan banyak lagi lainnya.Murid-murid Di antara murid-murid Abu Hanifah adalah Abdurrazzaq bin Hammam (guru Imam Ahmad), Hammad bin Abi Hanifah, Zufar bin Hudhail At-Tamimi, Muhammad bin Al-Hasan Asy-Syaibani, Waki¡¯ bin Jarrah, dan Qadhi Abu Yusuf, serta banyak lagi lainnya. Baca juga: Biografi Al-Hafidz Ibnu KatsirAbu Hanifah adalah Imam ahli sunah waljamaah Akidah Imam Abu Hanifah rahimahullah terkait tauhid, penetapan sifat-sifat Allah, bantahan kepada Jahmiyah, masalah qadar, keyakinan terhadap para sahabat radhiyallahu ¡®anhum, dan perkara-perkara pokok iman lainnya sejalan dengan manhaj salaf dan manhaj para imam mazhab lainnya, kecuali dalam beberapa perkara kecil yang menyelisihi, seperti: Pertama, pendapatnya bahwa iman tidak bertambah dan tidak berkurang. Kedua, definisi iman sebagai tasdiq (pembenaran) dalam hati dan iqrar (pengakuan) dengan lisan, tanpa memasukkan amal da
|
Raja-raja Surga
Raja-raja Surga Pertanyaan Apakah di Surga ada raja-raja? Siapakah mereka? Jawaban Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau. Sesungguhnya seluruh penghuni Surga adalah raja. Tidak ada di antara mereka yang fakir dan melarat. Derajat mereka yang paling rendah adalah yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Al-Mughirah ibnu Syu`bah, yaitu: "Laki-laki yang datang setelah penghuni Surga dimasukkan ke dalam Surga. Dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam Surga'. Ia berkata, 'Bagaimana mungkin, ya Allah? Bukankah semua manusia sudah menempati tempat mereka dan mengambil jatah mereka?' Dikatakan kepadanya, 'Apakah engkau ridha Aku berikan kepadamu seperti kerajaan yang dimiliki seorang raja di dunia?' Ia menjawab, 'Aku ridha, wahai Tuhan'. Allah berfirman (yang artinya): 'Aku berikan untukmu seperti itu, ditambah dengan yang serupa dengannya, dan ditambah lagi dengan yang serupa dengannya'. Ia berkata pada kali yang kelima Allah mengulang kata-kata itu, 'Aku ridha, wahai Tuhan'. Allah berfirman (yang artinya): 'Ini untukmu, ditambah sepuluh kali yang serupa dengannya. Untukmu semua yang engkau inginkan, dan semua yang menarik pandangan matamu'. Ia berkata, 'Aku ridha, wahai Tuhan'." [HR. Muslim] Sedangkan penghuni Surga yang paling tinggi derajatnya tidak ada yang mengetahui luas kerajaan dan kenikmatan yang ia dapatkan kecuali Allah¡ªSubhanahu wata`ala. Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah meriwayatkan bahwa Allah¡ªTabaraka wa Ta`ala¡ªberfirman (yang artinya): "Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Maka bacalah, jika kalian mau, firman Allah¡ªSubhanahu wa Ta`ala¡ª(yang artinya): 'Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.' [QS. As-Sajdah: 17]. [HR. Al-Bukhari dan Muslim] Ketika menafsirkan firman Allah¡ªSubhanahu wa Ta`ala¡ª(yang artinya): "Dan apabila engkau melihat di sana (Surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar." [QS. Al-Insan: 20], Imam Al-Qurthubi berkata, "Gambaran besarnya kerajaan itu adalah bahwa orang yang paling rendah derajatnya di Surga saja melihat kerajaannya sejauh 2000 tahun perjalanan. Ia melihat yang paling jauh sebagaimana ia melihat yang paling dekat." Barangkali pembahasannya akan panjang jika kita menyebutkan semua ayat dan hadits yang berbicara tentang kenikmatan dan kerajaan penduduk Surga. Anda bisa membaca sebagian dari ayat-ayat itu pada surat Al-Insan dari ayat 10 beserta tafsir dan hadits-hadits yang ada seputar ayat-ayat ini. Wallahu a`lam https://www.islamweb.net/id/fatwa/35820/Raja-raja-Surga
|
TATA CARA MENGELUARKAN ZAKAT? FITHRI, ZAKAT MAL DAN FIDYAH PUASA
TATA CARA MENGELUARKAN ZAKAT FITHRI, ZAKAT MAL DAN FIDYAH PUASA Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam telah menjelaskan hikmah zakat fithri, sebagaimana tersebut di dalam hadits : ???? ????? ???????? ????? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????????? ???????? ??????????? ???? ????????? ??????????? ?????????? ?????????????? ???? ????????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ???? ???????????? ¡°Dari Ibnu ¡®Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (¡®Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (¡®Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah¡°. Baca selengkapnya Tata Cara Mengeluarkan Zakat Fithri https://almanhaj.or.id/141411-tata-cara-mengeluarkan-zakat-fithri.html Tata Cara Fidyah Puasa Ramadhan https://almanhaj.or.id/142016-tata-cara-fidyah-puasa-ramadhan.html Panduan Praktis Menghitung Zakat Mal https://almanhaj.or.id/117431-panduan-praktis-menghitung-zakat-mal.html Keutamaan dan Keistimewaan Sedekah https://almanhaj.or.id/133933-keutamaan-dan-keistimewaan-sedekah.html Harta Kekayaan Sumber Celaka? https://almanhaj.or.id/121276-harta-kekayaan-sumber-celaka.html ? Video Pendek :: Wajib Zakat Fitri dengan Makanan Pokok, Tata Cara Sholat Ied dan Kesalahan Berkaitan Dengan Ied :: https://youtu.be/Wnulii3moAE :: Nasehat 10 Hari Terakhir Ramadhan :: https://youtu.be/2jLAwNps-3k :: Sedekah Yang Paling Utama :: https://youtu.be/1CDDoUaHxdE Tolong dibaca dan dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam. Jazaakumullahu khairan.
