¿ªÔÆÌåÓý

ctrl + shift + ? for shortcuts
© 2025 ¿ªÔÆÌåÓý

PANDUAN PRAKTIS IEDUL FITHRI

 

PANDUAN PRAKTIS IEDUL FITHRI DAN HARI RAYA BERSAMA PEMERINTAH

Berkenaan menjelang hari raya Idul Fithri yang berbahagia ¨Csemoga momentum tersebut menjadikan Allah °Õ²¹¡¯²¹±ô²¹ berkenan mengembalikan kita dan seluruh kaum muslimin kepada kebahagiaan, kehormatan, kebaikan, keberkahan, kemuliaan, dan kembali ke sejatinya yaitu kepada Agama Allah Azza wa Jalla¨C maka (perkenankan) saya untuk mengingatkan saudara-saudara saya yang muslim mengenai serangkaian adab dan sunnah hari raya ¡®Idul Fithri beserta peringatan terhadap beberapa perkara bid¡¯ah dan maksiat yang terjadi pada hari raya ¡®Idul Fithri, sekaligus mengingatkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum shalat ¡®Ied diselenggarakan.

Baca selengkapnya
Panduan Praktis Iedul Fithri


Hari Raya Bersama Rasulullah


Iedul Fithri dan Halal bi Halal


Hari Raya Bersama Pemerintah


Tata Cara Mengeluarkan Zakat Fithri


Panduan Puasa Enam Hari Bulan Syawwal


? Video Pendek
:: Khutbah Iedul Fitri - Nasehat tentang Syukur, Sabar, Taqwa, Takut dan Harap, dan Istiqomah ::


:: Wajib Zakat Fitri dengan Makanan Pokok, Tata Cara Sholat Ied dan Kesalahan Berkaitan Dengan Ied ::


:: Amal-Amal Sholeh yg Terus kita Lakukan sesudah Ramadhan ::


Tolong dibaca dan dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare.
Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam.
Jazaakumullahu khairan.


Re: Doa Mandi Junub

 

Adakah dalil berdoa setelah sholat fardhu dan mengusap wajah usai berdoa?
Syukron
Agus S


Pada Kam, 20 Mar 2025 06.32, Abu Prada Aisyah via <abupradaaisyah=[email protected]> menulis:

Doa Mandi Junub


Pertanyaan:

Assalamu ¡®alaikum. Doa apa yang harus dibaca ketika mandi junub? Selama ini saya hanya membaca basmalah saja. Mohon penjelasannya. Terimakasih atas jawabannya.

Rosmiati (rosmiati**@yahoo.***)


Jawaban:

Wa¡¯alaikumussalam warahmatullah.

Kami tidak mengetahui adanya doa apapun baik sebelum maupun sesudah mandi junub.

Yang ada adalah membaca basmalah sebelum mandi.

Ulama berbeda pendapat, apakah ada anjuran untuk membaca basmalah sebelum mandi junub?

Terdapat sebuah hadis dari Abu Said al-Khudri?radhiallahu ¡®anhu, bahwa Nabi?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

??? ??????? ?????? ???? ???????? ????? ??????? ????????

¡°Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah) sebelum wudhu.¡±

Status hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad 11371, Ibnu Majah 429, dan yang lainnya. Dan ulama berbeda pendapat dalam menilai hadis ini. Sebagian ulama menilainya sebagai hadis hasan. Seperti al-Albani. Dan ulama lain menilainya dhaif. Karena dalam sanadnya terdapat perawi bernama Rubaih bin Abdurrahman dan Katsir bin Zaid yang statusnya dhaif jika sendirian.

(Ta¡¯liqat Musnad Ahmad, 17/464).

Bagi ulama yang menshahihkan hadis ini, mereka berbeda pendapat, apakah hukum membaca basmalah sebelum mandi junub?

Pertama, sebagian ulama berpendapat bahwa membaca basmalah hukumnya wajib, baik ketika wudhu, mandi, maupun tayamum.

Ini adalah pendapat Imam Ahmad dalam salah satu riwayat, pendapat Abu Bakr, Hasan al-Bashri, dan Ishaq bin Rahuyah.

Kedua, basamalah hukumnya anjuran dalam semua kegiatan mensucikan diri dari hadats. Baik wudhu, mandi, maupun, tayammum.

Ini merupakan pendapat Imam Ahmad menurut riwayat yang masyhur. Al-Khallal mengatakan,

???? ?????? ???????? ??? ??? ?? ??? ?? ???? ??? ??? ???????

Riwayat-riwayat yang shahih dari Imam Ahmad, bahwa tidak membaca basamalah hukumnya boleh. (al-Mughni, 1/114)

Dan ini pendapat at-Tsauri, Imam Malik, Imam as-Syafii, Abu Ubaid bin Sallam, Ibnul Mundzir, dan ulama Kufah.?(al-Mughni, 1/114)

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa membaca basmalah tidak wajib ketika mandi, karena mandi junub tidak sebagaimana wudhu.

Jika kita mengambil pendapat mayoritas ulama, maka di sana ada anjuran untuk membaca basmalah sebelum mandi. Dan boleh saja orang menyebutnya sebagai doa mandi junub.

Allahu a¡¯lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits?(Dewan Pembina?Konsultasisyariah.com)


Referensi:?


Apakah Boleh Menggunakan Wig (Rambut Palsu)? Bagaimana Cara Wudhu dan Mandi Wajib Bagi Orang yang Menggunakan Wig?

 

Apakah Boleh Menggunakan Wig (Rambut Palsu)? Bagaimana Cara Wudhu dan Mandi Wajib Bagi Orang yang Menggunakan Wig?


Pertanyaan:

Aku adalah seorang remaja wanita berumur 27 tahun. Aku tidak memiliki rambut kepala sama sekali karena suatu penyakit. Semoga Allah memberi kami dan kalian kesehatan. Karena hal ini aku merasa sangat berat ketika hendak keluar di hadapan orang-orang atau rekan kerjaku. Ini sangat mempengaruhi kejiwaanku.?

Aku ditawari pemasangan wig (rambut palsu) yang ditempel di kepala secara permanen dan bisa dilepas sebulan sekali. Bolehkan saya menggunakan wig jenis ini, termasuk ketika wudu dan salat? Karena menurutku, itu solusi tepat bagiku, karena pekerjaan dan hidupku menuntutku untuk selalu hadir di tengah manusia, sehingga aku selalu merasa sulit dan berat jika harus menyembunyikan aib ini. Beri fatwa untuk saya, mengingat ini adalah perkara penting, dan secara pribadi sangat bermasalah bagi saya.


Ringkasan Jawaban:

Sebagian ulama memberi keringanan menggunakan wig bagi yang tidak memiliki rambut sama sekali. Jika Anda menggunakan wig karena alasan tersebut, maka Anda wajib mengusapnya ketika wudu, karena mengusap di sini sifatnya ringan. Dan Anda wajib melepas wig tersebut ketika mandi wajib, karena air harus membasahi keseluruhan kulit. Baca lebih detail pada jawaban terperinci.


Jawaban Rinci:

  1. Hukum Menggunakan Wig

Hukum asalnya adalah?haram?menggunakan wig, karena ada riwayat dari Bukhari (5477) dan Muslim (2127) dari Humaid bin Abdurrahman bin Auf bahwa dia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan?ra?iyall¨¡hu ?anhu?di musim haji dia berkata di atas mimbar sambil memegang seikat rambut (sambungan rambut) yang didapat dari tangan pengawalnya:

??????? ?????????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???? ?????? ?????? ????????? ???????? ???????? ????? ???????????? ????? ???????? ?????? ???????????

¡°Dimanakah ulama kalian!? Aku pernah mendengar Rasulullah?sallall¨¡hu ¡®alaihi wa sallam?melarang seperti ini, beliau bersabda: ¡®Bani Israil binasa ketika wanita-wanita mereka memakai seperti ini.¡¯¡±

Dan banyak ulama menganggap penggunaan wig, termasuk menyambung rambut, dan orang yang menyambung rambut, dan yang meminta disambung rambutnya, dilaknat oleh Allah, sebagaimana dalam riwayat Bukhari (5937) dan Muslim (2122) dari Ibnu Umar?ra?iyall¨¡hu ?anhum¨¡?bahwa Rasulullah sallall¨¡hu ¡®alaihi wa sallam bersabda,

?????? ??????? ???????????? ??????????????????? ?????????????? ???????????????????

¡°Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang meminta disambung rambutnya dan melaknat orang yang membuat tato dan yang minta ditato.¡± (Muttafaqun ?alaihi)

Lihat?Fatawa al-Lajnah ad-Daimah?(5/191)

Namun sebagian mereka memberi keringanan dalam menggunakan wig bagi yang tidak memiliki rambut secara total.

Syeikh Ibnu Utsaimin?ra?imahullahu ta?al¨¡?pernah ditanya tentang wanita yang mengonsumsi obat yang berakibat rontoknya sebagian besar rambutnya namun enggan menggunakan wig karena menganggap bahwa penggunaannya haram. Beliau menjawab, ¡°Penggunaan wig dalam kondisi yang diceritakan ini, di mana rambutnya rontok dan tidak mungkin tumbuh lagi, tidaklah mengapa. Kami katakan bahwa penggunaan wig dalam kondisi seperti ini tidak mengapa, karena tujuan sebenarnya bukan untuk menambah kecantikan tapi menghilangkan aib. Hal ini tidak masuk dalam masalah menyambung rambut yang pelakunya dilaknat oleh Nabi?sallall¨¡hu ¡®alaihi wa sallam.?Beliau melaknat?²¹±ô-°Â¨¡?¾±±ô²¹³ó?dan?al-Mustau?ilah.?´¡±ô-°Â¨¡?¾±±ô²¹³ó?adalah orang yang menyambung rambutnya dengan sesuatu.?

Namun wanita penanya ini sebenarnya tidak seperti?²¹±ô-°Â¨¡?¾±±ô²¹³ó?karena tidak bertujuan untuk mempercantik diri atau menambah rambut yang telah Allah?Tab¨¡raka wa Ta¡¯¨¡la?ciptakan untuknya, dan hanya untuk menghilang aib diri yang menimpanya. Ini tidak mengapa, karena untuk menghilang aib diri, bukan mempercantik diri, sedangkan dua hal ini berbeda.¡± Selesai kutipan dari situs beliau.

Beliau?ra?imahullahu ta?al¨¡?berkata, ¡°Jika ada yang bertanya, ¡®Apa pendapat Anda tentang wanita yang botak yang tidak ada sedikit pun rambut di kepalanya, bolehkah menggunakan wig untuk menutup aibnya dan bukan untuk kecantikan atau memanjangkan rambut?'¡±

Jawabannya,?´¡±ô±ô¨¡³ó³Ü²¹¡¯±ô²¹³¾: Boleh. Namun, ada kisah seorang wanita dan putrinya yang terkena campak sehingga rusak rambutnya, kemudian bertanya kepada Nabi?sallall¨¡hu ¡®alaihi wa sallam?untuk menyambung rambutnya dan beliau melarangnya.

Jawaban atas hadis ini, yang nampak bahwa rambutnya tidak hilang secara keseluruhan karena dia meminta disambung. Minta disambung menunjukkan bahwa akar rambutnya masih ada. Jika akar rambutnya masih ada artinya tujuannya adalah untuk memperbagus dan memperindahnya. Adapun jika tidak ada akar rambutnya, ini aib. Jadi, yang saya maksud botak adalah wanita yang kepalanya tidak ada rambutnya sama sekali, seperti pipinya. Ini ada, jangan sangka ini hanya pengandaian, ini nyata dan ada kejadiannya. Sehingga yang nampak bagiku bahwa seperti ini tidaklah mengapa karena perbedaan maksud dalam menyambung rambut yang terlarang dan terlaknat dengan menyambung rambut yang ini. Selesai kutipan dari ?arhu ?ah¨©h al-Bu?¨¡ri (7 599,600)

  1. Hukum Cangkok Rambut bagi yang Rontok Rambutnya

Dibolehkan bagi orang yang mengalami kerontokan rambut untuk berobat, walaupun dengan cara cangkok rambut, dan ini bukan termasuk mengubah ciptaan Allah, namun mengobati penyakit yang Allah ciptakan.

Akademi Fikih Islam mengeluarkan sebuah resolusi tentang operasi plastik estetik dalam Muktamar Islamnya, dalam daurah yang ke 18 di Malaysia, dari 24-29 Jumadil Akhirah 1428 H atau 9-14 Juli 2007 M. Dalam penjelasan jenis operasi yang dibolehkan adalah: memperbaiki aib yang terjadi karena bekas luka bakar, kecelakan, penyakit dan lain sebagainya, seperti transplantasi dan penambalan kulit, rekonstruksi bentuk payudara setelah operasi pengangkatan baik keseluruhan atau sebagian, jika ukurannya baik besar atau kecil berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya, dan transplantasi rambut ketika rontok terutama untuk wanita. Selesai kutipan.

  1. Bagaimana Cara Berwudu dan Mandi bagi yang Menggunakan Wig?

Ketika seorang wanita menggunakan wig, Anda harus mengusapnya ketika wudu, karena mengusap di sini sifatnya ringan, dan Nabi?sallall¨¡hu ¡®alaihi wa sallam?pernah mengikat rambutnya ketika haji dan mengusapnya dengan menaruh semacam gel agar rambutnya saling rapat sehingga tidak kemasukan debu.

Namun wig wajib dilepas ketika mandi wajib, karena air harus menyentuh seluruh kulit.

Lihat jawaban tambahan pada jawaban soal nomor 141074

  1. Tidak boleh menampakkan rambut palsu (wig) Anda di hadapan lelaki, karena termasuk perhiasan yang harus ditutupi, dan bisa menimbulkan fitnah.

Kami berdoa kepada Allah untuk kesehatan dan kesembuhan Anda.

´¡±ô±ô¨¡³ó³Ü²¹¡¯±ô²¹³¾.

Sumber:?


Referensi:?


SALAH MEMAKNAI IDUL FITHRI

 

SALAH MEMAKNAI IDUL FITHRI, KEMANA PERGINYA UANG UMAT ISLAM?

Sudah terbentuk opini di kalangan banyak kaum Muslimin bahwa Idul Fithri adalah saat bersenang-senang, seakan baru lepas dari beban puasa selama satu bulan penuh. Sebagian lagi berdalih menikmati keuntungan melimpah dari hasil dagang selama Ramadh?n. Sebagian yang lain mengemukakan alasan-alasan lain sesuai dengan aktifitasnya selama Ramadh?n. Yang jelas, menurut anggapan sementara sebagian kaum Muslimin, Idul Fithri adalah hari bersenang-senang sampai puas, seakan tanpa batas.