|
Shalat Sunah Rawatib; Keutamaan dan Waktunya
Shalat Sunah Rawatib; Keutamaan dan Waktunya Pertanyaan: Bolehkah kita shalat Sunah Qabliyah sebelum masuk waktu shalat atau sebelum shalat dilaksanakan ? Jika boleh dilakukan sebelum masuk waktunya, berapa jam saya boleh melaksanakannya ? Contoh, bolehkah saya shalat empat rakaat sunah Qabliyah Ashar tiga jam sebelum adzan ? Atau haruskah saya menunggu hingga masuk waktu Ashar, kemudian shalat sunah, lalu shalat wajib ? Ringkasan Jawaban Shalat Sunah Rawatib dibagi menjadi dua bagian, yaitu Sunah Qabliyah: dua rakaat sebelum Shalat Shubuh, empat rakaat sebelum Shalat Zhuhur, dan Sunah Ba¡¯diyah: dua rakaat sebelum Shalat Zhuhur, dua rakaat setelah Shalat Maghrib dan dua rakaat setelah Shalat Isya¡¯. Tema-tema Terkait Teks Jawaban Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya. Sunah Rawatib dibagi menjadi dua bagian, yaitu : Sunah Qabliyah, yakni dua rakaat sebelum Shalat Shubuh dan empat rakaat sebelum Shalat Zhuhur. Dan Sunah Ba¡¯diyah, yaitu dua rakaat setelah Shalat Zhuhur, dua rakaat setelah Shalat Maghrib dan dua rakaat setelah Shalat Isya¡¯. Mengenai keutamaan Shalat Sunah Qabliyah dan Ba¡¯diyah, disebutkan sabda Nabi Shallallahu ¡®Alaihi wa Sallam, ???? ?????? ??? ?????? ?????????? ???????? ???????? ???????? ?????? ???? ?????? ??? ?????????? ????????? ?????? ????????? ?????????????? ????????? ?????????????? ?????? ??????????? ?????????????? ?????? ?????????? ?????????????? ?????? ?????? ???????? ???? ??????? ??? 380 ????? ???????? ?? ???? ?????? 6362 "Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat secara sehari semalam, maka akan dibangunkan rumah untuknya di dalam surga, yaitu empat rakaat sebelum shalat Zhuhur dan dua rakaat sesudah shalat Zhuhur, dua rakaat setelah Shalat Maghrib dan dua rakaat setelah Shalat Isya¡¯, serta dua rakaat sebelum Shalat Fajar.¡± (HR. At-Tirmidzi, no. 380 dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami¡¯, no. 6362). Waktu untuk melaksanakan shalat sunah Qabliyah adalah pada saat masuknya waktu shalat sampai iqamah (pertanda shalat akan dilaksanakan). Sedangkan waktu untuk melaksanakan shalat sunah Ba¡¯diyah adalah setelah salam shalat Fardhu sampai waktu shalat Fardhu habis. Ibnu Qudamah Rahimahullah mengatakan, ¡°Semua shalat sunah sebelum shalat Fardhu waktunya adalah dari masuk waktu shalat hingga sebelum shalat itu dilaksanakan. Dan semua shalat sunah setelah shalat Fardhu waktunya adalah dari selesainya shalat Fardhu tersebut hingga waktu shalat Fardhu itu habis.¡± (Al-Mughni, 2/544). Atas dasar itulah, maka tidaklah sah jika Anda shalat sunah Qabliyah sebelum masuk waktu shalat, akan tetapi Anda bisa menunggu hingga masuk waktu shalat, lalu melaksanakan shalat sunah tersebut. Lihatlah pertanyaan nomor 192090 dan 175137. Wallahu A¡¯lam. https://islamqa.info/id/answers/33779
|
Yang Ketinggalan Puasa Syawal bisa Puasa Bulan Dzulqa¡¯dah?
Yang Ketinggalan Puasa Syawal bisa Puasa Bulan Dzulqa¡¯dah? Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala Rasulillah, wa ba¡¯du, Dalam hadis dari Abu Ayub al-Anshari radhiyallahu ¡®anhu, Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ???? ????? ????????? ????? ?????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????? ????????? ¡°Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dilanjut berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.¡± (HR. Muslim, no. 1164) Makna tekstual hadis menunjukkan bahwa pahala puasa setahun bisa diperoleh, jika puasa 6 hari itu dilakukan di bulan syawal. Apakah makna ini berlaku mutlak? Ulama berbeda pendapat dalam memahaminya. Karena itulah, mereka berbeda pendapat, apakah puasa 6 hari itu harus dilakukan selama syawal, atau boleh setelah syawal. Pertama, keutamaan pahala puasa setahun diperoleh bagi yang berpuasa 6 hari di bulan syawal atau bulan setelahnya (Dzulqa¡¯dah). Ini merupakan pendapat beberapa ulama Malikiyah, dan Hambali. Mereka beralasan, [1] pernyataan dalam hadis ¡®berpuasa enam hari di bulan Syawal¡¯ maksudnya adalah penjelasan tentang keringanan syariah bagi kaum muslimin yang telah usai puasa ramadhan. Sehingga, ketika mereka telah menjalankan puasa selama ramadhan, akan merasa lebih mudah jika dilanjut di bulan syawal. Dalam Hasyiyah al-Adawi untuk Syarh al-Kharsyi dinyatakan, ????? ??? ?????? : ( ?? ???? ) ??????? ??????? ????? ? ?? ????? ????? ???? ????? ? ??? ??? ?? ????? ?? ??? ?? ????? ?? ?? ??? ?? ??? ?????? ??? ???? Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam menyatakan, ¡®di bulan syawal¡¯ untuk memberi keringanan dalam berpuasa, bukan penjelasan hukum bahwa puasa ini hanya di bulan itu. Sehingga tidak masalah melaksanakannya di 10 Dzulhijjah, sekaligus mendapatkan keutamaan puasa di bulan awal Dzulhijjah. (Hasyiyah al-Adawi, 2/243). [2] bahwa pahala puasa setahun, karena puasa ramadhan selama sebulan dinilai sama seperti puasa 10 bulan. Sementara puasa 6 hari dinilai sama seperti puasa 2 bulan (30 hari). Dan kaidah 1 kebaikan dilipatkan 10 kali, berlaku untuk semua amal soleh, termasuk puasa. Baik di bulan syawal maupun di selain bulan syawal. Dalam Tahdzib al-Furuq al-Qarrafi dinyatakan, ?? ???? ??? ???? ???? ???? : (?? ????) ¡°??? ??? ??????? ? ??????? : ?? ???? ????? ????? ???? ? ????? ??? ???? ?????? ? ???? ?????? [???? ???? ?????? ????] ? ??? ???? ?? ??? ???? ???? ????? ???? ???? Sabda Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam ¡®puasa di bulan syawal¡¯ sifatnya hanya contoh. Maksudnya bahwa puasa ramadhan seperti puasa 10 bulan, dan puasa 6 hari di bulan syawal, seperti puasa 2 bulan. Dan itulah pendapat madzhab (maksudnya madzhab Imam Malik). Andaipun dilakukan di selain syawal, hukum yang berlaku juga seperti itu. (Tahdzib al-Furuq, al-Qarrafi, 2/297). Alasan ini juga disampaikan Ibu Muflih ¨C ulama hambali ¨C dalam kitabnya al-Furu¡¯ (5/83). Kata Ibnu Muflih, pendapat ini juga yang dinilai kuat al-Qurthubi. Kedua, hanya bisa dilakukan di bulan syawal. Namun bagi yang tidak sempat di bulan syawal, bisa diqadha di bulan Dzulqa¡¯dah. Meskipun pahalanya tidak seperti mereka yang puasa di bulan syawal. Ini merupakan pendapat Syafi¡¯iyah. Sisi perbedaan pahalanya, Siapa yang puasa ramadhan penuh kemudian puasa 6 hari selama syawal maka dia mendapat pahala puasa wajib selama setahun. Siapa yang puasa ramadhan penuh kemudian puasa 6 hari setelah syawal maka dia mendapat pahala puasa wajib ramadhan dan pahala puasa sunah 6 hari. Ibnu Hajar al-Makki mengatakan, ?? ????? ?? ????? ?? ??? ???? ????? ????? ???? ??? ?????? ? ??? ??? ???? ????? ???? ???? ?????? ???? ??? ?????? Siapa yang puasa syawal setelah ramadhan setiap tahun, seperti puasa wajib setahun tanpa pelipatan. Dan siapa yang berpuasa 6 hari di selain syawal, dia seperti puasa sunah tanpa pelipatan. (Tuhfatul Muhtaj, 14/69). Ketiga, keutamaa puasa ini hanya untuk mereka yang melaksanakannya di bulan syawal. Ini pendapat madzhab Hambali. Diantara pertimbangannya, [1] Ini yang lebih sesuai makna teks hadis [2] Bahwa penyebutan syawal dalam hadis itu untuk menjelaskan batasan waktu. [3] Puasa syawal itu ibarat puasa bakdiyah ramadhan, sehingga
|
Waktu Terbaik Berhubungan Badan Sesuai Sunnah
Waktu Terbaik Berhubungan Badan Sesuai Sunnah Tanya: Mo tanya: Kapan waktu berhubungan intim yang sesuai ajaran islam. Trim¡¯s. Itu saja. Maksih ya Tad. Dari: Gedang sobo Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala rasulillah, amma ba¡¯du, Pertama, ada keadaan dimana seorang suami dianjurkan untuk mendatangi istrinya. Keadaan itu adalah ketika suami tidak sengaja melihat wanita dan dia terpikat dengannya. Anjuran ini berdasarkan hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ¡®anhuma, bahwa Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ????? ??????????? ????? ??????????? ?????????? ??? ??????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ????????? ???????????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ??????? Wanita itu, ketika dilihat seperti setan (punya kekuatan menggoda). Karena itu, jika ada lelaki melihat wanita yang membuatnya terpikat, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada pada istrinya juga ada pada wanita itu. (HR. Turmudzi 1158, Ibnu Hibban 5572, ad-Darimi dalam Sunannya 2261, dan yang lainnya. Sanad hadis ini dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth). Dalam riwayat lain di shahih Muslim, dari sahabat Jabir, bahwa Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam ????? ?????????? ???????????? ???????????? ?????????? ??? ????????? ???????????? ????? ??????????? ????????????????? ??????? ?????? ??????? ??? ??? ???????? ¡±Jika ada lelaki yang terpikat dengan seorang wanita, hingga membuat dia jatuh cinta, hendaknya dia segera mendatangi istrinya dan melakukan hubungan dengannya. Dengan ini akan menghilangkan perasaan cinta dalam hatinya.¡± (HR. Muslim 1403). An-Nawawi mengatakan, ????? ?????? ??? ????? ??? ??? ????? ?????? ????? ?? ???? ?????? ?? ?????? ?? ???? ?? ????????? ????? ????? ????? ???? ????? ???? ??? ?? ?? ????? Makna hadis, bahwa dianjurkan bagi lelaki yang melihat wanita, kemudian syahwatnya naik, agar dia segera mendatangi istrinya atau budaknya, jika dia punya budak, hingga dia melakukan hubungan badan dengannya. Agar bisa menahan syahwatnya dan jiwanya menjadi tenang, sehingga hatinya bisa kembali konsentrasi dengan tugasnya. (Syarh Shahih Muslim an-Nawawi, 9/178) Kedua, mengenai waktu khusus yang berisi anjuran untuk melakukan hubungan badan, kami tidak menjumpai adanya dalil yang menjelaskan hal ini. Namun terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan bagaimana kebiasaan orang soleh masa silam dalam memilih waktu untuk melakukan hubungan badan. Berikut diantaranya, 1. Tiga waktu aurat Yang dimaksud tiga waktu aurat adalah sebelum subuh, siang hari waktu dzuhur, dan setelah isya. Allah berfirman, ??? ???????? ????????? ??????? ?????????????????? ????????? ???????? ????????????? ??????????? ???? ?????????? ????????? ???????? ??????? ???????? ???? ?????? ??????? ????????? ??????? ????????? ??????????? ???? ???????????? ?????? ?????? ??????? ?????????? ??????? ????????? ?????? ?????? ?????????? ????? ?????????? ??????? ??????????? Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di waktu dzuhur dan sesudah shalat Isya¡¯. (Itulah) tiga waktu aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. (QS. An-Nur: 58). Diriwayatkan dari Muqatil bin Hayan, beliau menceritakan sebab turunnya ayat ini, Ada pasangan suami istri di kalangan anshar, yang dia sering membuatkan makanan untuk Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam. Suatu ketika budaknya masuk ke kamar menemui mereka tanpa izin di waktu yang mereka tidak sukai untuk ditemui. Sang istripun melaporkan kepada Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam, ?? ???? ????? ?? ???? ???! ??? ????? ??? ?????? ?????? ???? ?? ??? ???? ¡±Wahai Rasulullah, betapa buruknya sikap orang ini. Dia menemui seorang wanita ketika dia sedang berduaan bersama suaminya dalam satu selimut.¡± Kemudian Allah menurunkan ayat di atas. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83). Allah menurunkan syariat agar anak yang belum baligh, atau budak yang tinggal
|
Ramadh?n Telah Tiba Sudahkan Anda Bersedekah
Ramadh?n Telah Tiba, Sudahkan Anda Bersedekah? Oleh: Sulaiman ibnu Yahya Al-Maliki Telah sama-sama diketahui bahkan sudah menjadi hal yang aksiomatis secara logika bahwa semua harta adalah milik Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?. Allah menitipkannya kepada hamba-hamba-Nya untuk melihat bagaimana mereka berbuat dengan harta itu, kemudian kelak akan menanyai mereka saat berdiri di hadapan-Nya: "Dari mana mereka mengumpulkan harta itu, dan kemana mereka membelanjakannya?" Siapa yang mengumpulkan harta dengan cara yang halal, lalu menjaga titipan Allah tersebut secara baik, dengan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya dan hal-hal yang diridha-Nya, maka ia akan memperoleh pahala dari perbuatannya itu. Tetapi siapa yang mengumpulkannya dari jalan yang haram, atau tidak menjaga titipan itu secara baik, dengan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak halal, maka ia akan menerima hukuman, dan itu akan menjadi sebab kesengsaraannya. Oleh karena itu, seorang muslim harus senantiasa menjaga hal-hal yang disukai oleh Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªpada hartanya, jika ia menginginkan keselamatan di Akhirat. Ia harus menanamkan tekad di dalam dirinya bahwa tidak boleh ia melihat satu saja jalan membelanjakan harta yang dianjurkan oleh Islam melainkan ia harus segera mengalokasikan hartanya untuk itu sesuai dengan kemampuannya, dan tidak boleh ia melihat satu saja jalan membelanjakan harta yang diharamkan oleh Islam melainkan ia mesti berhenti mengalokasikan hartanya untuk itu dan segera menjauhinya. Salah satu amalan paling agung yang Allah syariatkan pada bulan Ramadh?n adalah sedekah dan infak untuk membantu orang yang membutuhkan, menolong orang kesulitan, serta memenuhi kebutuhan Kaum Muslimin. Banyak sekali dalil-dalil yang menjelaskan keutamaan bersedekah di jalan Allah demi mencari keridhaan-Nya. Berikut ini beberapa contoh keutamaan tersebut: 1. Sedekah adalah limpahan rasa kasih sayang yang mendorong seorang muslim untuk berbaik kepada orang lain, menolong mereka yang kesulitan, membantu mereka yang membutuhkan, berbuat baik kepada kaum fakir miskin, mengasihi para janda, serta mengusap air mata anak-anak yatim sekaligus berbuat baik kepada mereka dan menyemai kebahagiaan di dalam hati mereka. Allah¡ªSubh?nahu wa Ta`?l?