Baca selengkapnya
Salah Dalam Memaknai Idul Fithri


Hukum Mengemis dan Meminta Sumbangan


Dzikir Amalan Terbaik dan Kunci Kebaikan


Adab-Adab Tilawah Al-Qur¡¯an


Amal Jelek Beban Di Dunia dan Akhirat


? Video Pendek
:: Amal-Amal Sholeh yg Terus kita Lakukan sesudah Ramadhan ::


:: Nikmat Diberikan Hidayah Di atas Islam dan Sunnah ::


Tolong dibaca dan dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare.
Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam.
Jazaakumullahu khairan.


Baca Doa Ini! Agar Setan tidak Masuk Rumah Anda

 

Baca Doa Ini! Agar Setan tidak Masuk Rumah Anda


Tanya: Apakah doa masuk rumah ( ??? ????) secara pahala,? sama dengan pahala orang yang membaca doa keluar rumah (dicukupi, dilindungi, diberi hidayah)?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala Rasulillah, wa ba¡¯du,

Ada hadis yang menganjurkan agar kita menyebut nama Allah saat masuk rumah. Tujuannya adalah agar setan dari luar tidak turut masuk rumah bersama kita. Dalam hadis dari Jabir bin ¡®Abdillah?radhiyallahu ¡®anhuma,?Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

????? ?????? ????????? ???????? ???????? ??????? ?????? ????????? ???????? ????????? ????? ???????????? ??? ??????? ?????? ????? ???????. ??????? ?????? ?????? ???????? ??????? ?????? ????????? ????? ???????????? ???????????? ??????????. ??????? ???? ???????? ??????? ?????? ????????? ????? ???????????? ?????????? ????????????

¡°Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), ¡°Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.¡±

Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), ¡°Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.¡± Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan-pun berkata, ¡°Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.¡± (HR. Muslim 2018).

Hadis ini secara umum menunjukkan anjuran untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan.

Adakah bacaan khusus ketika masuk rumah?

Terdapat sebuah hadis yang menyebutkan bacaan khusus ketika masuk rumah. Hadis dari Abu Malik al-Asy¡¯ari?radhiyallahu ¡®anhu, Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

????? ?????? ????????? ??? ???????? ?????????? ?????????? ?????? ?????????? ?????? ??????????? ???????? ??????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ??????? ????????? ??????? ??????? ???????? ???????????? ????? ??????????? ????? ????????

Apabila seseorang memasuki rumahnya, maka hendaknya dia mengucapkan, ¡®Allahumma inni as-aluka khoirol mawlaji wa khoirol makhroji, bismillahi walajnaa wa bismillahi khorojnaa wa alallahi robbinaa tawakkalnaa¡¯

(Ya Allah, aku memohon pada-Mu kebaikan ketika masuk dan keluar dari rumah. Dengan nama Allah, kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar dan hanya kepada Allah Rabb kami, kami bertawakkal). Lalu hendaklah menyampaikan salam pada keluarganya.¡± (HR. Abu Daud 5096. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho¡¯if. Hadis ini juga dinilai dho¡¯ifkan oleh al-Albani).

Mengingat hadis ini statusnya dhaif, maka kita tidak merekomendasikan untuk merutinkannya. Hanya saja, dianjurkan bagi kita untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dengan kalimat umum, misalnya dengan mengucapkan?bismillah¡­ selanjutnya ucapkan salam untuk yang ada di dalam rumah.

Sementara janji dicukupi, dilindungi, dan diberi hidayah, berlaku untuk keutamaan doa ketika keluar rumah.

Dalam hadis dari Anas bin Malik?radhiyallahu ¡®anhu, Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?menjelaskan keutamaan doa ini,

????? ?????? ????????? ???? ???????? ??????? ?????? ??????? ??????????? ????? ???????? ??? ?????? ????? ??????? ?????? ?????????? ?????: ??????? ?????????: ???????? ?????????? ?????????? ???????????? ???? ?????????????? ????????? ???? ????????? ?????: ?????? ???? ???????? ???? ?????? ???????? ?????????

¡°Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ¡®Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.¡¯

Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya,

¡®Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.¡¯ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani)

Allahu a¡¯lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits?(Dewan Pembina?Konsultasisyariah.com)


Referensi:?


Cara Mengatasi Galau Menurut Islam

 

Cara Mengatasi Galau Menurut Islam


Bagaimana cara mengatasi galau? Soalnya ini penyakitnya para remaja.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala Rasulillah, amma ba¡¯du,

Sebelumnya mohon maaf, sebenarnya kami kesulitan memahami arti kata ¡®galau¡¯. Banyak orang sering menggunakannya, namun terkadang mereka kesulitan menyebutkan batasannya. Kami mencoba googling, ketemu beberapa keterangan unik tentang galau.

Ada yang bilang, ¡°galau itu adalah perasaan kacau dalam hati, bingung harus memilih, bisa juga ragu-ragu.¡±

Ada juga yang bilang, ¡°Galau itu ketika orang itu tengah kosong, dan itu berasal dari hati.¡±

Ada yang mengatakan, ¡°Perasaan kacau gara-gara cinta.¡±

Jika kita merujuk pada KBBI, galau diartikan dengan kacau, tidak karuan.

Menyimak banyak definisi malah bikin kita galau untuk memahami kata galau. Tapi pada intinya kita bisa menyimpulkan, galau adalah perasaan kacau, karena memikirkan masa depan atau bingung menentukan pilihan.

Obsesi Manusia

Bagian dari karakter manusia, mereka memiliki obsesi dan harapan. Dan karena karakternya yang tamak, obsesi itu selalu berkembang. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ¡®anhuma, Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda,

???? ????? ??????? ????? ?????????? ???? ????? ?????????? ???????? ? ????? ??????? ?????? ????? ????? ?????? ??????????

Jika manusia memiliki dua lembah penuh dengan harta, pasti dia akan mencari lembah harta ketiga. Tidak ada yang bisa memenuhi perut anak Adam, selain tanah. (HR. Bukhari 6436 & Muslim 2462)

Tidak ada yang bisa menghentikan manusia untuk selalu mengejar obsesinya, selain kematian.

Anda bisa perhatikan gambar berikut,

obat galau

Sahabat Ibnu Mas¡¯ud pernah menceritakan penjelasan Nabi?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?tentang karakter manusia,

????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ??????????? ??????? ?????? ??? ????????? ???????? ??????? ??????? ??????? ???????? ????? ????? ??????? ??? ????????? ???? ????????? ??????? ??? ?????????? ???????: ????? ????????????? ??????? ???????? ??????? ????? ???? ???? ??????? ????? ??????? ??????? ???? ??????? ????????? ???????? ????????? ?????????? ????????????? ?????? ?????????? ????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ????? ???????? ?????

Nabi?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?pernah membuat bangun segi empat, lalu beliau membuat garis lurus di tengahnya yang menembus bangun segi empat itu. Kemudian beliau membuat garis kecil-kecil menyamping diantara garis tengah itu. Lalu beliau bersabda,

¡°Ini manusia. Dan ini ajalnya, mengelilinginya. Dan garis yang menembus bangun ini adalah obsesinya. Sementara garis kecil-kecil ini adalah rintangan hidup. Jika dia berhasil mengatasi rintangan pertama, dia akan tersangkut rintangan kedua. Jika dia berhasil lolos rintangan kedua, dia tersangkut rintangan berikutnya.¡±?(HR. Bukhari 6417).

Pelajaran hadis,

Bahwa sejatinya semua manusia mengalami galau, karena tidak ada satupun manusia yang tahu masa depannya. Sementara mereka semua berharap bisa mendapatkan cita-citanya. Allah berfirman,

????? ??????? ?????? ?????? ???????? ?????

¡°Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok.¡±?(QS. Luqman: 34)

Pelajaran lain, bahwa kita selalu memikirkan obasesi yang belum pasti, namun kita sering melupakan sesuatu yang pasti, yaitu kematian.

Karena itu, semata mengalami galau, pikiran kacau, bingung dalam menentukan arah hidup, bukanlah kesalahan. Hampir semua manusia mengalaminya. Yang lebih penting adalah mengatasi kondisi galau, sehingga tidak sampai menyeret kita kepada jurang maksiat.

Ada beberapa saran yang bisa kita lakukan, untuk mengurangi rasa galau,

Pertama, Sibukkan Diri dengan Semua yang Bermanfaat

Secara garis besar, Rasulullah?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?telah memberikan panduan, agar manusia selalu maju menuju lebih baik dalam menghadapi hidup.

Dari Abu Hurairah?Radhiyallahu ¡®anhu, Rasullullah?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

???????? ????? ??? ??????????, ??????????? ??????????, ????? ????????, ?????? ????????? ?????? ????? ??????: ???? ?????? ???????? ????? ????? ???????, ???????? ????: ??????? ???????? ????? ????? ??????; ??????? ???? ???????? ?????? ?????????????

Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kalian mengalami kegagalan, jangan ucapkan, ¡®Andai tadi saya melakukan cara ini, harusnya akan terjadi ini¡­dst.¡¯ Namun ucapkanlah, ¡®Ini taqdir Allah, dan apa saja yang dia kehendaki pasti terjadi.¡¯ Karena berandai-andai membuka peluang setan. (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, Ibn Hibban 5721, dan yang lainnya).

Mari kita kupas setiap bagian dalam hadis di atas,

Pertama, sibukkan diri untuk selalu mengerjakan yang manfaat. Beliau tidak memberikan batasan, artinya memberikan makna umum, sehingga ini berlaku baik untuk manfaat dunia maupun akhirat. Karena ketika kita sibuk dengan ?segala yang bermanfaat, kita tidak memiliki waktu luang untuk melakukan perbuatan yang tidak manfaat, apalagi berbahaya.

Ibnul Qoyim mengatakan,

?? ???? ??????? ????? ??? ????? ?????? ??????? ??? ????? ?? ???? ?????? ?? ?? ?? ?????? ??? ?????? ????? ??? ???? ??? ??

Bahaya terbesar yang dialami seorang hamba, adalah adanya waktu nganggur dan waktu luang. Karena jiwa tidak akan pernah diam. Ketika dia tidak disibukkan dengan yang manfaat, pasti dia akan sibuk dengan hal yang membahayakannya. (Thariq al-Hijratain, hlm. 413)

Seorang mukmin tidak perlu merasa kesulitan untuk mencari apa yang manfaat baginya. Karena semua yang ada di sekitarnya, bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat baginya. Jika dia belum bisa melakukan kegiatan yang manfaatnya luas, dia bisa awali dengan kegiatan yang manfaatnya terbatas. Setidaknya dia gerakkan lisannya untuk berdzikir atau membaca al-Quran. Atau berusaha menghafal al-Quran atau membaca buku yang bermanfaat.

Tidak ada istilah nganggur bagi seorang mukmin. Karena setiap mukmin selalu sibuk dengan semua kegiatan yang manfaat.

Ibnu Mas¡¯ud mengatakan,

??? ????? ?? ??? ????? ????? ?? ?? ??? ???? ??? ????

Sungguh aku marah kepada orang yang nganggur. Tidak melakukan amal dunia maupu amal akhirat. (HR. Thabrani dalam Mu¡¯jam al-Kabir, 8539).

Kedua, jangan lupa diiringi dengan doa

Inilah kelebihan orang mukmin yng tidak dimiliki selain mukmin. Setiap mukmin memiliki kedekatan hati dengan Rabnya. Karena mereka memiliki harapan di sisi Rabnya, yang ini tidak dimiliki oleh orang kafir.

¡°mintalah pertolongan kepada Allah¡±

Mengingatkan agar kita tidak hanya bersandar dengan kerja yang kita lakukan, tetapi harus diiringi dengan tawakkal kepada Allah. Karena keberhasilan tidak mungkin bisa kita raih, tanpa pertolongan dari Allah.

Ketiga, jangan merasa lemah

Dalam melakukan hal yang terbaik dalam hidup, bisa dipastikan, kita akan mengalami rintangan. Seorang mukmin, rintangan bukan sebab untuk putus asa. Karena dia paham, rintangan pasti di sepanjang perjalanan hidupnya.

Kedua, Hindari Panjang Angan-angan

Terlalu ambisius menjadi orang sukses, memperparah kondisi galau yang dialami manusia. Dia berangan-angan panjang, hingga terbuai dalam bayangan kosong tanpa makna. Karena itulah, Rasulullah?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?dan para sahabat mencela panjang angan-angan.

Dari Abu Hurairah?Radhiyallahu ¡®anhu, Nabi?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

??? ??????? ?????? ?????????? ??????? ??? ??????????? ??? ????? ?????????? ? ??????? ????????

Hati orang tua akan seperti anak muda dalam dua hal: dalam cinta dunia dan panjang angan-angan.?(HR. Bukhari 6420)

Ali bin Abi Thalib mengatakan,

??? ???? ?? ???? ????? ?????? ????? ???? ?????? ????? ?????? ????? ????? ?? ?????? ????? ??? ????? ????? ??????. ??? ???? ??????? ?????? ?????

¡°Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah menikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.

Ketiga, Jangan Merasa Didzalimi Taqdir

Ketika anda merasa lebih gagal dibandingkan teman anda,

ketika anda ?merasa lebih miskin dibandingkan rekan anda,

Ketika anda terkatung-katung di dunia kuliah, sementara teman anda telah sukses di dunia kerja dan keluarga,

Anda tidak perlu berduka, karena duka anda tidak akan mengubah nasib anda. Yang lebih penting kendalikan hati agar tidak hasad dan dengki. Anda perlu mengingat hadis ini,

Dari Abu Hurairah?Radhiyallahu ¡®anhu,?Rasullullah?Shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

????????? ????? ???? ???? ???????? ???????? ???? ?????????? ????? ???? ???? ?????????? ????????? ???????? ???? ?? ?????????? ???????? ??????? ??????????

Perhatikanlah orang yang lebih rendah keadaannya dari pada kalian, dan jangan perhatikan orang yang lebih sukses dibandingkan kalian. Karena ini cara paling efektif, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah bagi kalian. (HR. Ahmad 7657, Turmudzi 2703, dan Ibn Majah 4142)

Ketika anda melihat ada orang kafir yang bergelimang nikmat, anda perlu ingat bahwa nikmat iman yang anda miliki.

Ketika anda melihat orang muslim ahli maksiat lebih sukses, anda perlu ingat, Allah lebih mengunggulkan anda dengan taat.

Keempat, Jangan Lupakan Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Diantara doa yang bisa anda rutinkan,

?????????? ???????? ??? ?????? ??????? ???? ???????? ??????? ?????????? ??? ????????? ??????? ?????? ???????? ?????????? ??? ???????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????????? ????????? ??? ??? ????? ?????? ????????? ????????? ??????? ??? ???? ????? ?????

Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan. (HR. Muslim no. 2720).

Semoga Allah selalu membimbing kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin

Allahu a¡¯lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits?(Dewan Pembina?Konsultasisyariah.com)



Referensi:?


Nazar Dalam Mimpi?

 

Nazar Dalam Mimpi?


Ustadz, kami pernah bermimpi bahwa kami melakukan nazar di dalam mimpi, untuk menyembelih sapi jika anak telah menikah dan tidak terkena mara bahaya. Dan ini sapi alhamdulillah sudah terlanjur terbeli. Bagaimana menyikapi nazar seperti ini?

Hamba Allah, di Sumsel


Jawaban:

Bismillah wal hamdulillah was sholaatu was salaamu ¡®ala rasulillah wa ba¡¯du.

Pertama, kita pahami terlebih dahulu apa syarat nazar.

Untuk dihukumi sah, nazar disyaratkan harus diucapkan dengan lisan. Di dalam Fatawa Syabakah Islamiyyah nomor?156139,

??? ????? ?? ????? ????? ?????? ?? ?? ?? ??? ?? ?????? ???????

¡°Nazar tidak sah hanya sebatas niat dalam hati. Untuk sah, harus diucapkan dengan lisan.¡±

Nazar dalam mimpi tentu tidak bisa disebut nazar. Karena seorang tidak mengucapkan nazar dengan lisannya, dia tidak sedang dalam kondisi sadar. Sehingga tidak perlu dihiraukan. Karena mimpi tidak bisa dijadikan dasar suatu amalan. Menjadikannya dasar amal shalih adalah akar kebid¡¯ahan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sufi.

Kecuali jika saat terbangun dengan sadar dia mengucapkan nazar dengan lafadz yang tegas, seperti: ¡°saya bernazar kalau anak saya bla bla¡­.saya mau menyembelih sapi.¡± Atau ungkapan semakna, tidak ada lafadz khusus dalam bernazar.

Kedua, kenali jenis nazarnya.

Jika memang sudah terbukti bahwa mimpi itu telah menjadi nazar yang diucapkan lisan dalam kondisi sadar, mari kita kenali dua macam nazar berikut. Masuk ke nazar jenis manakah nazar yang disampaikan pada pertanyaan di atas?

  1. Nazar mutlak.

Yaitu nazar yang tidak dikaitkan dengan syarat, harapan, atau tercapainya sesuatu.

  1. Nazar muqoyyad.

Yaitu nazar yang dikaitkan dengan syarat, harapan, atau tercapainya sesuatu.

Nazar yang disebutkan di atas, tergolong nazar jenis kedua ini. Karena dikaitkan dengan tercapainya sesuatu berupa terhindar dari mara bahaya setelah anak menikah. Untuk nazar muqoyyad, seorang wajib menunaikan nazarnya di saat harapan tersebut telah tercapai.

Dalam kitab Fikih Al-Muyassar (hal. 393) dijelaskan,

???? ???? ?????? ?? ??? ???? ???? ????? ??????

¡°Nazar muqoyyad, wajib ditunaikan saat syarat dan harapan telah tercapai.¡±

Jika belum tercapai maka tidak wajib menunaikan nazar. Penunaian nazar menyembelih sapi di saat harapan tersebut belum tercapai tidak bisa dihukumi sebagai menunaikan nazar.

Ketiga, nazar tidak berpengaruh pada terkabulnya harapan.

Ada anggapan di masyarakat bahwa dengan bernazar maka harapan akan lebih mudah terkabul, ini tidak benar. Nazar tidak berkaitan sama sekali dengan terkabul atau tidaknya doa dan harapan. Jika harapan itu terkabul maka bukan nazar sebabnya. Namun karena takdir Allah ¡®azza wa jalla. Dalil keterangan ini adalah hadis Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam,

????? ????????? ??? ????????? ??????? ????? ?????????? ?????????? ???????????? ??????????? ???? ??????????

¡°Sesungguhnya nazar tidak menyegerakan sesuatu dan tidak pula bisa menangguhkannya. Nazar ini hanya dilakukan oleh orang yang bakhil¡± (HR. Bukhari dan Muslim)

Kami nukilkan penjelasan hadis di atas dari Fatawa Islam (islamqa, situs fatwa asuhan Syekh Sholih Al-Munajjid hafidzohullah) nomor?224709,

????? ??? ??? ? ?????? ?? ????? ?? ????? ?????? ? ???? ???? ?? ??? ?? ???? ???????? ???? ???? ?? ??? ??????? ? ?? ???? ???? ????? ???????? ?? ???? ???? ?? ? ??? ?????? ?? ???? ????? ???? ???????

¡°Hadis ini, menunjukkan bahwa nazar tidak ada keterkaitan dengan tercapainya harapan Anda. Yang lebih baik dari bernazar, dalam upaya menggapai harapan, adalah Anda mengupayakan sebab yang memang dapat mewujudkan harapan itu dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan mendapatkan apa yang menjadi harapan jika memang harapan itu baik untuk Anda. Sungguh doa itu sebab yang paling manjur untuk menggapai harapan.¡±

Keempat, hati-hati dengan perkara takhayul dan khurafat.

Takhayul adalah kabar yang berdasarkan khayalan belaka. Oleh karenanya, orang sombong yang kagum dengan dirinya dalam bahasa Arab disebut?Mukhtal?atau?Dzul Khuyala¡¯.?Karena dia membayangkan dirinya hebat seolah tidak ada yang menandinginya. (Lisan al-¡®Arab,?11/226)

Sementara khurafat adalah berita dusta.

Sebagai keterangan Ibnul Mandzur ini,

?????????? ??????? ??????????????? ?? ???????. ??????: ???? ???????

Khurafat adalah berita yang dibumbui dengan kedustaan. Masyarakat menyebut, ¡®Beritanya khurafat¡¯.

Kemudian beliau menyebutkan latar belakang istilah ini,

??? ??? ?????? ?? ????? ????? ?????? ????? ??????? ?? ??? ???????? ??? ?? ?????????? ???????????? ??????? ?? ??? ??? ???? ???? ????????? ????????? ???? ??? ???????? ???? ??????? ???????? ???? ??? ???????? ?????: ???? ???????

Dijelaskan oleh Ibnul Kalbi tentang pernyataan masyarakat, ¡®Beritanya khurafat¡¯ bahwa Khurafat adalah nama orang dari Bani Udzrah atau bani Juhainah. Dia pernah diculik Jin kemudian kembali ke kampungnya. Setelah itu, dia bercerita banyak tentang berbagai kejadian yang dia lihat, sehingga banyak orang terheran-heran. Sampai mereka tidak percaya dan menganggap Khurafat berdusta. Akhirnya jadi terkenal di tengah masyarakat, ¡°Beritanya Khurafat.¡± (Lisanul Arab, 9/62)

(Keterangan tentang takhayul dan khurafat kami ringkas dari:?)

Jika ada keyakinan bahwa nazar akan menjadi sebab terbebasnya anak dari mara bahaya, bisa masuk kategori takhayul dan khurafat sekaligus. Takhayul karena anggapan seperti itu hanya khayalan belaka yang tidak memiliki dasar ilmiyah dan syari¡¯at. Khurafat karena keyakinan seperti itu dusta. Sisi khayal dan dustanya adalah nazar tidak berpengaruh pada terkabul dan tidaknya doa. Sebagaimana kami paparkan di poin ketiga di atas. Tentu keyakinan seperti ini haram dan dosa.

Lebih-lebih jika yang ditunaikan ternyata bukan nazar. Karena tidak terpenuhi syarat yang dijelaskan di atas:

  • Tidak diucapkan tegas oleh lisan, baru sebatas ucapan di mimpi.
  • Nazar muqoyyad yang ditunaikan sebelum harapan tercapai.

Kemudian disertai keyakinan dapat terhindar dari mara bahaya, jika menyembelih sapi yang didasari mimpi, di sebagian masyarakat seperti ini disebut ¡°bayar niat¡±. Ini lebih kental nilai takhayul dan khurafatnya. Karena kalau menunaikan nazar masih ada nilai ibadah. Allah menceritakan sifat penghuni surga, di antaranya orang-orang yang menunaikan nazarnya.

???????? ??????????? ???????????? ??????? ????? ???????? ????????????

Penghuni surga itu memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (QS Al-Insan: 7)

Hanya salahnya ada di anggapan bahwa nazar dapat berpengaruh pada terkabulnya doa.

Adapun menyembelih sapi hanya karena mimpi, sama sekali bukan nazar dan tidak ada nilai ibadah. Murni amalan dan keyakinan yang dibangun di atas mimpi.

Kelima, tawasul (wasilah) agar doa terkabul.

Ada banyak macam cara tawasul agar doa lebih mustajab yang disarankan oleh Islam.?Lengkapnya bisa pembaca pelajari di sini:?

Salah satunya adalah bertawasul dengan amal shalih. Nazar tidak berkaitan dengan terkabulnya doa. Namun seorang bisa bertawasul dengan amalan ibadah berupa menunaikan nazar. Bukan nazarnya yang menjadi tawasul tapi amal sholihnya berupa menunaikan nazar yang menjadi tawasul doa. Namun dengan catatan tebal,?ini berlaku untuk nazar yang benar-benar nazar yang sah secara syariat.

Pun demikian kami tidak sarankan, jika tawasul model ini dilaksanakan, akan menimbulkan prasangka takhayul dan khurafat di masyarakat. Karena seorang muslim tidak boleh memancing prasangka tidak baik orang kepada dirinya. Atau dilakukan dengan dibubuhi keyakinan takhayul dan khurafat atau niat yang tidak baik. Jika demikian yang terjadi, kami sarankan untuk memilih cara tawasul lain yang alhamdulillah banyak. Adapun sapi yang sudah terlanjur terbeli, alhamdulillah masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya, diternak, dijual kembali, dll.

Wallahua¡¯lam bis showab.

***

Dijawab oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc.

(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Jogjakarta dan Pengasuh Thehumairo.com)


Referensi:?


Hadis: ¡°Siapa Menyentuh Hajar Aswad, Ia Menyentuh Tangan Allah¡±

 

Hadis: ¡°Siapa Menyentuh Hajar Aswad, Ia Menyentuh Tangan Allah¡±



Pertanyaan:

Assalamu¡¯alaikum?ustadz, izin bertanya mengenai hadits Ibnu Majah nomor 2957.

Wahai Abu Muhammad, hadis apa yang sampai kepadamu tentang pojok hajar aswad ini? ¡®Atha` mengatakan: Abu Hurairah menceritakan kepadaku bahwa beliau mendengar Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,?¡°Siapa saja yang menyentuhnya, maka sungguh ia menyentuh tangan Ar-Rahman.¡±

Apakah hadits ini shahih ustadz??jazakallahu khayran


Jawaban:

Hadis tersebut memang benar diriwayatkan Ibnu Majah dalam?Sunan Ibnu Majah?(no.2975) dengan lafadz,

???? ????? ???????? ??? ????????? ?????? ????? ????? ??????? ????? ??????? ????? ??????? ????? ?? ??????? ??????? ?????? ??? ????????

¡°Atha¡¯ berkata: Abu Hurairah menyampaikan hadis kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah?shallallahu¡¯alaihi wa sallam?bersabda:?siapa yang menyentuh hajar aswad, maka sesungguhnya ia menyentuh tangan Ar Rahman¡±.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Ismail bin ¡®Ayyasy, ia berkata: Humaid bin Abi Sawiyyah (yaitu Humaid bin Abi Suwaid) menyampaikan hadis kepadaku: aku mendengar Ibnu Hisyam bertanya kepada ¡®Atha, dan seterusnya.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam?Mu¡¯jam Al Ausath?(no.8400), Ibnu ¡®Adi dalam?Al Kamil fid Dhu¡¯afa?(2/274).

Ibnu ¡®Adi?rahimahullah?berkata tentang Humaid bin Abi Suwaid:

???? ??????? ????? ?? ??? ???? ??? ?? ??? ??? ??? ???? ???? ??? ???????? ????? ?? ??? ???? ?? ??? ???? ????? ???? ???????? ?? ???? ??? ??????? ???? ?????? ???

¡°±õ²¹?munkarul hadis. Dan Humaid bin Abi Suwaid ini menyampaikan hadis kepada Ibnu ¡®Ayyasy beberapa hadis yang seakan-akan diterima dari ¡®Atha bin Abi Rabah padahal hadis-hadis tersebut tidak?mahfuzh?sebagaimana yang diriwayatkan dari Atha¡± (Al Kamil fid Dhu¡¯afa, 3/79).

Ismail bin Ayyash juga perawi yang dipermasalahkan riwayatnya jika meriwayatkan dari perawi yang selain Ahlus Syam. Al Hakim mengatakan: ¡°Dhaif?riwayatnya jika bukan dari penduduk Syam¡±. Al Bukhari berkata: ¡°Jika ia meriwayatkan hadis dari penduduk Syam, maka?shahih. Namun jika dari selainnya, maka perlu dicek lagi¡±. Waki¡¯ bin Jarrah mengatakan: ¡°Pengambilan hadisnya tercampur (mukhtalith)¡±. Dan Humaid bin Abi Suwaid dari Mekkah. Sehingga dalam riwayat ini Ibnu Ayyasy meriwayatkan bukan dari penduduk Syam.

Dari keterangan ini jelaslah tentang kedhaifan riwayat di atas. Sebagaimana didhaifkan oleh Ibnu Adi dalam?Al Kamil fid Dhu¡¯afa?(2/274), juga oleh Al Albani dalam?Dha¡¯if Sunan Ibnu Majah?(no.721).

Terdapat riwayat lain, dari Jabir bin Abdillah?°ù²¹»å³ó¾±²¹±ô±ô²¹³ó³Ü¡¯²¹²Ô³ó³Ü, bahwa Nabi?Shallallahu¡¯alaihi Wasallam?bersabda:

????????? ??????? ??????? ??? ???????? ????? ?? ?????

¡°Al Hajarul Aswad adalah tangan kanan Allah di muka bumi, yang dengannya Allah menjabat tangan para hamba-Nya¡±.

Diriwayatkan oleh Ibnu ¡®Adi dalam?Al Kamil fid Dhu¡¯afa?(1/557), dari jalan Ali bin Muhammad bin Hatim, ia berkata: Muhammad bin Ali Al Azdi menyampaikan hadis kepadaku: Ishaq bin Bisyr Abu Ma¡¯syar Al Madyani menyampaikan hadis kepadaku: dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam?Al Ilal Al Mutanahiyat?(no.944).

Dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Bisyr yang ia adalah perawi?kadzab?dan sering memalsukan hadis. Dengan demikian, riwayat ini juga tidak shahih. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah?rahimahullah?mengatakan:

?????? ?? ???? ? ???????? ???? ?? ?? ??? ????

¡°Sanad hadis ini tidak shahih, yang?masyhur?ini adalah perkataan dari Ibnu Abbas¡± (Majmu¡¯ Al Fatawa, 6/397).

Mengingat hadis ini bicara tentang perkara gaib dan tidak shahih dari Nabi, maka tidak perlu dilihat lagi. Oleh karena itu Ibnul ¡®Arabi?rahimahullah?mengatakan:

???? ???? ??? ????? ????