¡ªberfirman (yang artinya): "Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan mereka meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak." [QS. Al-Had?d: 18] 2. Sedekah memberikan motivasi untuk pelakunya sendiri. Betapa indah terasa di hati orang yang bersedekah dan betapa dalam perasaan bahagianya ketika ia merasa telah memberi pinjaman kepada Dzat Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Betapa ia bahagia ketika berinteraksi dengan Sang Pemilik semua kerajaan. Segala yang ia infakkan akan dikembalikan kepadanya dengan berlipat ganda, dan ia juga mendapat pahala yang mulia. Allah¡ªSubh?nahu wa Ta`?l?¡ªberfirman (yang artinya): "Dan barang apa saja yang kalian infakkan niscaya Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." [QS. Saba': 39] Nabi¡ª¡ªbersabda, "Tidak ada satu pagi pun yang dimasuki oleh para hamba Allah melainkan terdapat dua Malaikat yang turun ketika itu, lalu salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti untuk orang yang berinfak'. Sementara yang kedua berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang pelit'." [HR. Al-Bukh?ri dan Muslim] 3. Sedekah adalah faktor yang mengundang kecintaan Allah terhadap hamba-Nya. Nabi¡ª¡ªbersabda, "Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepadaku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya." [HR. Al-Bukh?ri] 4. Sedekah adalah penghapus dosa dan kesalahan. Nabi¡ª¡ªbersabda, "Fitnah (keterpedayaan) seorang lelaki pada istri, anak, dan tetangganya dihapus oleh shalat, sedekah, dan perbuatan baik." [HR. Al-Bukh?ri] 5. Ketika seluruh manusia dikumpulkan pada hari Kiamat, saat kesusahan menghimpit dengan dahsyat, di mana matahari demikian dekat dengan kepala seluruh makhluk, saat itu, orang-orang yang rajin bersede
|
BULAN RAMADHAN, MENINGKATKAN INFAK DI JALAN ALLAH
BULAN RAMADHAN, MENINGKATKAN INFAK DI JALAN ALLAH Islam telah memerintahkan untuk berderma, memberi dan berinfak di jalan Allah pada setiap saat. Pada bulan Ramadhan, perintah tersebut lebih ditekankan sebagai upaya mengikuti Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam yang mulia. Allah Ta¡¯ala berfirman: ???? ??? ??????? ???????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ???? ?????????? ????????? ¡°Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak¡¡± [Al-Baqarah/2: 245] Baca selengkapnya Ramadhan, Meningkatkan Infak Di Jalan Allah https://almanhaj.or.id/141633-bulan-ramadhan-meningkatkan-infak-di-jalan-allah.html Sedekah dan Zakat Lebih Utama di Bulan Ramadhan? https://almanhaj.or.id/139709-sedekah-dan-zakat-lebih-utama-di-bulan-ramadhan.html Tanda Husnul Khatimah dan Suul Khatimah https://almanhaj.or.id/133088-tanda-husnul-khatimah-dan-suul-khatimah.html Umur Itu Untuk Amal Shalih https://almanhaj.or.id/132886-umur-itu-untuk-amal-shalih.html ? Video Pendek :: Khutbah Jum'at - Nasehat 10 Hari Terakhir Ramadhan :: https://youtu.be/2jLAwNps-3k :: Faedah Do¡¯a 10 Malam Terakhir Dibulan Ramadhan :: https://youtu.be/SPY7PnAhYQo Tolong dibaca dan dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam. Jazaakumullahu khairan.
|
Do¡¯a Para Malaikat Bagi Orang yang Berinfak
DO¡¯A PARA MALAIKAT BAGI ORANG YANG BERINFAK AGAR MEREKA MENDAPATKAN PENGGANTI ATAS APA YANG DIINFAKKANNYA Oleh Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi Di antara orang-orang yang mendapatkan do¡¯a dari para Malaikat adalah orang-orang yang selalu berinfak di jalan kebaikan, dan di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah: 1. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata: ¡°Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda: ??? ???? ?????? ???????? ?????????? ?????? ?????? ????????? ??????????? ?????????? ???????????: ??????????? ?????? ????????? ???????. ?????????? ????????: ??????????? ?????? ????????? ???????. ¡®Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ¡®Ya Allah, berikanlah ganti[1] bagi orang yang berinfak.¡¯ Dan yang lainnya berkata: ¡®Ya Allah, hancurkanlah[2] (harta) orang yang kikir.¡¯¡±[3] Di antara hal yang bisa kita fahami dari hadits di atas bahwa ash-Shaadiqul Mashduuq, yaitu Nabi kita Shallallahu ¡®alaihi wa sallam mengabarkan bahwa sesungguhnya para Malaikat berdo¡¯a agar Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala menggantikan harta orang yang berinfak. Al-¡®Allamah al-¡®Aini ketika menjelaskan hadits tersebut berkata: ¡°Makna khalaf adalah pengganti, sebagaimana dalam sebuah ungkapan: ¡®Akhlafallaahu khalfan¡¯ maknanya adalah semoga Allah menggantikannya.¡±[4] Al-Mulla ¡®Ali al-Qari ketika menjelaskan hadits ini berkata: ¡°Khalaf maknanya adalah pengganti yang sangat besar, sebuah pengganti yang baik di dunia dan berupa balasan di akhirat, dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala berfirman: ????? ???????????? ???? ?????? ?????? ?????????? ? ?????? ?????? ????????????? ¡°Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.¡± [Saba/34: 39][5] Al-¡®Allamah al-¡®Aini menjelaskan faidah-faidah yang dapat diambil dari hadits tersebut dengan perkataan: ¡°Dan di dalamnya ada do¡¯a Malaikat, sedangkan do¡¯a Malaikat adalah sebuah do¡¯a yang akan selalu dikabulkan dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam : ¡®Barangsiapa yang ucapan aminnya itu tepat dengan ucapan amin para Malaikat, maka diampuni dosanya yang telah lalu.¡±[6] Dan yang dengan dimaksud dengan infak, sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama, adalah infak dalam ketaatan, infak dalam akhlak yang mulia, infak kepada keluarga, jamuan tamu, shadaqah dan lain-lain yang tidak dicela dan tidak termasuk kategori pemborosan.[7] 2. Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari Abud Darda¡¯ Radhiyallahu anhu, ia berkata: ¡°Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda: ??? ???????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????????????? ????????? ????????????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????????: ??? ???????? ???????? ?????????? ????? ????????? ??????? ??? ????? ??????? ?????? ?????? ?????? ?????????. ????? ????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????????????? ????????? ???????????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????????: ??????????? ?????? ????????? ??????? ???????? ????????? ???????. ¡®Tidaklah matahari terbit melainkan diutus di dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata: ¡®Wahai manusia menghadaplah kalian kepada Rabb kalian, karena yang sedikit dan cukup itu tentu lebih baik daripada yang banyak tetapi digunakan untuk foya-foya. Dan tidaklah matahari terbenam melainkan diutus di antara dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata: ¡®Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak, dan hancurkanlah (harta) orang yang kikir.¡¯¡±[8] 3. Dua Imam, yaitu Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam, beliau bersabda: ????? ??????? ??????? ???? ????????? ?????????? ????????: ???? ???????? ????????? ??????? ????? ????????? ??????? ????? ????????: ??????????? ?????? ?????????? ??????? ????????? ?????????? ???????.
|
Apakah Talak bisa Dibatalkan?