¡°Hadis ini batil tidak perlu dilihat sama sekali¡± (dinukil dari?Taqrib At Tadmuriyah, hal. 63).

Terlebih lagi, riwayat dari Ibnu ¡®Abbas juga?»å³ó²¹¡¯¾±´Ú. Disebutkan?Syarhus Sunnah,

??? ???? ????? ???: ???????? -????? ????????- ?????? ????? ?? ??????? ???????? ??? ??????? ????????? ????????? ????

¡°Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rukun ini (yaitu rukun Hajar Aswad) adalah tangan kanan Allah di bumi, yang dengannya Allah menjabat tangan para makhluk-Nya sebagaimana manusia bersalaman dengan saudaranya¡±.

Syaikh Syu¡¯aib Al Arnauth?rahimahullah?mengomentari riwayat ini: ¡°Di dalamnya sanadnya terdapat Ibrahim bin Yazid Al Jauri, ia perawi yang?matruk¡± (Takhrij Syarhus Sunnah, 7/114).

Kita asumsikan riwayat ini?shahih, karena sebagaimana dikatakan oleh Al Mundziri ketika mengomentari riwayat dari Abu Hurairah di atas:

???? ??? ???????

¡°Dihasankan oleh sebagian Masyaikh kami¡± (At Targhib wat Tarhib, 2/186).

Maka makna riwayat ini bukan berarti Allah?³Ù²¹¡¯²¹±ô²¹?benar-benar bersalaman dengan makhluk-Nya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin?rahimahullah?menjelaskan: ¡°Andaikan riwayat ini?shahih, sudah jelas bahwa Hajar Aswad bukan benar-benar tangan kanan Allah. Karena yang disebutkan di dalam riwayat ini:

?????? ????? ?? ??????

¡°Tangan kanan Allah di muka bumi¡±.

Lafadznya?muqayyad?(diberikan keterangan) dengan ¡°di muka bumi¡±, tidak disebutkan secara mutlak. Dan hukum lafadz yang mutlak tentu berbeda dengan lafadz yang?muqayyad. Dan kita ketahui bersama bahwa Allah?³Ù²¹¡¯²¹±ô²¹?berada di langit. Dan dalam riwayat ini juga disebutkan:?¡°siapa yang menyentuh dan mencium hajar aswad maka?seakan-akan?ia menyentuh dan mencium tangan kanan Allah¡±. Dan kita ketahui bersama bahwa?al musyabbah?(objek yang dianggap serupa) berbeda dengan?al musyabbah bihi?(objek yang diserupakan). Sehingga?atsar?ini jelas mengatakan bahwa menyentuh hajar aswad bukan berarti bersalaman dengan Allah langsung¡± (Taqrib At Tadmuriyah, hal. 63).

Namun ini jawaban bagi yang menganggap riwayatnya bisa diterima. Dan yang tepat,?wallahu a¡¯lam, riwayat ini tidak bisa diterima karena derajatnya?»å³ó²¹¡¯¾±´Ú?(lemah) bahkan?mungkar. Sehingga tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Semoga Allah?³Ù²¹¡¯²¹±ô²¹?memberi taufik.

***

Dijawab oleh Ustadz?Yulian Purnama, S.Kom.?

Referensi:?


Biografi Ringkas Imam Abu Hanifah

 

Biografi Ringkas Imam Abu Hanifah


Nama dan kunyah

Dia adalah Nu¡¯man bin Tsabit bin Zuwatha At-Taimi Al-Kufi. Dikatakan bahwa dia adalah keturunan Persia. Ayahnya, Tsabit, lahir dalam Islam, dan Abu Hanifah sendiri adalah seorang pedagang sutra. Beliau diberi nama Nu¡¯man adalah sebagai harapan kelak menjadi orang besar, sebagaimana Nu¡¯man salah satu raja Persia. Memiliki?kunyah?Abu Hanifah.

Kelahiran

Abu Hanifah lahir pada tahun 80 H. Dia pernah melihat??ketika Anas datang ke Kufah, namun tidak terdapat bukti bahwa dia mendengar langsung dari salah satu sahabat.

Kisah menuntut ilmu

Zufar bin Al-Hudhayl berkata, Aku mendengar Abu Hanifah berkata, ¡°Aku dulu mendalami ilmu kalam, bahkan aku menjadi rujukan orang banyak. Kami biasa duduk dekat halaqah Hamm¨¡d bin Abi Sulaim¨¡n. Suatu hari, seorang wanita datang kepadaku dan bertanya, ¡®Seorang laki-laki yang memiliki budak perempuan sebagai istrinya ingin menceraikannya menurut sunah, bagaimana caranya?¡¯

Aku tidak tahu jawabannya, lalu kusuruh ia bertanya kepada Hamm¨¡d dan menyampaikan jawabannya padaku. Ia bertanya kepada Hamm¨¡d, dan Hamm¨¡d menjawab, ¡®Suaminya hendaknya menceraikannya saat ia suci dari haid dan tidak disetubuhi, dengan satu kali talak, lalu membiarkannya hingga mengalami dua kali haid. Jika ia mandi, maka ia halal dinikahi oleh pria lain.¡¯ Wanita itu kembali menyampaikan jawaban itu kepadaku. Maka, aku berkata, ¡®Aku tidak butuh lagi ilmu kalam.¡¯ Aku pun mengambil sandalku dan bergabung di halaqah Hamm¨¡d untuk mendengarkan berbagai masalah fikih yang ia ajarkan. Aku hafalkan jawabannya, lalu Hamm¨¡d mengulanginya di hari berikutnya, dan aku kembali menghafalnya, sementara murid-murid lain sering melakukan kesalahan. Hingga akhirnya ia berkata, ¡®Tidak ada yang layak duduk di hadapanku, selain Abu Hanifah.¡¯

Aku menemani Hamm¨¡d selama sepuluh tahun. Kemudian timbul dalam diriku keinginan untuk menjadi pemimpin sendiri dan membuka halaqahku sendiri. Suatu sore, aku keluar dengan niat melakukannya, namun saat aku melihat Hamm¨¡d, aku tak sanggup meninggalkannya. Pada malam itu juga, datang kabar bahwa kerabatnya di Bashrah wafat dan meninggalkan harta yang tidak memiliki ahli waris selainnya. Hamm¨¡d pun memerintahkanku untuk menggantikannya. Begitu ia pergi, datanglah berbagai pertanyaan yang belum pernah aku dengar darinya. Aku menjawab dan menuliskan jawabanku. Ia pergi selama dua bulan, lalu kembali.
Aku kemudian memperlihatkan kepadanya pertanyaan-pertanyaan yang jumlahnya sekitar enam puluh. Ia sependapat denganku dalam empat puluh soal dan berbeda pendapat dalam dua puluh. Aku pun bersumpah pada diriku untuk tidak meninggalkannya hingga ia wafat.¡±

Guru-guru

Di antara guru-guru Abu Hanifah adalah Atha¡¯ bin Abi Rabah, Asy-Sya¡¯bi, Jabalah bin Suhaim, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Hurmuz Al-A¡¯raj, Amr bin Dinar, Nafi¡¯ Mawla Ibnu Umar, Qatadah, Qais bin Muslim, Qasim bin Abdurrahman bin Abdullah bin Mas¡¯ud, Abdullah bin Dinar, Abdul Aziz bin Rafi¡¯, Atha¡¯iyah Al-¡®Awfi, Hammad bin Abi Sulaiman (yang menjadi gurunya dalam fikih), Abdul Malik bin Umair, Abu Ja¡¯far Al-Baqir, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Muhammad bin Al-Munkadir, Abu Ishaq As-Sabi¡¯i, Manshur bin Al-Mu¡¯tamir, Muslim Al-Batin, dan banyak lagi lainnya.

Murid-murid

Di antara murid-murid Abu Hanifah adalah Abdurrazzaq bin Hammam (guru?), Hammad bin Abi Hanifah, Zufar bin Hudhail At-Tamimi, Muhammad bin Al-Hasan Asy-Syaibani, Waki¡¯ bin Jarrah, dan Qadhi Abu Yusuf, serta banyak lagi lainnya.

Baca juga:?

Abu Hanifah adalah Imam ahli sunah waljamaah

Akidah Imam Abu Hanifah?rahimahullah?terkait tauhid, penetapan sifat-sifat Allah, bantahan kepada Jahmiyah, masalah qadar, keyakinan terhadap para sahabat?radhiyallahu ¡®anhum, dan perkara-perkara pokok iman lainnya sejalan dengan manhaj salaf dan manhaj para imam mazhab lainnya, kecuali dalam beberapa perkara kecil yang menyelisihi, seperti:

Pertama, pendapatnya bahwa iman tidak bertambah dan tidak berkurang.

Kedua, definisi iman sebagai?tasdiq?(pembenaran) dalam hati dan iqrar (pengakuan) dengan lisan, tanpa memasukkan amal dalam hakikat iman.

Namun,??dan Ibn Abi Al-¡®Izz menyebutkan indikasi bahwa Abu Hanifah kembali dari pendapat ini.

?rahimahullah?berkata, ¡°Para imam yang masyhur semuanya menetapkan sifat-sifat Allah?°Õ²¹¡¯²¹±ô²¹, meyakini bahwa Al-Qur¡¯an adalah kalam Allah dan bukan makhluk, serta percaya bahwa Allah akan dilihat di akhirat. Inilah mazhab para sahabat, tabiin, dan yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan Ahlul Bait dan lainnya. Ini juga mazhab imam-imam yang diikuti seperti Malik bin Anas, Ats-Tsauri, Al-Laits bin Sa¡¯ad, Al-Auza¡¯i, Abu Hanifah,?, Ahmad bin Hanbal, dan Ishaq bin Rahuyah.¡±

Yahya bin Nashr berkata, ¡°Abu Hanifah mengutamakan Abu Bakar dan Umar, serta mencintai Ali dan Utsman. Ia beriman kepada takdir, baik maupun buruknya, dan tidak berbicara tentang Allah ¡®Azza Wajalla?dengan hal yang tak pantas. Ia membolehkan mengusap kedua?khuf?(sepatu kulit) dalam wudu, dan ia adalah orang yang paling ahli fikih dan paling bertakwa di zamannya.¡±

Hammad bin Abi Hanifah berkata, ¡°Aku mendengar Abu Hanifah berkata, ¡®Yang dimaksud dengan ¡®jamaah¡¯ adalah mengutamakan?,?,?, dan?, serta tidak merendahkan salah satu pun dari sahabat Rasulullah ?. Jangan mengkafirkan orang karena dosa-dosanya, salatlah atas siapa saja yang mengucapkan ¡®Lailahaillallah¡¯ dan di belakang siapa saja yang mengucapkan ¡®Lailahaillallah¡¯. Mengusap kedua?khuf?(sepatu kulit) dalam wudu diperbolehkan. Serahkan segala urusan kepada Allah, dan tinggalkan pembicaraan yang tidak pantas tentang Allah Yang Mahamulia.¡±

Abu Hanifah berkata, ¡°Al-Qur¡¯an adalah kalam Allah dan bukan makhluk. Barangsiapa yang mengatakan selain itu, maka dia adalah kafir.¡±

Perkataan para ulama tentang Abu Hanifah

Yahya bin Ma¡¯in (imam dalam bidang?Jarh wa Ta¡¯dhil) berkata bahwa Abu Hanifah adalah seorang yang?tsiqah?(terpercaya). Ia hanya meriwayatkan hadis yang benar-benar ia hafal, dan tidak meriwayatkan sesuatu yang tidak ia ingat dengan jelas.

Abdullah bin Al-Mubarak berkata, ¡°Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih mulia di majelisnya, atau lebih baik dalam penampilan dan kesabaran daripada Abu Hanifah.¡±

Hayan bin Musa Al-Marwazi berkata, ¡°Ibnu Mubarak ditanya, ¡®Siapa yang lebih?faqih, Malik atau Abu Hanifah?¡¯ Dia menjawab, ¡®Abu Hanifah.¡¯ ¡± Dan Ibnu Mubarak berkata, ¡°Abu Hanifah adalah orang yang paling?faqih?di antara manusia.¡±

Ujian yang diterima Abu Hanifah

Ubaidullah bin Amr Al-Ruqy berkata, ¡°Ibn Hubayrah (Amir Kufah) meminta Abu Hanifah untuk menjadi hakim di Kufah, namun beliau menolaknya. Akibatnya, beliau dipukul seratus kali dan sepuluh kali lebih banyak, namun Abu Hanifah tetap menolak. Ketika Ibn Hubayrah melihat keteguhan beliau, akhirnya dia melepaskannya.¡±

Wafat

Hammad bin Abi Hanifah berkata, ¡°Ketika ayahku meninggal, kami meminta Hassan bin Amarah untuk memandikannya, dan dia pun melakukannya. Ketika selesai memandikannya, dia berdoa, ¡®Semoga Allah merahmatimu dan mengampunimu. Engkau tidak pernah berbuka puasa selama tiga puluh tahun, dan tidak pernah tidur dengan meletakkan tangan kananmu sebagai bantal selama empat puluh tahun. Engkau telah menyusahkan orang setelahmu, dan memalukan para pembaca (Al-Qur¡¯an).¡¯ ¡±

Imam Abu Hanifah Al-Nu¡¯man wafat pada tahun 150 Hijriah, pada usia 70 tahun. Ketika jenazahnya dibawa untuk disalatkan di Baghdad, umat Islam begitu banyak yang ingin menyalatkannya sehingga proses salat jenazah dilakukan enam kali karena padatnya kerumunan.

Baca juga:?

***

Penulis:?Gazzeta Raka Putra Setyawan


Sumber:

Diterjemahkan dan diringkas oleh penulis dari web:?


?


Raja-raja Surga

 

Raja-raja Surga

?
Pertanyaan

Apakah di Surga ada raja-raja? Siapakah mereka?