Apakah Talak bisa Dibatalkan? Assalamu alaikum wr wb, Ust. saya mau tanya ttg Adakah jalan untuk membatalin ucapan talak 3 ke istri ¡. ? Kapan efektifnya talak 3 itu ¡.? Kalau kita damai dengan istri setelah perkataan tadi diatas tetap syahkan pernikahan tsb ? Bisakah kita hanya membayar denda atau bertoubat untuk membatalin seperti diatas? Terima kasih sebelumnya semoga Allah memberikan balasan yg terbaik buat Ustad Dari: Suadara Sdk Jawaban: Wa alaikumus salam Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala rasulillah, amma ba¡¯du, Pertama, kapan sebuah akad bisa dibatalkan atau ditarik kembali? Para ulama memberikan rincian bahwa akad yang dilakukan seseorang dibagi menjadi dua: 1. Akad Lazim (mengikat), yaitu akad yang tidak bisa ditarik kembali atau dibatalkan. Akad yang sifatnya mengikat ini, dibagi lagi menjadi beberapa bagian, Akad yang bisa dibatalkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, misal: jual beli, sewa-menyewa, dan semacamnya. Akad yang sama sekali tidak bisa dibatalkan, kecuali karena alasan darurat. Seperti akad nikah. Karena nikah dilakukan dalam rangka membangun keluarga yang langgeng. Akad yang sama sekali tidak bisa dibatalkan dengan alasan apapun, itulah talak. 2. Akad Jaiz (tidak mengikat), yaitu akad yang memungkinkan untuk dibatalkan atau ditarik kembali. Seperti pinjam-meminjam, utang-piutang, dan semacamnya. [simak al-Mausu¡¯ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 30/229 dan keterangan Dr. Hisamudin Affanah di: http://ar.islamway.net/fatwa/42399] Kedua, terdapat hadis yang menegaskan bahwa talak sah, sekalipun dilakukan dengan main-main. Disebutkan dalam riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ¡®anhu bahwa Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ???? ?????? ??? ????????? ??? : ?????? ? ??????? ? ??????? ¡°Tiga hal yang seriusnya dianggap serius dan guyonnya dianggap serius: Nikah, talak, dan rujuk.¡± Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud no. 2194, Turmudzi no. 1184, dan yang lainnya. Ulama berbeda pendapat tentang status keabsahan hadis ini. Sebagian menilainya hasan dan sebagian menilainya dhaif. Imam al-Albani menilai hadis ini sebagai hadis hasan. Sekalipun sebagian ulama menilai hadis ini dhaif, namun para ulama sepakat bahwa hukum dalam hadis ini berlaku. At-Turmudzi (w. 279 H) ketika membawakan hadis ini, beliau mengatakan, ??? ???? ??? ???? ?????? ??? ??? ??? ??? ????? ?? ????? ????? ??? ???? ???? ???? ?????? Hadis ini hasan gharib. Para ulama di kalangan para sahabat dan yang lainnya mengamalkan kandungan hadis ini. (Jami¡¯ Turmudzi, 3/482). Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ibnul Mundzir (w. 319 H). Dalam kitabnya al-Ijma¡¯, beliau menegaskan, ???? ?? ?? ???? ??? ?? ??? ????? ??? ?? ?? ?????? ????? ???? Berdasarkan keterangan yang saya ketahui, ulama sepakat bahwa serius dan guyonnya lafadz talak, statusnya sama. (al-Ijma¡¯, hlm. 275). Berdasarkan keterangan di atas, maka suami yang telah mengucapkan kata ¡®talak¡¯, ¡®cerai¡¯, ¡®pegat¡¯ atau semacamnya, dinilai sah, tidak bisa diralat, tidak bisa dibatalkan. Dan terhitung 1 kali talak. Untuk bisa kembali ke istrinya, syariat memberikan kesempatan untuk rujuk, selama bukan talak yang ketiga. Mengenai tata cara rujuk, bisa dipelajari: Rujuk dengan Istri dan Cara Rujuk dari Talak Tiga Allahu a¡¯lam Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com). Referensi: https://konsultasisyariah.com/21167-apakah-talak-bisa-dibatalkan.html
|
Hukum Menghirup Bukhur Atau Dupa Pada Saat Puasa Dan Shalat
Hukum Menghirup Bukhur Atau Dupa Pada Saat Puasa Dan Shalat Pertanyaan: Terkait dengan menghirup dupa, sebagaimana hal itu dilarang saat berpuasa, apakah hal tersebut berpengaruh pada shalat jika seseorang yang sedang shalat dengan sengaja menghirupnya ? Ringkasan Jawaban Yang dilarang saat puasa adalah menghirup dupa dan bukan hanya sekedar mencium baunya, karena dupa mengadung zat yang apabila masuk ke dalam perut maka orang yang sedang berpuasa bisa batal puasanya, adapun bagi orang shalat, tidak mengapa jika ia mencium bau wewangian atau dupa, dan umat Islam masih memasang dan mengharumkan masjid dengan pembakar bukhur atau dupa.Tema-tema Terkait Teks Jawaban Table Of Contents Hukum menghirup bukhur saat puasa Apakah boleh bagi orang yang shalat mencium bau dupa atau wewangian ? Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya.Hukum menghirup bukhur saat puasa Yang terlarang dalam puasa adalah menghirup dupa, dan bukan hanya sekedar mencium baunya. Karena bukhur mengandung zat yang apabila masuk ke dalam perut maka orang yang sedang berpuasa bisa batal puasanya. Disebutkan dalam ¡°hasyiah ad-dasuki¡± 1/525 : ¡°pada saat asap dupa atau uap pot sampai kerongkongan, maka wajib mengqadla puasa.¡± Jika sampai ke tenggorokan dengan menghirupnya, baik yang menghirup adalah orang yang membuatnya atau orang lain, dan jika salah satunya sampai ke tenggorokan tanpa dikehendaki; maka tidak wajib qadha bagi yang membuatnya dan bagi orang lain.¡± Akhir kutipan secara singkat. Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya: apalah boleh memakai wewangian seperti minyak oud, cologne, dan bukhur di waktu siang hari di bulan ramadhan ? Beliau menjawab: ¡°ya, boleh memakainya, denga syarat tidak menghirup bukhur. Akhir kutipan dari ¡°fatawa Ibnu baz¡± 15/267. Syekh Ibnu ¡®Utsaimin rahimahullah ditanya: apa hukum memakai wewangian bagi orang yang berpuasa pada waktu siang hari ramadhan ? Beliau menjawab: ¡°tidak mengapa ia memakainya pada waktu siang hari ramadhan; dan boleh juga menghirupnya; kecuali bukhur ia tidak boleh menghirupnya, karena ia mengandung zat yang bisa sampai ke perut, yaitu asap.¡± Akhir kutipan dari ¡°fatawa ramadhan¡± hlm. 499.Apakah boleh bagi orang yang shalat mencium bau dupa atau wewangian ? Tidak mengapa bagi orang yang shalat jika mencium wewangian atau bukhur, umat islam sendiri sampai saat ini masih memasang dan menyalakan pembakar bukhur di masjid. Beliau mengatakan dalam ¡°kasyaf al-qana¡± 2/372: {disunahkan menyapunya} maksudnya adalah: masjid {pada hari kamis, dan mengeluarkan debu, membersihkan dan mengharumkan apa yang ada di dalamnya} maksudnya: pada hari kamis , {dan menyalakan pembakar dupa di masjid}, sebagaimana pada hari-hari ied¡±. Akhir kutipan Tidak bisa dibayangkan orang yang shalat lalu memegang pembakar dupa dan menghirup bukhur, dan kami belum menemukan orang yang membahas masalah ini, maupun hukumnya jika hal itu terjadi. Para ulama telah mengingatkan bahwa tidak mengapa meletakkan pembakar dupa atau mabkhara di depan para jamaah, dan hal ini tidak termasuk dalam hal yang dibenci atau makruh yaitu menghadap api. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya: ¡° apa hukum meletakkan alat pembakar bukhur di depan jamaah di masjid ? Beliau menjawab: ¡°tidak mengapa dalam hal itu, hal ini tidak termasuk dalam kategori yang menurut sebagian fuqaha tentang makruhnya menghadap api, mereka melihat ini seperti kaum majusi penyembah api, karena kaum majusi tidak menyembah api dengan cara seperti ini. Untuk itu maka tidak ada masalah meletakkan pembakar bukhur di depan jamaah, atau meletakkan pemanas ruangan elektrik di depan jamaah, apalagi jika diletakkan di depan para makmum saja dan bukan di depan imam¡± akhir kutipan dari ¡°majmu fatawahu¡± 12/409. Syekh Ibnu Jibreen rahimahullah berkata: ¡°Tidak ada salahnya meletakkan pembakar dupa atau pedupaan di depan jamaah, meskipun di dalamnya ada bara api; Sebab yang tidak disukai adalah meletakkan api yang menyala di depan jamaah dan menghadap ke arah jamaah. Dan api adalah sesembahan orang Majus, menghadap ke arahnya sama dengan menyembah api, Inilah dasar
|
Saat Tepat Berinfak
SAAT TEPAT BERINFAK Membicarakan infak, al-hamdulillah, fenomena yang nampak di tengah kaum muslimin, mereka sangat antusias menyisihkan sebagian kekayaannya di jalan Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala . Penggalangan dan penyadaran berinfak marak dimana-mana. Tak sedikit dana infak yang tersalurkan kepada yang berhak menerimanya. Sungguh hal ini merupakan sebuah pemandangan yang menggembirakan. Perbuatan yang baik ini, tentunya perlu mendapat perhatian dan motivasi ekstra, karena memang infak memiliki nilai yang sangat penting. Yaitu sebagai wujud kepedulian sebagai muslim, seperti kepada masyarakat yang kurang mampu, pembangunan sarana pendidikan Islam, penguatan sektor ekonomi, menciptakan suasana keakraban dan kasih-sayang, serta senasib-sepenanggungan antara sesama muslim. Seringkali, Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala menyandingkan antara shalat dan infak. Sebabnya shalat adalah hak Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala dan jembatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Di dalam shalat terkandung unsur tauhid, sanjungan dan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala . Sedangkan infak, adalah perlakuan baik kepada sesama dengan sesuatu yang bermanfaat. Pihak yang paling berhak menerimanya, ialah kaum kerabat, keluarga, hamba sahaya dan orang-orang asing (yang membutuhkan) yang tidak terikat dengan pertalian keluarga.[1] Manfaat Infak Dalam Pembentukan Masyarakat yang Kuat dan Kokoh Salah satu sifat kaum muttaq?n (orang-orang yang bertakwa) yang termaktub dalam surat al-Baqarah, mereka menyisihkan sebagian rizki yang mereka terima untuk diinfakkan di jalan Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala . ??? ??????? ?????????? ??? ?????? ? ????? ? ????? ?????????????? ????????? ??????????? ??????????? ???????????? ?????????? ???????? ????????????? ??????????? Alif l?m m?m. Kitab (Al-Qur`?n) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. [al-Baqarah/2: 1-3]. Kepedulian melakukan perbuatan yang simpatik itu, terdorong oleh pengakuan hati, bahwa harta kekayaan yang diperolehnya adalah milik Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala . Peroleh harta adalah amanah dari-Nya, yang nantinya akan ditanyakan bagaimana cara mengelola dan mendistribusikannya. Dengan pengakuan ini, maka akan mampu mendorong munculnya rasa solidaritas dan ingin berbagi kepada sesama umat manusia, terutama kaum dhu¡¯afa` (orang-orang lemah). Perasaan senasib-sepenanggungan tertanam dengan kuat dalam hati mereka. Keimanan telah memotivasinya untuk berderma kepada sesama yang membutuhkan. Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda: ????????????? ????????? Sedekah adalah burhaan (bukti keimanan). Dari sisi ini, jiwa akan menjadi bersih dari sifat kikir dan bakhil. Kehidupan akan dipenuhi dengan ketenangan, saling memahami, saling bekerjasama antara anggota masyarakat. Suasana kehidupan akan terhindar dari pertikaian dan permusuhan. Apalagi dengan situasi ketika harga kebutuhan semakin mahal. Beras seolah menjadi barang mahal bagi sebagian keluarga. Sehingga tak terhindarkan, nasi aking pun menjadi santapan rutin setiap harinya. Kebutuhan lainnya kian melambung tinggi dan sebagian barang sulit dijumpai. Dalam kondisi berat seperti ini, uluran tetangga, para dermawan ataupun bantuan finansial dan material, tentu akan menggembirakan dan mengobati kepedihan para kaum dhuafa. Hidup bagi mereka menjadi lebih bersahabat. Kapan Berinfak? Bersedekah dan berinfaq merupakan perbuatan terpuji dan termasuk sifat dari orang-orang pilihan. Jika demikian, lantas kapan seseorang semestinya menyisihkan pendapatannya untuk berinfak? Apakah seseorang yang berinfak harus terlebih dulu menjadi seorang hartawan yang kaya raya dan berlimpah uang, baru kemudian menyedekahkan sebagian hartanya? Ataukah bagaimana? Para sahabat pernah menanyakan permasalahan ini kepada Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam , yaitu setelah beliau Shallallahu ¡®alaihi wa sallam melontarkan himbauan untuk bersedekah[2]. Pertanyaan mereka terjawab melalui firman Allah Subhanahu wa Ta¡¯ala berikut : ???????
|
LAILATUL QADAR MALAM SERIBU BULAN
LAILATUL QADAR MALAM SERIBU BULAN Wahai saudaraku seiman.. Sesungguhnya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ada malam kemuliaan (lailatul qadar). Ini adalah malam yang memiliki keutamaan yang agung. Diantara keutamaannya: Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia nan agung sebagaimana firman Allah ta¡¯ala: ??? ???? ?????: ?????? ????????????? ??? ???????? ????????? ¡°Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan¡± [Al Qadar/97: 1] Pada malam itu Allah menetapkan apa yang terjadi sepanjang tahun dan memutuskan segala perkaranya yang penuh hikmah. Baca selengkapnya Lailatul Qadar Malam Seribu Bulan https://almanhaj.or.id/139552-lailatul-qadar-malam-seribu-bulan.html I¡¯tikaf, Hukum dan Dalil Anjurannya https://almanhaj.or.id/139431-itikaf-hukum-dan-dalil-anjurannya.html Do¡¯a Adalah Senjata Orang Mukmin https://almanhaj.or.id/141469-doa-adalah-senjata-orang-mukmin.html Nabi Pribadi Sangat Dermawan https://almanhaj.or.id/134698-pribadi-sangat-dermawan.html Keutamaan dan Keistimewaan Sedekah https://almanhaj.or.id/133933-keutamaan-dan-keistimewaan-sedekah.html ? Video Pendek :: Nasehat 10 Hari Terakhir Ramadhan :: https://youtu.be/2jLAwNps-3k Tolong dibaca dan dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam. Jazaakumullahu khairan.
|
Merenovasi Tempat Wudhu, Termasuk Shodaqah Jariyah?