Jawaban

Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Sesungguhnya seluruh penghuni Surga adalah raja. Tidak ada di antara mereka yang fakir dan melarat. Derajat mereka yang paling rendah adalah yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Al-Mughirah ibnu Syu`bah, yaitu:?"Laki-laki yang datang setelah penghuni Surga dimasukkan ke dalam Surga. Dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam Surga'. Ia berkata, 'Bagaimana mungkin, ya Allah? Bukankah semua manusia sudah menempati tempat mereka dan mengambil jatah mereka?' Dikatakan kepadanya, 'Apakah engkau ridha Aku berikan kepadamu seperti kerajaan yang dimiliki seorang raja di dunia?' Ia menjawab, 'Aku ridha, wahai Tuhan'. Allah berfirman (yang artinya): 'Aku berikan untukmu seperti itu, ditambah dengan yang serupa dengannya, dan ditambah lagi dengan yang serupa dengannya'. Ia berkata pada kali yang kelima Allah mengulang kata-kata itu, 'Aku ridha, wahai Tuhan'. Allah berfirman (yang artinya): 'Ini untukmu, ditambah sepuluh kali yang serupa dengannya. Untukmu semua yang engkau inginkan, dan semua yang menarik pandangan matamu'. Ia berkata, 'Aku ridha, wahai Tuhan'."?[HR. Muslim]

Sedangkan penghuni Surga yang paling tinggi derajatnya tidak ada yang mengetahui luas kerajaan dan kenikmatan yang ia dapatkan kecuali Allah¡ªSubhanahu wata`ala. Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah? may  Allaah  exalt  his  mention?meriwayatkan bahwa Allah¡ªTabaraka wa Ta`ala¡ªberfirman (yang artinya):?"Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih?sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Maka bacalah, jika kalian mau, firman Allah¡ªSubhanahu wa Ta`ala¡ª(yang artinya):?'Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.'?[QS. As-Sajdah: 17].?[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Ketika menafsirkan firman Allah¡ªSubhanahu wa Ta`ala¡ª(yang artinya):?"Dan apabila engkau melihat di sana (Surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar."?[QS. Al-Insan: 20], Imam Al-Qurthubi berkata,?"Gambaran besarnya kerajaan itu adalah bahwa orang yang paling rendah derajatnya di Surga saja melihat kerajaannya sejauh 2000 tahun perjalanan. Ia melihat yang paling jauh sebagaimana ia melihat yang paling dekat."

Barangkali pembahasannya akan panjang jika kita menyebutkan semua ayat dan hadits yang berbicara tentang kenikmatan dan kerajaan penduduk Surga. Anda bisa membaca sebagian dari ayat-ayat itu pada surat Al-Insan dari ayat 10 beserta tafsir dan hadits-hadits yang ada seputar ayat-ayat ini.

Wallahu a`lam


?


TATA CARA MENGELUARKAN ZAKAT? FITHRI, ZAKAT MAL DAN FIDYAH PUASA

 

TATA CARA MENGELUARKAN ZAKAT? FITHRI, ZAKAT MAL DAN FIDYAH PUASA

Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam telah menjelaskan hikmah zakat fithri, sebagaimana tersebut di dalam hadits :

???? ????? ???????? ????? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ????????? ???????? ??????????? ???? ????????? ??????????? ?????????? ?????????????? ???? ????????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ???? ????????????

¡°Dari Ibnu ¡®Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (¡®Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (¡®Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah¡°.

Baca selengkapnya
Tata Cara Mengeluarkan Zakat Fithri


Tata Cara Fidyah Puasa Ramadhan


Panduan Praktis Menghitung Zakat Mal


Keutamaan dan Keistimewaan Sedekah


Harta Kekayaan Sumber Celaka?


? Video Pendek
:: Wajib Zakat Fitri dengan Makanan Pokok, Tata Cara Sholat Ied dan Kesalahan Berkaitan Dengan Ied ::


:: Nasehat 10 Hari Terakhir Ramadhan ::


:: Sedekah Yang Paling Utama ::


Tolong dibaca dan? dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare.
Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam.
Jazaakumullahu khairan.


Shalat Sunah Rawatib; Keutamaan dan Waktunya

 

Shalat Sunah Rawatib; Keutamaan dan Waktunya



Pertanyaan:?


Bolehkah kita shalat Sunah Qabliyah sebelum masuk waktu shalat atau sebelum shalat dilaksanakan ? Jika boleh dilakukan sebelum masuk waktunya, berapa jam saya boleh melaksanakannya ? Contoh, bolehkah saya shalat empat rakaat sunah Qabliyah Ashar tiga jam sebelum adzan ? Atau haruskah saya menunggu hingga masuk waktu Ashar, kemudian shalat sunah, lalu shalat wajib ?


Ringkasan Jawaban

Shalat Sunah Rawatib dibagi menjadi dua bagian, yaitu Sunah Qabliyah: dua rakaat sebelum Shalat Shubuh, empat rakaat sebelum Shalat Zhuhur, dan Sunah Ba¡¯diyah: dua rakaat sebelum Shalat Zhuhur, dua rakaat setelah Shalat Maghrib dan dua rakaat setelah Shalat Isya¡¯.



Teks Jawaban

Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya.

Sunah Rawatib dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

Sunah Qabliyah, yakni dua rakaat sebelum Shalat Shubuh dan empat rakaat sebelum Shalat Zhuhur. Dan Sunah Ba¡¯diyah, yaitu dua rakaat setelah Shalat Zhuhur, dua rakaat setelah Shalat Maghrib dan dua rakaat setelah Shalat Isya¡¯.

Mengenai keutamaan Shalat Sunah Qabliyah dan Ba¡¯diyah, disebutkan sabda Nabi?Shallallahu ¡®Alaihi wa Sallam,

???? ?????? ??? ?????? ?????????? ???????? ???????? ???????? ?????? ???? ?????? ??? ?????????? ????????? ?????? ????????? ?????????????? ????????? ?????????????? ?????? ??????????? ?????????????? ?????? ?????????? ?????????????? ?????? ?????? ????????

???? ??????? ??? 380 ????? ???????? ?? ???? ?????? 6362?

"Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat secara sehari semalam, maka akan dibangunkan rumah untuknya di dalam surga, yaitu empat rakaat sebelum shalat Zhuhur dan dua rakaat sesudah shalat Zhuhur, dua rakaat setelah Shalat Maghrib dan dua rakaat setelah Shalat Isya¡¯, serta dua rakaat sebelum Shalat Fajar.¡±?(HR. At-Tirmidzi, no. 380 dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami¡¯, no. 6362).

Waktu untuk melaksanakan shalat sunah Qabliyah adalah pada saat masuknya waktu shalat sampai iqamah (pertanda shalat akan dilaksanakan). Sedangkan waktu untuk melaksanakan shalat sunah Ba¡¯diyah adalah setelah salam shalat Fardhu sampai waktu shalat Fardhu habis.

Ibnu Qudamah?Rahimahullah?mengatakan, ¡°Semua shalat sunah sebelum shalat Fardhu waktunya adalah dari masuk waktu shalat hingga sebelum shalat itu dilaksanakan. Dan semua shalat sunah setelah shalat Fardhu waktunya adalah dari selesainya shalat Fardhu tersebut hingga waktu shalat Fardhu itu habis.¡± (Al-Mughni, 2/544).

Atas dasar itulah, maka tidaklah sah jika Anda shalat sunah Qabliyah sebelum masuk waktu shalat, akan tetapi Anda bisa menunggu hingga masuk waktu shalat, lalu melaksanakan shalat sunah tersebut.

Lihatlah pertanyaan nomor??dan?.

Wallahu A¡¯lam.



?


Yang Ketinggalan Puasa Syawal bisa Puasa Bulan Dzulqa¡¯dah?

 

Yang Ketinggalan Puasa Syawal bisa Puasa Bulan Dzulqa¡¯dah?


Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala Rasulillah, wa ba¡¯du,

Dalam hadis dari Abu Ayub al-Anshari?radhiyallahu ¡®anhu,?Nabi?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

???? ????? ????????? ????? ?????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????? ?????????

¡°Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dilanjut berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.¡±?(HR. Muslim, no. 1164)

Makna tekstual hadis menunjukkan bahwa pahala puasa setahun bisa diperoleh, jika puasa 6 hari itu dilakukan di bulan syawal. Apakah makna ini berlaku mutlak?

Ulama berbeda pendapat dalam memahaminya. Karena itulah, mereka berbeda pendapat, apakah puasa 6 hari itu harus dilakukan selama syawal, atau boleh setelah syawal.

Pertama, keutamaan pahala puasa setahun diperoleh bagi yang berpuasa 6 hari di bulan syawal atau bulan setelahnya (Dzulqa¡¯dah). Ini merupakan pendapat beberapa ulama Malikiyah, dan Hambali.

Mereka beralasan,

[1] pernyataan dalam hadis ¡®berpuasa enam hari di bulan Syawal¡¯ maksudnya adalah penjelasan tentang keringanan syariah bagi kaum muslimin yang telah usai puasa ramadhan. Sehingga, ketika mereka telah menjalankan puasa selama ramadhan, akan merasa lebih mudah jika dilanjut di bulan syawal.

Dalam Hasyiyah al-Adawi untuk Syarh al-Kharsyi dinyatakan,

????? ??? ?????? : ( ?? ???? ) ??????? ??????? ????? ? ?? ????? ????? ???? ????? ? ??? ??? ?? ????? ?? ??? ?? ????? ?? ?? ??? ?? ??? ?????? ??? ????

Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam menyatakan, ¡®di bulan syawal¡¯ untuk memberi keringanan dalam berpuasa, bukan penjelasan hukum bahwa puasa ini hanya di bulan itu. Sehingga tidak masalah melaksanakannya di 10 Dzulhijjah, sekaligus mendapatkan keutamaan puasa di bulan awal Dzulhijjah. (Hasyiyah al-Adawi, 2/243).

[2] bahwa pahala puasa setahun, karena puasa ramadhan selama sebulan dinilai sama seperti puasa 10 bulan. Sementara puasa 6 hari dinilai sama seperti puasa 2 bulan (30 hari). Dan kaidah 1 kebaikan dilipatkan 10 kali, berlaku untuk semua amal soleh, termasuk puasa. Baik di bulan syawal maupun di selain bulan syawal.

Dalam Tahdzib al-Furuq al-Qarrafi dinyatakan,

?? ???? ??? ???? ???? ???? : (?? ????) ¡°??? ??? ??????? ? ??????? : ?? ???? ????? ????? ???? ? ????? ??? ???? ?????? ? ???? ?????? [???? ???? ?????? ????] ? ??? ???? ?? ??? ???? ???? ????? ???? ????

Sabda Nabi shallallahu ¡®alaihi wa sallam ¡®puasa?di bulan syawal¡¯ sifatnya hanya contoh. Maksudnya bahwa puasa ramadhan seperti puasa 10 bulan, dan puasa 6 hari di bulan syawal, seperti puasa 2 bulan. Dan itulah pendapat madzhab (maksudnya madzhab Imam Malik). Andaipun dilakukan di selain syawal, hukum yang berlaku juga seperti itu. (Tahdzib al-Furuq, al-Qarrafi, 2/297).

Alasan ini juga disampaikan Ibu Muflih ¨C ulama hambali ¨C dalam kitabnya al-Furu¡¯ (5/83). Kata Ibnu Muflih, pendapat ini juga yang dinilai kuat al-Qurthubi.

Kedua, hanya bisa dilakukan di bulan syawal. Namun bagi yang tidak sempat di bulan syawal, bisa diqadha di bulan Dzulqa¡¯dah. Meskipun pahalanya tidak seperti mereka yang puasa di bulan syawal.

Ini merupakan pendapat Syafi¡¯iyah.

Sisi perbedaan pahalanya,

  • Siapa yang puasa ramadhan penuh kemudian puasa 6 hari?selama?syawal maka dia mendapat pahala puasa wajib selama setahun.
  • Siapa yang puasa ramadhan penuh kemudian puasa 6 hari?setelah?syawal maka dia mendapat pahala puasa wajib ramadhan dan pahala puasa sunah 6 hari.

Ibnu Hajar al-Makki mengatakan,

?? ????? ?? ????? ?? ??? ???? ????? ????? ???? ??? ?????? ? ??? ??? ???? ????? ???? ???? ?????? ???? ??? ??????

Siapa yang puasa syawal setelah ramadhan setiap tahun, seperti puasa wajib setahun tanpa pelipatan. Dan siapa yang berpuasa 6 hari di selain syawal, dia seperti puasa sunah tanpa pelipatan. (Tuhfatul Muhtaj, 14/69).

Ketiga, keutamaa puasa ini hanya untuk mereka yang melaksanakannya di bulan syawal.

Ini pendapat madzhab Hambali. Diantara pertimbangannya,

[1] Ini yang lebih sesuai makna teks hadis

[2] Bahwa penyebutan syawal dalam hadis itu untuk menjelaskan batasan waktu.

[3] Puasa syawal itu ibarat puasa bakdiyah ramadhan, sehingga harus dilakukan pasca-ramadhan. Dan siapa yang kehilangan waktu itu, berarti kehilangan kesempatan untuk melaksanakannya. Sebagaimana orang yang kehilangan kesempatan untuk shalat rawatib.

Al-Buhuti ¨C ulama hambali ¨C mengatakan,

??? ???? ??????? ??????? ?? : ????? ???? ?? ??? ???? ? ????? ???????

Keutamaan puasa syawal tidak akan diperoleh di selain bulan syawal. Sesuai makna teks hadis. (Kasyaf al-Qana¡¯, 2/338).

InsyaaAllah pendapat yang lebih mendekati bahwa puasa syawal telah ditetapkan waktunya. Sehingga yang?mendapatkan keutamaan puasa syawal, hanya mereka yang berpuasa di bulan syawal. Meskipun bagi mereka yang memiliki udzur, karena sakit?atau?seperti wanita haid atau nifas, sehingga puasanya tidak bisa selesai sampai syawal-nya?habis, dia bisa mengerjakannya di Dzulqa¡¯dah.

??? ?? ??? ?? ??? ?? ??? ?? ??? ?? ???? ?? ??? ??? ?? ??????? ???? ?????? ??? ???? ????? ?? ??? ???? ???? ? ??? ???? ?? ????? ????? ????? ? ??? ?????? ??? ???. ???? ??? ?? ??? ?? ??? ????? ? ?? ??? ?????? ??? ?? ?????? ?? ???? ? ????? ???? ??? ??? ????? ?? ???? ????? ????? ? ?????? ??? ?? ??? ??? ????

Bagi orang yang memiliki udzur sakit, haid, nifas atau semacamnya, yang menyebabkan dia harus mengakhirkan puasa qadha¡¯nya atau puasa syawalnnya, maka dia?mendapat pahala khusus (keutamaan puasa syawal). Para ulama menegaskan hal ini.?Sementara orang yang sama sekali tidak memiliki udzur, namun dia akhirkan puasa syawal sampai Dzulqa¡¯dah atau bulan setelahnya, berdasarkan teks?dalil, dia tidak mendapat keutamaan puasa syawal. Puasa syawal adalah puasa sunah yang dibatasi, sementara dia ketinggalan waktunya. (al-Fatawa as-Sa¡¯diyah, hlm. 230)

Allahu a¡¯lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits?(Dewan Pembina?Konsultasisyariah.com).


Referensi:?


Waktu Terbaik Berhubungan Badan Sesuai Sunnah

 

Waktu Terbaik Berhubungan Badan Sesuai Sunnah


Tanya:

Mo tanya: Kapan?. Trim¡¯s. Itu saja.

Maksih ya Tad.