MERENOVASI BANGUNAN TEMPAT WUDHU MASJID TERMASUK SHODAQAH JARIYAH? Pertanyaan Tempat wudhu masjid di desa tidak bagus dan membutuhkan renovasi. Meskipun sekarang masih bisa dipakai. Pertanyaannya adalah apakah berinfak untuk merenovasi bangunan tempat wudhu termasuk shodaqah jariyah? Jawaban Alhamdulillah. Agama menganjurkan untuk bersodakah jariyah, cukup keutamaan bagi seorang mukmin dia meninggal dunia kemudian amal kebaikan dan usahanya tidak pernah mati setelah kematiannya. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: ????? ????? ??????????? ????????? ???????? ???? ???? ?????? : ???????? ????????? ? ???????? ?????????? ???? ? ???????? ??????? ??????? ???? (???? ????? ??? 3084) ¡°Kalau seseorang telah meninggal dunia, maka amalannya akan terputus kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakannya.¡± (HR. Muslim, 3084) Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarhh Muslim mengatakan, ¡°Maksud hadits bahwa amalan mayit terputus dengan kematiannya. Terputus pahala baru baginya kecuali tiga hal ini. Para ulama mengatakan dikarenakan dia sebagai penyebabnya. Karena anak adalah dari usahanya, begitu juga ilmu yang ditinggalkan dari pengajaran atau karangan. Begitu juga sadaqah jariyah wakaf.¡± Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, ¡°Sadaqah jariyah adalah yang terus bermanfaat oleh karena itu dinamakan jariyah (mengalir). Karena ia tidak tetap. Sadaqah tidak jariyah adalah yang dapat dimanfaat oleh seseorang pada waktunya saja. Contoh, kalau anda memberian orang fakir 1000 riyal dalam waktu sebulan atau dua bulan, sadaqahnya telah berhenti. Tapi kalau anda mewakafkan gedung, rumah atau toko dan keuntungannya untuk orang fakir, maka sadaqahnya terus mengalir. Selagi keuntungannya masih ada. Begitu juga mencetak kitab dan sesuatu yang bermanfaat adalah sadaqah jariyah selagi orang-orang dapat memanfaatkannya. Maka ia termasuk pahala dan balasannya terus mengalir.¡± (Demikian dari ¡®Fatawa Nurun ¡®Ala Ad-Darbi karangan Ibnu Utsaimin) Dengan demikian, kalau seseorang membangun sesuatu yang bermanfaat untuk orang, mengangkat kehidupannya. Maka ini termasuk sadaqah jariyah insya Allah. Yang lebih baik dan lebih bagus dari itu adalah kemanfaatannya dalam masalah agama. Disamping di dalamnya ada manfaat untuk manusia, belas kasihan dan memudahkan urusannya. Maka ia mempunyai keutamaan tersendiri yaitu membantu dalam beribadah dan memudahkan jalannya. Di antara dalam masalah ini adalah membangun kamar mandi (tempat wudhu) di dalam masjid. Atau merenovasi dan memperbaikinya. Ini termasuk sadaqah jariyah yang pelakunya akan mendapatkan pahala dan balasan dengan izin Allah. Wallahu a¡¯lam. Disalin dari islamqa BERSEDEKAH ATAS NAMA ORANG YANG SUDAH MENINGGAL Pertanyaan. Assalamualaikum ustadz! Saya mau bertanya. bershadaqah untuk orang yang telah meninggal apakah pahalanya sampai? Jawaban. Wa¡¯alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Pada dasarnya setiap orang harus beramal sendiri jika ingin meraih surga dan kebahagiaan akhirat. All?h Azza wa Jalla berfirman: ?????? ?????? ????????????? ?????? ??? ?????? Dan sungguh seseorang itu tidak mendapat apa-apa kecuali yang telah diusahakannya sendiri. [An-Najm/53:39] Namun dalil-dalil juga menjelaskan bahwa ada amalan-amalan yang jika dikerjakan seseorang untuk orang yang sudah meninggal, maka pahala amalannya akan sampai. Ini adalah salah satu bentuk kemurahan All?h Azza wa Jalla . Di antara amalan itu adalah sedekah. Bahkan Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah menjelaskan bahwa tidak ada perselisihan di kalangan Ulama bahwa sedekah untuk orang lain akan sampai pahalanya.[1] Di antara dalilnya adalah hadits berikut: ???? ????????? ?????? ??????? ??????? ????? ??????? ????? ??????????? ?????? ????? ???????? ?????????: ????? ?????? ??????????? ?????????? ???????????? ???? ??????????? ???????????? ?????? ????? ?????? ???? ??????????? ???????? ?????: ???????? Diriwayatkan dari Aisyah bahwa seorang pria bertanya kepada Nabi Shallallahu ¡®alaihi wa sallam, ¡°Sungguh ibu saya telah meninggal mendadak, dan saya kira jika beliau masih bisa berbicara, beliau akan sedekahkan
|
Dimanakah Surga?