Dari: Gedang sobo


Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala rasulillah, amma ba¡¯du,

Pertama,?ada keadaan dimana seorang suami dianjurkan untuk mendatangi istrinya. Keadaan itu adalah ketika suami tidak sengaja melihat wanita dan dia terpikat dengannya. Anjuran ini berdasarkan hadis dari Jabir bin Abdillah?radhiyallahu ¡®anhuma, bahwa Nabi?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

????? ??????????? ????? ??????????? ?????????? ??? ??????? ?????????? ??????? ????? ?????????? ????????? ???????????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????

Wanita itu, ketika dilihat seperti setan (punya kekuatan menggoda). Karena itu, jika ada lelaki melihat wanita yang membuatnya terpikat, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada pada istrinya juga ada pada wanita itu.?(HR. Turmudzi 1158, Ibnu Hibban 5572, ad-Darimi dalam Sunannya 2261, dan yang lainnya. Sanad hadis ini dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain di shahih Muslim, dari sahabat Jabir, bahwa Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam

????? ?????????? ???????????? ???????????? ?????????? ??? ????????? ???????????? ????? ??????????? ????????????????? ??????? ?????? ??????? ??? ??? ????????

¡±Jika ada lelaki yang terpikat dengan seorang wanita, hingga membuat dia jatuh cinta, hendaknya dia segera mendatangi istrinya dan melakukan hubungan dengannya. Dengan ini akan menghilangkan perasaan cinta dalam hatinya.¡±?(HR. Muslim 1403).

An-Nawawi mengatakan,

????? ?????? ??? ????? ??? ??? ????? ?????? ????? ?? ???? ?????? ?? ?????? ?? ???? ?? ????????? ????? ????? ????? ???? ????? ???? ??? ?? ?? ?????

Makna hadis, bahwa dianjurkan bagi lelaki yang melihat wanita, kemudian syahwatnya naik, agar dia segera mendatangi istrinya atau budaknya, jika dia punya budak, hingga dia melakukan hubungan badan dengannya. Agar bisa menahan syahwatnya dan jiwanya menjadi tenang, sehingga hatinya bisa kembali konsentrasi dengan tugasnya. (Syarh Shahih Muslim an-Nawawi, 9/178)

Kedua,?mengenai waktu khusus yang berisi anjuran untuk melakukan hubungan badan, kami tidak menjumpai adanya dalil yang menjelaskan hal ini. Namun terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan bagaimana kebiasaan orang soleh masa silam dalam memilih waktu untuk melakukan hubungan badan.

Berikut diantaranya,

1. Tiga waktu aurat

Yang dimaksud tiga waktu aurat adalah sebelum subuh, siang hari waktu dzuhur, dan setelah isya.

Allah berfirman,

??? ???????? ????????? ??????? ?????????????????? ????????? ???????? ????????????? ??????????? ???? ?????????? ????????? ???????? ??????? ???????? ???? ?????? ??????? ????????? ??????? ????????? ??????????? ???? ???????????? ?????? ?????? ??????? ?????????? ??????? ????????? ?????? ?????? ?????????? ????? ?????????? ??????? ???????????

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di waktu dzuhur dan sesudah shalat Isya¡¯. (Itulah) tiga waktu aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu.?(QS. An-Nur: 58).

Diriwayatkan dari Muqatil bin Hayan, beliau menceritakan sebab turunnya ayat ini,

Ada pasangan suami istri di kalangan anshar, yang dia sering membuatkan makanan untuk Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam. Suatu ketika budaknya masuk ke kamar menemui mereka tanpa izin di waktu yang mereka tidak sukai untuk ditemui. Sang istripun melaporkan kepada Nabi?shallallahu ¡®alaihi wa sallam,

?? ???? ????? ?? ???? ???! ??? ????? ??? ?????? ?????? ???? ?? ??? ????

¡±Wahai Rasulullah, betapa buruknya sikap orang ini. Dia menemui seorang wanita ketika dia sedang berduaan bersama suaminya dalam satu selimut.¡± Kemudian Allah menurunkan ayat di atas. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83).

Allah menurunkan syariat agar anak yang belum baligh, atau budak yang tinggal bersama tuannya, untuk tidak masuk ke kamar pribadi orang tuanya atau kamar tuannya pada tiga waktu khusus tanpa izin. Tiga waktu itu Allah sebut sebagai waktu aurat, karena umumnya, mereka sedang membuka aurat di tiga waktu itu.

Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari as-Sudi,

??? ???? ?? ???????? ??? ???? ????? ????? ?? ????????? ?????? ?? ??? ??????? ???????? ?? ?????? ??? ??????? ?????? ???? ?? ?????? ????????? ???????? ??? ?????? ????? ?? ??? ??????? ??? ????

¡±Dulu para sahabat radhiyallahu ¡®anhum, mereka terbiasa melakukan hubungan badan dengan istri mereka di tiga waktu tersebut. Kemudian mereka mandi dan berangkat shalat. Kemudian Allah perintahkan agar mereka mendidik para budak dan anak yang belum baligh, untuk tidak masuk ke kamar pribadi mereka di tiga waktu tersebut, tanpa izin. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83).

2. Setelah Tahajud

Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?memiliki kebiasaan tidur di awal malam, untuk bisa bangun di pertengahan atau sepertiga malam terakhir, melakukan shalat tahajud. Aisyah menceritakan, Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam mendekati istrinya setelah tahajud. Dari al-Aswad bin Yazid, bahwa beliau pernah bertanya kepada A¡¯isyah radhiyallahu ¡®anha tentang kebiasaan shalat malamnya Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam. Keterangan A¡¯isyah?radhiyallahu ¡®anhu,

????? ??????? ??????? ????????? ????? ???????? ??????? ????? ???? ????????? ????????? ????? ????? ?????????? ??????? ????? ???? ??????? ??????? ??????????? ??????? ?????? ?????????? ??????? ?????? ????? ??????? ??????? ???????? ???? ????????? ???????? ????????? ????? ?????? ????? ??????????

¡±Rasulullah shallallahu ¡®alaihi wa sallam tidur di awal malam, kemudian bangun tahajud. Jika sudah memasuki waktu sahur, beliau shalat witir. Kemudian kembali ke tempat tidur. Jika beliau ada keinginan, beliau mendatangi istrinya. Apabila beliau mendengar adzan, beliau langsung bangun. Jika dalam kondisi junub, beliau mandi besar. Jika tidak junub, beliau hanya berwudhu kemudian keluar menuju shalat jamaah. (HR. an-Nasai 1680 dan dishahihkan al-Albani)

Berdasarkan keterangan A¡¯isyah di atas, sebagian ulama lebih menganjurkan agar hubungan badan dilakukan di akhir malam, setelah tahajud, dengan pertimbangan,

  • Mendahulukan hak Allah, dengan beribadah kepadanya dalam kondisi masih kuat.
  • Menghindari tidur ketika junub, karena bisa langsung mandi untuk shalat subuh.
  • Di awal malam umumnya perut penuh, dan di akhir malam umumnya perut dalam keadaan kosong.

Ketika menjelaskan hadis ini, Mula Ali Qori mengutip keterangan Ibnu Hajar yang menjelaskan,

????? ????? ??? ??? ????? ????? ??? ??? ????? ?? ???? ?????? ? ??????? ??? ???????? ??? ???????? ??? ??? ?? ?? ????? ?? ????? ????? ??? ????? ??? ?????

Mengakhirkan hubungan badan hingga akhir malam itu lebih baik. Karena di awal malam terkadang perut orang itu penuh. Dan melakukan jima di saat perut penuh, bisa jadi membahayakan dengan sepakat para ahli, karena bisa jadi dia tidak bisa mandi, sehingga dia tidur dalam kondisi junub, dan itu hukumnya makruh. (Mirqah al-Mashabih, 4/345).

Semua keterangan di atas hanya menyebutkan kebiasaan mereka. Dan semata tradisi yang terkait adat atau kebutuhan fisik seseorang, tidak bisa dijadikan acuan bahwa itu sunah atau dianjurkan. Karena itu, pertimbangan yang disebutkan oleh Ibnu Hajar hanya pertimbangan terkait dampak baik ketika hubungan badan diakhirkan hingga mendekati sahur. Dengan demikian, kesimpulan yang bisa kita berikan, bahwa dalam masalah ini tidak ada acuan baku, sehingga dikembalikan kepada kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.

Allahu a¡¯lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina).


Referensi:?


Ramadh?n Telah Tiba Sudahkan Anda Bersedekah

 

Ramadh?n Telah Tiba, Sudahkan Anda Bersedekah?

?
Oleh: Sulaiman ibnu Yahya Al-Maliki

Telah sama-sama diketahui bahkan sudah menjadi hal yang aksiomatis secara logika bahwa semua harta adalah milik Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?. Allah menitipkannya kepada hamba-hamba-Nya untuk melihat bagaimana mereka berbuat dengan harta itu, kemudian kelak akan menanyai mereka saat berdiri di hadapan-Nya: "Dari mana mereka mengumpulkan harta itu, dan kemana mereka membelanjakannya?" Siapa yang mengumpulkan harta dengan cara yang halal, lalu menjaga titipan Allah tersebut secara baik, dengan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya dan hal-hal yang diridha-Nya, maka ia akan memperoleh pahala dari perbuatannya itu. Tetapi siapa yang mengumpulkannya dari jalan yang haram, atau tidak menjaga titipan itu secara baik, dengan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak halal, maka ia akan menerima hukuman, dan itu akan menjadi sebab kesengsaraannya.

Oleh karena itu, seorang muslim harus senantiasa menjaga hal-hal yang disukai oleh Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªpada hartanya, jika ia menginginkan keselamatan di Akhirat. Ia harus menanamkan tekad di dalam dirinya bahwa tidak boleh ia melihat satu saja jalan membelanjakan harta yang dianjurkan oleh Islam melainkan ia harus segera mengalokasikan hartanya untuk itu sesuai dengan kemampuannya, dan tidak boleh ia melihat satu saja jalan membelanjakan harta yang diharamkan oleh Islam melainkan ia mesti berhenti mengalokasikan hartanya untuk itu dan segera menjauhinya.

Salah satu amalan paling agung yang Allah syariatkan pada bulan Ramadh?n adalah sedekah dan infak untuk membantu orang yang membutuhkan, menolong orang kesulitan, serta memenuhi kebutuhan Kaum Muslimin. Banyak sekali dalil-dalil yang menjelaskan keutamaan bersedekah di jalan Allah demi mencari keridhaan-Nya. Berikut ini beberapa contoh keutamaan tersebut:

1. Sedekah adalah limpahan rasa kasih sayang yang mendorong seorang muslim untuk berbaik kepada orang lain, menolong mereka yang kesulitan, membantu mereka yang membutuhkan, berbuat baik kepada kaum fakir miskin, mengasihi para janda, serta mengusap air mata anak-anak yatim sekaligus berbuat baik kepada mereka dan menyemai kebahagiaan di dalam hati mereka. Allah¡ªSubh?nahu wa Ta`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan mereka meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak."?[QS. Al-Had?d: 18]

2. Sedekah memberikan motivasi untuk pelakunya sendiri. Betapa indah terasa di hati orang yang bersedekah dan betapa dalam perasaan bahagianya ketika ia merasa telah memberi pinjaman kepada Dzat Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Betapa ia bahagia ketika berinteraksi dengan Sang Pemilik semua kerajaan. Segala yang ia infakkan akan dikembalikan kepadanya dengan berlipat ganda, dan ia juga mendapat pahala yang mulia. Allah¡ªSubh?nahu wa Ta`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Dan barang apa saja yang kalian infakkan niscaya Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya."?[QS. Saba': 39]

±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Tidak ada satu pagi pun yang dimasuki oleh para hamba Allah melainkan terdapat dua Malaikat yang turun ketika itu, lalu salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti untuk orang yang berinfak'. Sementara yang kedua berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang pelit'."?[HR. Al-Bukh?ri dan Muslim]

3. Sedekah adalah faktor yang mengundang kecintaan Allah terhadap hamba-Nya. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepadaku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya."?[HR. Al-Bukh?ri]

4. Sedekah adalah penghapus dosa dan kesalahan. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Fitnah (keterpedayaan) seorang lelaki pada istri, anak, dan tetangganya dihapus oleh shalat, sedekah, dan perbuatan baik."?[HR. Al-Bukh?ri]

5. Ketika seluruh manusia dikumpulkan pada hari Kiamat, saat kesusahan menghimpit dengan dahsyat, di mana matahari demikian dekat dengan kepala seluruh makhluk, saat itu, orang-orang yang rajin bersedekah mendapat naungan di bawah `Arsy. Sedekah yang mereka berikan akan mereka melindungi mereka dari hawa panas api Neraka. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan Allah.?(salah satunya adalah): seseorang yang menyedekahkan sesuatu, lalu ia menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya."?[HR. Al-Bukh?ri]

6. Sedekah akan ditumbuh-kembangkan oleh Allah hingga menjadi sebesar gunung. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Barang siapa yang bersedekah sebesar satu butir kurma dari hasil pekerjaan yang baik¡ªdan Allah tidak menerima kecuali yang baik¡ªniscaya Allah akan menerimanya dengan tangan-Nya lalu merawatnya untuk pemiliknya (orang yang menyedekahkannya) sebagaimana seseorang di antara kalian merawat anak hewan peliharaannya, hingga sedekah itu berkembang menjadi sebesar gunung."

7. Sedekah menghapus kesalahan dan memadamkan murka Allah. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, dan sedekah memadamkan dosa-dosa seperti air memadamkan api."?[HR. At-Tirm?dzi dan Ibnu M?jah]. Dalam hadits lain disebutkan:?"Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Tuhan."?[HR. Ath-Thabr?ni]

8. Sedekah melindungi pelakunya dari Neraka. Sebuah hadits diriwayatkan dari `Adi ibnu?H?tim, bahwa ia mendengar Rasulullah¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Takutlah kepada Allah walaupun hanya dengan (menyedekahkan) setengah biji kurma."?Beliau juga bersabda,?"Barang siapa di antara kalian yang mampu melindungi dirinya dari Neraka walaupun dengan setengah biji kurma hendaklah ia melakukannya."?[HR. Ath-Thabr?ni]

9. Sedekah membersihkan dan menyucikan jiwa. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu engkau membersihkan dan menyucikan (jiwa) mereka."?[QS. At-Taubah: 103]

10. Sedekah menumbuhkan rasa bahagia ke dalam hati orang-orang miskin, dan ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Sebaik-baik amal adalah engkau memasukkan rasa bahagia ke dalam hati saudaramu seiman, atau melunasi hutangnya, atau memberinya roti (makanan)."?[HR. Al-Bukh?ri]

11. Sedekah mengundang keridhaan Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?, menyelamatkan pelakunya dari kebinasaan, sekaligus merupakan bentuk kesempurnaan ihsan (perbuatan baik). Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah, dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."?[QS. Al-Baqarah: 195]

12. Sedekah membuat Syetan jengkel dan mendatangkan ampunan Allah. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menyediakan untuk kalian ampunan dan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."?[QS. Al-Baqarah: 268]

13. Di antara balasan sedekah di dunia yang sangat menakjubkan adalah apa yang disebutkan dalam sabda Rasulullah¡ª may  Allaah  exalt  his  mention,?"Suatu ketika, seorang lelaki sedang berada di tengah padang pasir, lalu tiba-tiba ia mendengar sebuah suara dari atas awan: 'Airilah kebun si fulan'. Kemudian awan itu bergerak, lalu menumpahkan hujannya di atas sebuah bukit. Salah satu saluran air di bukit itu ternyata menampung seluruh air hujan tersebut. Lelaki itu pun menyusuri aliran air tersebut, hingga ia melihat seorang lelaki sedang mengarahkan air tersebut ke kebunnya. Ia pun bertanya kepada lelaki itu: 'Wahai hamba Allah, siapakah namamu?' Lelaki itu menjawab: 'Fulan', persis seperti nama yang ia dengar di atas awan tadi. Lelaki itu balik bertanya: 'Wahai hamba Allah, mengapa engkau menanyakan namaku?' Ia menjawab: 'Aku tadi mendengar suara dari atas awan yang membawa air ini: 'Airilah kebun si fulan', ia menyebut namamu. Apakah yang engkau lakukan terhadap kebunmu ini?' Lelaki itu menjawab: 'Karena engkau telah menceritakan itu, aku akan menjawabnya, aku biasa menyedekahkan sepertiga hasil kebun ini, lalu aku dan keluargaku memakan sepertiganya, dan menanam kembali sepertiganya."?[HR. Muslim]

14. Sedekah membebaskan seorang muslim dari kekikiran, karena tidaklah etis sama sekali apabila seorang yang kaya melihat saudaranya yang miskin merintih kelaparan dan dihimpit kebutuhan kemudian perasaannya tidak tergerak sedikit pun untuk meringankan kesusahan saudaranya itu. Sementara salah satu akhlak ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ªadalah pemurah dan dermawan. Beliau senantiasa memberi layaknya seorang yang tidak pernah takut ditimpa kemiskinan. Beliau juga pernah berseru,?"Berinfaklah, niscaya Allah akan menafkahi hidupmu."

15. Sedekah akan menambah harta dan tidak akan menguranginya. Ya, sedekah merupakan sebab bertambah, berkembang, serta berkahnya harta. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªakan senantiasa menurunkan rezeki kepada orang yang bersedekah, serta akan selalu menutupi kekurangannya dan menolongnya. Rasulullah¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Harta tidak akan pernah berkurang karena sedekah. Tidaklah seseorang memaafkan orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaannya, dan tidaklah seseorang berlaku tawadhuk (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan mengangkat (derajatnya)."?[HR. Muslim]

16. Sedekah merupakan sebab berkembangnya harta, mempanjang umur, mencegah turunnya bala dan penyakit atas pelakunya dan keluarganya, serta mencegah kematian yang buruk. Anas¡ª may  Allaah  be  pleased  with  them¡ªmeriwayatkan bahwa Rasulullah¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak mampu melampaui sedekah."?[HR. Al-Baihaqi]

Beliau juga bersabda,?"Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah."?[HR. Al-Baihaqi]

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari `Amr ibnu `Auf¡ª may  Allaah  be  pleased  with  them¡ªdisebutkan bahwa Rasulullah¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Sungguh, sedekah seorang muslim akan memanjangkan umurnya, mencegah kematian yang buruk, dan dengan sedekah itu, Allah akan menghilangkan penyakit tua dan kefakiran (dari pelakunya)."?[HR. Ath-Thabr?ni]

Beliau juga bersabda,?"Perbuatan-perbuatan baik menjaga pelakunya dari kematian yang buruk, serangan berbagai penyakit, dan hal-hal yang mencelakakan."?[HR. Al-H?kim]

17. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªmenolong hamba-Nya yang bersedekah untuk melakukan ketaatan, menunjukkan kepadanya jalan kebenaran dan kebaikan, serta memudahkan baginya jalan-jalan menuju kebahagiaan. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah."?[QS. Al-Lail: 5-7]

18. Sedekah memiliki makna yang sangat luas, mencakup segala jenis kebaikan. Menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat, menyingkirkan duri dari jalanan, berbuat adil antara dua orang, senyum di hadapan saudara seiman, menanam pohon, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan berkata-kata yang baik, seluruhnya adalah sedekah. Rasulullah¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Setiap muslim wajib bersedekah."?Para shahabat ketika itu berkata,?"Wahai Nabi Allah, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki apa-apa?"?Beliau menjawab,?"Ia harus bekerja dengan tangannya sendiri, sehingga dapat memberi manfaat bagi dirinya, dan kemudian bersedekah."?Para shahabat bertanya lagi,?"Kalau tidak juga dapat melakukan itu?"?Beliau menjawab,?"Ia dapat membantu orang yang sedang membutuhkan."?Para shahabat bertanya lagi,?"Jika tidak juga dapat melakukan itu?"?Beliau bersabda,?"Berbuatlah kebaikan dan cegahlah diri dari perbuatan buruk, karena itu baginya adalah sedekah."?[HR. Al-Bukh?ri]

19. Sedekah dan proyek-proyek sosial merupakan solusi bagi problem kemiskinan di tengah Umat. Islam telah menyediakan berbagai jalan keluar dari permasalahan seperti ini. Salah satu jalan keluar itu adalah menggalakkan perbuatan baik kepada sesama (suka membantu). Ini juga merupakan obat bagi penyakit hasad orang-orang fakir terhadap orang-orang kaya, sehingga dengan izin Allah, masyarakat muslim akan terjaga dari berbagai tindak kejahatan dan dendam. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ªtelah memperingatkan umat beliau tentang bahaya tingkah laku yang muncul karena kemiskinan. Beliau bersabda,?"Sesungguhnya seseorang yang berhutang apabila berbicara akan berdusta, dan apabila berjanji akan ingkar."?[HR. Al-Bukh?ri dan Muslim]

20. Agar sedekah diterima dan lengkap syarat-syaratnya, ia haruslah diambil dari hasil pekerjaan yang baik dan harta yang halal. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Hai orang-orang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik."?[QS. Al-Baqarah: 267]

Sedekah tidak akan diterima jika diambil dari harta yang haram. ±·²¹²ú¾±¡ª may  Allaah  exalt  his  mention¡ª²ú±ð°ù²õ²¹²ú»å²¹,?"Barang siapa yang mencari harta dari jalan yang haram lalu ia gunakan untuk menyambung silaturahim atau bersedekah atau menginfakkannya di jalan Allah, kelak semua itu akan dikumpulkan dan akan dilemparkan bersamanya ke Neraka Jahanam."?[HR. Ab? D?w?d]

Dan sedekah harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?, tidak dikotori oleh riya (keinginan dilihat oleh orang lain) atau?sum`ah?(keinginan didengar oleh orang lain). Niat sedekah mesti diarahkan hanya karena Allah, tidak untuk tujuan mengharapkan balasan yang lebih banyak. Allah¡ªSubh?nahu wata`?l?¡ªberfirman (yang artinya):?"Dan janganlah engkau memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak."?[QS. Al-Muddatstsir: 6]


?


BULAN RAMADHAN, MENINGKATKAN INFAK DI JALAN ALLAH

 

BULAN RAMADHAN, MENINGKATKAN INFAK DI JALAN ALLAH

Islam telah memerintahkan untuk berderma, memberi dan berinfak di jalan Allah pada setiap saat. Pada bulan Ramadhan, perintah tersebut lebih ditekankan sebagai upaya mengikuti Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam yang mulia.

Allah °Õ²¹¡¯²¹±ô²¹ berfirman:

???? ??? ??????? ???????? ??????? ??????? ??????? ????????????? ???? ?????????? ?????????

¡°Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak¡­¡± [Al-Baqarah/2: 245]

Baca selengkapnya
Ramadhan, Meningkatkan Infak Di Jalan Allah


Sedekah dan Zakat Lebih Utama di Bulan Ramadhan?


Tanda Husnul Khatimah dan Suul Khatimah


Umur Itu Untuk Amal Shalih


? Video Pendek
:: Khutbah Jum'at - Nasehat 10 Hari Terakhir Ramadhan ::


:: Faedah Do¡¯a 10 Malam Terakhir Dibulan Ramadhan ::


Tolong dibaca dan dengarkan sampai selesai, dan silahkan dishare.
Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah Ta¡¯aala memberikan Hidayah Taufiq kepada kaum muslimin untuk memahami Agama yang benar dan beramal dengan Ikhlas karena Allah dan Ittiba¡¯ kepada Rasulullah Shollallahu ¡®alaihi wa sallam.
Jazaakumullahu khairan.


Do¡¯a Para Malaikat Bagi Orang yang Berinfak

 

DO¡¯A PARA MALAIKAT BAGI ORANG YANG BERINFAK AGAR MEREKA MENDAPATKAN PENGGANTI ATAS APA YANG DIINFAKKANNYA

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi

Di antara orang-orang yang mendapatkan do¡¯a dari para Malaikat adalah orang-orang yang selalu berinfak di jalan kebaikan, dan di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata: ¡°Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda:

??? ???? ?????? ???????? ?????????? ?????? ?????? ????????? ??????????? ?????????? ???????????: ??????????? ?????? ????????? ???????. ?????????? ????????: ??????????? ?????? ????????? ???????.

¡®Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ¡®Ya Allah, berikanlah ganti[1]? bagi orang yang berinfak.¡¯ Dan yang lainnya berkata: ¡®Ya Allah, hancurkanlah[2] (harta) orang yang kikir.¡¯¡±[3]

Di antara hal yang bisa kita fahami dari hadits di atas bahwa ash-Shaadiqul Mashduuq, yaitu Nabi kita Shallallahu ¡®alaihi wa sallam mengabarkan bahwa sesungguhnya para Malaikat berdo¡¯a agar Allah Subhanahu wa °Õ²¹¡¯²¹±ô²¹ menggantikan harta orang yang berinfak.

Al-¡®Allamah al-¡®Aini ketika menjelaskan hadits tersebut berkata: ¡°Makna khalaf adalah pengganti, sebagaimana dalam sebuah ungkapan: ¡®Akhlafallaahu khalfan¡¯ maknanya adalah semoga Allah menggantikannya.¡±[4]

Al-Mulla ¡®Ali al-Qari ketika menjelaskan hadits ini berkata: ¡°Khalaf maknanya adalah pengganti yang sangat besar, sebuah pengganti yang baik di dunia dan berupa balasan di akhirat, dalam hal ini Allah Subhanahu wa °Õ²¹¡¯²¹±ô²¹ berfirman:

????? ???????????? ???? ?????? ?????? ?????????? ? ?????? ?????? ?????????????

¡°Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.¡± [Saba/34: 39][5]

Al-¡®Allamah al-¡®Aini menjelaskan faidah-faidah yang dapat diambil dari hadits tersebut dengan perkataan: ¡°Dan di dalamnya ada do¡¯a Malaikat, sedangkan do¡¯a Malaikat adalah sebuah do¡¯a yang akan selalu dikabulkan dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam : ¡®Barangsiapa yang ucapan aminnya itu tepat dengan ucapan amin para Malaikat, maka diampuni dosanya yang telah lalu.¡±[6]

Dan yang dengan dimaksud dengan infak, sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama, adalah infak dalam ketaatan, infak dalam akhlak yang mulia, infak kepada keluarga, jamuan tamu, shadaqah dan lain-lain yang tidak dicela dan tidak termasuk kategori pemborosan.[7]

2. Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari Abud Darda¡¯ Radhiyallahu anhu, ia berkata: ¡°Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam bersabda:

??? ???????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????????????? ????????? ????????????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????????: ??? ???????? ???????? ?????????? ????? ????????? ??????? ??? ????? ??????? ?????? ?????? ?????? ?????????. ????? ????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????????????? ????????? ???????????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????????: ??????????? ?????? ????????? ??????? ???????? ????????? ???????.

¡®Tidaklah matahari terbit melainkan diutus di dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata: ¡®Wahai manusia menghadaplah kalian kepada Rabb kalian, karena yang sedikit dan cukup itu tentu lebih baik daripada yang banyak tetapi digunakan untuk foya-foya. Dan tidaklah matahari terbenam melainkan diutus di antara dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata: ¡®Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak, dan hancurkanlah (harta) orang yang kikir.¡¯¡±[8]

3. Dua Imam, yaitu Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ¡®alaihi wa sallam, beliau bersabda:

????? ??????? ??????? ???? ????????? ?????????? ????????: ???? ???????? ????????? ??????? ????? ????????? ??????? ????? ????????: ??????????? ?????? ?????????? ??????? ????????? ?????????? ???????.

¡°Sesungguhnya satu Malaikat yang ada di sebuah pintu dari pintu-pintu langit berkata: ¡®Barangsiapa meminjamkan pada satu hari ini, maka akan dibalas pada esok hari, dan satu Malaikat lainnya yang ada di pintu lain berkata: ¡®Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak dan segera hancurkanlah (harta) orang yang kikir.¡¯¡±[9]

Imam Ibnu Hibban memberikan bab bagi hadits ini dengan judul: ¡°Do¡¯a Malaikat bagi Orang yang Berinfak dengan Pengganti dan Bagi Orang yang Kikir agar Hartanya Dihancurkan.¡±[10]

Semoga Allah Subhanahu wa °Õ²¹¡¯²¹±ô²¹ menjadikan kita orang-orang yang selalu berinfak, yang dido¡¯akan dengan pengganti oleh para Malaikat.

Aamiin, yaa Dzal Jalaali wal Ikraam.