Dimanakah Surga? Assalamu¡¯alayikum ustad Ada saudara saya yang bertanya pada saya dimana letak surga? dan apa yang saya jawab dari pertanyaan tersebut Dari Rudi Jawaban: Wa alaikumus salam wa rahmatullah Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala rasulillah, amma ba¡¯du, Salah satu diantara aqidah ahlus sunah tentang surga dan neraka, bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang saat ini sudah ada. Diantara dalilnya, Janji Allah bagi orang yang bertaqwa, ??????????? ????? ?????????? ???? ?????????? ????????? ????????? ????????????? ?????????? ????????? ?????????????? ¡±Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.¡± (QS. Ali Imran: 133) Termasuk ancaman Allah bagi orang kafir, ??????????? ???????? ??????? ????????? ?????????????? ¡±Jagalah dirimu dari neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.¡± (QS. Ali Imran: 131) Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat di atas, beliau mengatakan, ??? ????? ???? ?? ???? ????? ???? ????? ??? ?? ????? ?????? ???? ?????: { ????????? } ??: ????? ?????? ??? ???? ?????? ????? ?? ??? Mayoritas ulama ahlus sunah berdalil dengan ayat ini bahwa neraka saat ini sudah ada. Berdasarkan firman Allah, ¡± ?????????¡± ¡¯disediakan¡¯ artinya telah disiapkan. Dan terdapat banyak hadis yang menunjukkan hal itu. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/202) Diantara dalil hadis yang menunjukkan bahwa surga dan neraka telah diciptakan, 1. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ¡®anhu, Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda, ?????? ?????? ??????? ?????????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ????? ??????????? ???????: ??????? ????????? ??????? ??? ?????????? ??????????? ??????. ???????? ????????? ????????? ???????: ??????????? ??? ???????? ????? ?????? ?????? ?????????. ???????? ????? ????????? ??????????????? ???????: ??????? ????????? ????????? ????????? ??????? ??? ?????????? ??????????? ??????. ???????? ?????????? ??????? ???? ???? ??????? ??????????????? ???????: ??????????? ?????? ??????? ???? ??? ??????????? ??????. ?????: ??????? ????????? ????? ???????? ??????? ??? ?????????? ??????????? ??????. ???????? ????????? ??????? ???? ???????? ????????? ???????? ???????? ???????: ??????????? ??? ??????????? ??????. ???????? ????? ????????? ??????????????? ???????: ??????? ????????? ?????????. ???????? ????????? ??????? ???? ???? ??????? ??????????????? ???????? ???????: ??????????? ?????? ??????? ???? ??? ???????? ??????? ?????? ?????? ????????? Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus jibril ¡®alaihis salam untuk menuju surga. Allah berfirman: ¡°Lihatlah dan semua nikmat yang Aku janjikan bagi penghuninya.¡± Jibrilpun melihatnya, lalu kembali menuju Allah. ¡±Demi Keagungan-Mu, tidak ada seorangpun yang mendengar surga kecuali dia ingin memasukinya.¡± kata Jibril. Kemudian Allah perintahkan agar surga dikelilingi dengan semua hal yang tidak disukai nafsu. ¡±Sekarang lihat kembali, dan lihat apa saja isinya yang Aku siapkan untuk penghuninya.¡± perintah Allah. Jibrilpun melihatnya, ternyata sudah dikelilingi dengan semua yang tidak disukai nafsu. ¡±Demi Keagungan-Mu, saya khawatir, tidak ada seorangpun yang berhasil memasukinya.¡± kata Jibril. Allah perintahkan, ¡±Lihatlah neraka, dan siksa yang Aku janjikan untuk penghuninya.¡± Jibrilpun melihatnya, ternyata satu sama lain saling tumpang tindih. Lalu beliau kembali. ¡±Demi Keagungan-Mu, tidak ada seorangpun yang ingin memasukinya.¡± kata Jibril. Lalu Allah perintahkan agar dikelilingi dengan syahwat. ¡±Kembalilah, dan lihat neraka.¡± perintah Allah kepada Jibril. Jibrilpun melihatnya, ternyata sudah dikelilingi dengan semua yang sesuai syahwat. Lalu beliau kembali. ¡±Demi Keagungan-Mu, saya khawatir tidak ada seorangpun yang bisa selamat untuk terjerumus ke dalam neraka.¡± kata Jibril. (HR. Ahmad 8398, Nasai 3763, Abu Daud 4744, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth). 2. Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ¡®anhu, Ketika kami bersama Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam, tiba-tiba kami mendengar sebuah benda jatuh, lalu Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam bertanya, ¡±Tahukah
|
Hukum Makanan Khusus pada Hari Raya Bid¡®ah
Fatwa Ulama: Hukum Makanan Khusus pada Hari Raya Bid¡®ah Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus Pertanyaan: Apakah diperbolehkan memakan makanan yang disajikan dalam perkumpulan-perkumpulan yang diadakan untuk memperingati hari raya bid¡®ah? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan. Jawaban: Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ¡®alamin, selawat dan salam atas utusan Allah rahmatan lil alamin wa ¡®ala alihi washahbihi waikhwanihi ila yaumiddin. Amma ba¡¯du. Ketahuilah bahwa Allah Ta¡®ala telah membatalkan perayaan-perayaan masa jahiliah dan menggantinya untuk umat Islam dengan dua hari raya, di mana mereka berkumpul untuk berzikir dan melaksanakan salat, yaitu: Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha. Telah diriwayatkan dengan sahih bahwa ketika Nabi ? tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Anshar memiliki dua hari yang mereka gunakan untuk bermain-main dan menganggapnya sebagai dua hari raya. Maka, Nabi ? bersabda, ????? ????? ???? ???????????? ??????? ??????? ?????????: ?????? ????????? ???????? ???????? ¡°Sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari tersebut dengan yang lebih baik darinya, yaitu hari Al-Fithri dan hari An-Nahr.¡± [1] Sebagaimana Allah Ta¡®ala telah mensyariatkan bagi umat Islam untuk berkumpul dalam rangka beribadah dan mengingat Allah pada hari Jumat, hari Arafah, dan hari-hari tasyrik. Adapun selain itu, maka tidak diperbolehkan untuk merayakannya. Baik itu berupa hari raya keagamaan, seperti Hari Raya Natal dan Tahun Baru Masehi, Hari Ibu, Natal (Christmas) bagi kaum Nasrani, atau Hari Raya Yobel bagi kaum Yahudi. Demikian pula dengan perayaan-perayaan kaum Rafidhah, seperti Hari Raya Ghadir, Hari Raya Isra Mi¡®raj, peringatan Asyura, malam awal bulan Sya¡®ban, malam pertengahan Sya¡®ban, malam bulan Rajab, malam pertengahan Rajab, perayaan Maulid Nabi yang dilakukan oleh mereka (Rafidhah) dan kaum sufi, perayaan pergantian abad hijriah, dan semisalnya. Dan hari-hari raya lainnya, seperti perayaan ulang tahun dan yang semisalnya dari perkara-perkara baru yang diada-adakan (bid¡®ah), di mana banyak kaum muslim mengikuti jalan musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nasrani, dan yang serupa dengan mereka. Mereka meniru mereka dalam perayaan-perayaan mereka, akhlak mereka, cara hidup mereka, serta berbagai aspek kehidupan mereka. Nabi ? bersabda, ????????????? ?????? ???? ????? ??????????? ??????? ??????? ?????????? ?????????? ?????? ???? ???????? ?????? ????? ??????????????? ? ???????: ???? ??????? ?????? ????????? ??????????????? ?????: ???????? ¡°Sungguh, engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga kalaulah mereka masuk liang dhab, niscaya kalian mengikuti mereka¡±. Kami bertanya, ¡°Wahai Rasulullah, Yahudi dan nasranikah?¡± Nabi menjawab, ¡°Siapa lagi kalau bukan mereka?¡± [2] Maka, wajib bagi kita untuk meninggalkan semua hari raya yang tidak disyariatkan oleh Allah kepada kita, serta meninggalkan segala bentuk yang berkaitan dengannya dan hal-hal yang menjadi pelengkapnya, seperti berkumpul untuk mengadakan kajian atau ceramah, makan bersama, atau mengadakan pesta perayaan. Hal ini karena ????????? ????????? ?????? / ¡°Segala sesuatu yang menjadi pelengkap atau turunan dari sesuatu adalah bagian darinya (dan mengikuti hukumnya).¡± dan yang termasuk di dalamnya adalah ?????????? ???????/ ¡°Yang mengikuti memiliki hukum yang sama dengan yang diikutinya.¡± Adapun alasan-alasan yang menjadi dasar larangan dan pengharamannya dapat dirangkum sebagai berikut: Pertama: Bahwa perayaan-perayaan tersebut termasuk perkara yang diada-adakan (muhdatsat al-umur), dan telah diriwayatkan dari Nabi ? bahwa beliau bersabda, ???????????? ????????????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ????????? ??????? ???????? ????????? ¡°Jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan, karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid¡®ah, dan setiap bid¡®ah adalah kesesatan.¡± [3] Nabi ? bersabda, ??????? ????????? ??????????????? [??????? ?????????? ????????]? ??????? ???????? ?????????? [??????? ????????? ??? ???????? ¡°Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan [setiap perkar
|