[Disalin dari buku Man Tushallii ¡®alaihimul Malaa-ikatu wa Man Tal¡®anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do¡¯aka Malaikat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
______

Footnote

[1] Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: ¡°Pengganti itu lebih baik disamarkan agar mencakup pengganti dalam bentuk harta dan pahala, karena berapa banyak orang yang berinfak, dia wafat sebelum mendapatkan balasan berupa harta di dunia, maka penggantinya adalah berupa pahala di akhirat, atau dia dihalangi dari kejelekan.¡± (Fat-hul Baari III/305)
[2] Redaksi dengan ungkapan pemberian hanya merupakan gaya bahasa saja, karena jika harta itu dihancurkan, maka sesungguhnya hal tersbut bukanlah sebuah pemberian. (Ibid)
[3] Muttafaq ¡®alaih. Shahiih al-Bukhari kitab az-Zakaah bab Qau-luhu °Õ²¹¡¯²¹±ô²¹: Fa Amma Man A¡¯thaa wat Taqaa wa Shaddaqa bil Husnaa (III/304 no. 1442) dan Shahiih Muslim kitab az-Zakaah bab Fil Munfiq wal Mumsik (II/700 no: 1010 (57)).
[4] ¡®Umdatul Qaarii (VIII/307).
[5] Mirqaatul Mafaatiih (IV/366).
[6] ¡®Umdatul Qaari¡¯ (VIII/307).
[7] Lihat Syarh an-Nawawi (VII/95).
[8] Al-Musnad (V/197 cet. Al-Maktab al-Islami), al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban kitab az-Zakaah bab Shadaqatut Tathawwu¡¯, Dzikrul Akhbaar ¡®ammaa Yajibu ¡®alal Mar-i min Tawaqqu¡¯il Khilaaf fiimaa Qaddama li Nafsihi, wa Tawaqqu¡¯ Dhiddahu idzaa Amsaka (VIII/121-122 no. 3329) dan al-Mus-tadrak ¡®alash Shahiihain kitab at-Tafsiir (II/445).
Al-Imam al-Hakim berkata, ¡°Ini adalah hadits yang sanad-nya shahih, tetapi tidak diriwayatkan oleh keduanya (al-Bukhari dan Muslim).¡± (Ibid) Ungkapan tersebut disepakati oleh adz-Dzahabi (lihat kitab at-Takhliish II/445). Al-Hafizh al-Haitsami berkata: ¡°Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan perawinya adalah perawi yang shahih.¡± (Majma¡¯uz Zawaa-id III/122). Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani. (Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihhah no. 444 dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/456)
[9] Al-Musnad (II/305-306 cet. Al-Maktab al-Islami) dan al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban kitab az-Zakaah bab Shadaqatut Tathawwu¡¯ (VIII/124 no. 3333), dengan lafazh darinya. Syaikh Ahmad Syakir mengomentari sanad hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau berkata: ¡°Sa-nadnya shahih.¡± (Catatan pinggir kitab al-Musnad XV/196) Syaikh Syu¡¯aib al-Arna-uth mengomentari sanad hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, beliau berkata: ¡°Isnad-nya shahih berdasarkan syarat perawi Muslim.¡± (Catatan pinggir kitab al-Ihsaan VIII/124)
[10] Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban (VIII/124).

Referensi :
?


Apakah Talak bisa Dibatalkan?

 

Apakah Talak bisa Dibatalkan?


Assalamu alaikum wr wb,?Ust. saya mau tanya ttg

  1. Adakah jalan untuk membatalin ucapan talak 3 ke istri ¡­. ?
  2. Kapan efektifnya talak 3 itu ¡­.?
  3. Kalau kita damai dengan istri setelah perkataan tadi diatas tetap syahkan pernikahan tsb ?
  4. Bisakah kita hanya membayar denda atau bertoubat untuk membatalin seperti diatas?

Terima kasih sebelumnya?semoga Allah memberikan balasan yg terbaik buat Ustad

Dari: Suadara Sdk


Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ¡®ala rasulillah, amma ba¡¯du,

Pertama, kapan sebuah akad bisa dibatalkan atau ditarik kembali?

Para ulama memberikan rincian bahwa akad yang dilakukan seseorang dibagi menjadi dua:

1. Akad Lazim (mengikat), yaitu akad yang tidak bisa ditarik kembali atau dibatalkan.

Akad yang sifatnya mengikat ini, dibagi lagi menjadi beberapa bagian,

  • Akad yang bisa dibatalkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, misal: jual beli, sewa-menyewa, dan semacamnya.
  • Akad yang sama sekali tidak bisa dibatalkan, kecuali karena alasan darurat. Seperti akad nikah. Karena nikah dilakukan dalam rangka membangun keluarga yang langgeng.
  • Akad yang sama sekali tidak bisa dibatalkan dengan alasan apapun, itulah talak.

2. Akad Jaiz (tidak mengikat), yaitu akad yang memungkinkan untuk dibatalkan atau ditarik kembali. Seperti pinjam-meminjam, utang-piutang, dan semacamnya.

[simak al-Mausu¡¯ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 30/229 dan keterangan Dr. Hisamudin Affanah di: ]

Kedua, terdapat hadis yang menegaskan bahwa talak sah, sekalipun dilakukan dengan main-main.

Disebutkan dalam riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ¡®anhu bahwa Rasulullah?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

???? ?????? ??? ????????? ??? : ?????? ? ??????? ? ???????

¡°Tiga hal yang seriusnya dianggap serius dan guyonnya dianggap serius: Nikah, talak, dan rujuk.¡±

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud no. 2194, Turmudzi no. 1184, dan yang lainnya. Ulama berbeda pendapat tentang status keabsahan hadis ini. Sebagian menilainya hasan dan sebagian menilainya dhaif. Imam al-Albani menilai hadis ini sebagai hadis hasan.

Sekalipun sebagian ulama menilai hadis ini dhaif, namun para ulama sepakat bahwa hukum dalam hadis ini berlaku. At-Turmudzi (w. 279 H) ketika membawakan hadis ini, beliau mengatakan,

??? ???? ??? ???? ?????? ??? ??? ??? ??? ????? ?? ????? ????? ??? ???? ???? ???? ??????

Hadis ini hasan gharib. Para ulama di kalangan para sahabat dan yang lainnya mengamalkan kandungan hadis ini. (Jami¡¯ Turmudzi, 3/482).

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ibnul Mundzir (w. 319 H). Dalam kitabnya al-Ijma¡¯, beliau menegaskan,

???? ?? ?? ???? ??? ?? ??? ????? ??? ?? ?? ?????? ????? ????

Berdasarkan keterangan yang saya ketahui, ulama sepakat bahwa serius dan guyonnya lafadz talak, statusnya sama. (al-Ijma¡¯, hlm. 275).

Berdasarkan keterangan di atas, maka suami yang telah mengucapkan kata ¡®talak¡¯, ¡®cerai¡¯, ¡®pegat¡¯ atau semacamnya, dinilai sah, tidak bisa diralat, tidak bisa dibatalkan. Dan terhitung 1 kali talak. Untuk bisa kembali ke istrinya, syariat memberikan kesempatan untuk rujuk, selama bukan talak yang ketiga.

Mengenai tata cara rujuk, bisa dipelajari:??dan?

Allahu a¡¯lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina?).

Referensi:?


Hukum Menghirup Bukhur Atau Dupa Pada Saat Puasa Dan Shalat

 

Hukum Menghirup Bukhur Atau Dupa Pada Saat Puasa Dan Shalat


Pertanyaan:?


Terkait dengan menghirup dupa, sebagaimana hal itu dilarang saat berpuasa, apakah hal tersebut berpengaruh pada shalat jika seseorang yang sedang shalat dengan sengaja menghirupnya ?

Ringkasan Jawaban

Yang dilarang saat puasa adalah menghirup dupa dan bukan hanya sekedar mencium baunya, karena dupa mengadung zat yang apabila masuk ke dalam perut maka orang yang sedang berpuasa bisa batal puasanya, adapun bagi orang shalat, tidak mengapa jika ia mencium bau wewangian atau dupa, dan umat Islam masih? memasang dan mengharumkan masjid dengan pembakar bukhur atau dupa.


Teks Jawaban

Table Of Contents

Puji syukur bagi Allah, dan salam serta berkat atas Rasulullah dan keluarganya.

Hukum menghirup bukhur saat puasa

Yang terlarang dalam puasa adalah menghirup dupa, dan bukan hanya sekedar mencium baunya. Karena bukhur mengandung? zat yang apabila masuk ke dalam perut? maka orang yang sedang berpuasa bisa batal puasanya.

Disebutkan? dalam ¡°hasyiah ad-dasuki¡± 1/525 : ¡°pada saat asap dupa atau uap pot sampai kerongkongan, maka wajib mengqadla puasa.¡±

Jika sampai ke tenggorokan dengan menghirupnya, baik yang menghirup adalah orang yang membuatnya atau orang lain, dan jika salah satunya sampai ke tenggorokan tanpa dikehendaki; maka tidak wajib qadha bagi yang membuatnya dan bagi orang lain.¡± Akhir kutipan secara singkat.

Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya: apalah boleh memakai wewangian seperti minyak oud, cologne, dan bukhur di waktu siang hari di bulan ramadhan ?

Beliau menjawab: ¡°ya, boleh memakainya, denga syarat tidak menghirup bukhur. Akhir kutipan dari ¡°fatawa Ibnu baz¡± 15/267.

Syekh Ibnu ¡®Utsaimin rahimahullah ditanya: apa hukum memakai wewangian bagi orang yang berpuasa pada waktu siang hari ramadhan ?

Beliau menjawab: ¡°tidak mengapa ia memakainya pada waktu siang hari ramadhan; dan boleh juga menghirupnya; kecuali bukhur ia tidak boleh menghirupnya, karena ia mengandung zat yang bisa sampai ke perut, yaitu asap.¡± Akhir kutipan dari ¡°fatawa ramadhan¡± hlm. 499.

Apakah boleh bagi orang yang shalat mencium bau dupa atau wewangian ?

Tidak mengapa bagi orang yang shalat jika mencium wewangian atau bukhur, umat islam sendiri sampai saat ini masih memasang dan menyalakan pembakar bukhur di masjid.

Beliau mengatakan dalam ¡°kasyaf al-qana¡± 2/372: {disunahkan menyapunya} maksudnya adalah: masjid {pada hari kamis, dan mengeluarkan debu, membersihkan dan mengharumkan apa yang ada di dalamnya} maksudnya: pada hari kamis , {dan menyalakan pembakar dupa di masjid}, sebagaimana pada hari-hari ied¡±. Akhir kutipan

Tidak bisa dibayangkan orang yang shalat lalu memegang pembakar dupa dan menghirup bukhur,? dan kami belum menemukan orang yang membahas masalah ini, maupun hukumnya jika hal itu terjadi.

Para ulama telah mengingatkan bahwa tidak mengapa meletakkan pembakar dupa atau mabkhara di depan para jamaah, dan hal ini tidak termasuk dalam hal yang dibenci atau makruh yaitu menghadap api.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya: ¡° apa hukum meletakkan alat pembakar bukhur di depan jamaah di masjid ?

Beliau menjawab: ¡°tidak mengapa dalam hal itu, hal ini tidak termasuk dalam kategori yang menurut sebagian fuqaha tentang makruhnya menghadap api, mereka melihat ini seperti kaum majusi penyembah api, karena kaum majusi tidak menyembah api dengan cara seperti ini. Untuk itu maka tidak ada masalah meletakkan pembakar bukhur di depan jamaah, atau meletakkan pemanas ruangan elektrik di depan jamaah, apalagi jika diletakkan di depan para makmum saja dan bukan di depan imam¡± akhir kutipan dari ¡°majmu fatawahu¡± 12/409.

Syekh Ibnu Jibreen rahimahullah berkata: ¡°Tidak ada salahnya meletakkan pembakar dupa atau pedupaan di depan jamaah, meskipun di dalamnya ada bara api; Sebab yang tidak disukai adalah meletakkan api yang menyala di depan jamaah dan menghadap ke arah jamaah. Dan api adalah sesembahan orang Majus, menghadap ke arahnya sama dengan menyembah api,? Inilah dasar pelarangannya.

Dan sebagaimana diketahui bahwa pembakar dupa di dalamnya ada bara api, tetapi tidak bisa disebut api, artinya yang menyala, dan tidak menyerupai kuil kaum majusi.

Dan didalamnya ada kemaslahatan yaitu mengasapi untuk mengharumkan masjid dengan bukhur, karena Nabi Shallallahu ¡®alaihi wasallam pernah menyerukan untuk berbuat baik, dengan itu beliau mengharumkan masjid, dan para orang terdahulu mengharumkan masjid dengan dengan air dan asap yang harum¡­¡± akhir kutipan dari situs syekh.

Untuk jawaban lebih luas bisa lihat No.?,?.

Wallahu a¡¯lam.


?


Doa Mandi Junub

 

Doa Mandi Junub


Pertanyaan:

Assalamu ¡®alaikum. Doa apa yang harus dibaca ketika mandi junub? Selama ini saya hanya membaca basmalah saja. Mohon penjelasannya. Terimakasih atas jawabannya.

Rosmiati (rosmiati**@yahoo.***)


Jawaban:

Wa¡¯alaikumussalam warahmatullah.

Kami tidak mengetahui adanya doa apapun baik sebelum maupun sesudah mandi junub.

Yang ada adalah membaca basmalah sebelum mandi.

Ulama berbeda pendapat, apakah ada anjuran untuk membaca basmalah sebelum mandi junub?

Terdapat sebuah hadis dari Abu Said al-Khudri?radhiallahu ¡®anhu, bahwa Nabi?shallallahu ¡®alaihi wa sallam?bersabda,

??? ??????? ?????? ???? ???????? ????? ??????? ????????

¡°Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah) sebelum wudhu.¡±

Status hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad 11371, Ibnu Majah 429, dan yang lainnya. Dan ulama berbeda pendapat dalam menilai hadis ini. Sebagian ulama menilainya sebagai hadis hasan. Seperti al-Albani. Dan ulama lain menilainya dhaif. Karena dalam sanadnya terdapat perawi bernama Rubaih bin Abdurrahman dan Katsir bin Zaid yang statusnya dhaif jika sendirian.

(Ta¡¯liqat Musnad Ahmad, 17/464).

Bagi ulama yang menshahihkan hadis ini, mereka berbeda pendapat, apakah hukum membaca basmalah sebelum mandi junub?

Pertama, sebagian ulama berpendapat bahwa membaca basmalah hukumnya wajib, baik ketika wudhu, mandi, maupun tayamum.

Ini adalah pendapat Imam Ahmad dalam salah satu riwayat, pendapat Abu Bakr, Hasan al-Bashri, dan Ishaq bin Rahuyah.

Kedua, basamalah hukumnya anjuran dalam semua kegiatan mensucikan diri dari hadats. Baik wudhu, mandi, maupun, tayammum.

Ini merupakan pendapat Imam Ahmad menurut riwayat yang masyhur. Al-Khallal mengatakan,

???? ?????? ???????? ??? ??? ?? ??? ?? ???? ??? ??? ???????

Riwayat-riwayat yang shahih dari Imam Ahmad, bahwa tidak membaca basamalah hukumnya boleh. (al-Mughni, 1/114)

Dan ini pendapat at-Tsauri, Imam Malik, Imam as-Syafii, Abu Ubaid bin Sallam, Ibnul Mundzir, dan ulama Kufah.?(al-Mughni, 1/114)

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa membaca basmalah tidak wajib ketika mandi, karena mandi junub tidak sebagaimana wudhu.

Jika kita mengambil pendapat mayoritas ulama, maka di sana ada anjuran untuk membaca basmalah sebelum mandi. Dan boleh saja orang menyebutnya sebagai doa mandi junub.

Allahu a¡¯lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits?(Dewan Pembina?Konsultasisyariah.com)


Referensi:?