Keyboard Shortcuts
ctrl + shift + ? :
Show all keyboard shortcuts
ctrl + g :
Navigate to a group
ctrl + shift + f :
Find
ctrl + / :
Quick actions
esc to dismiss
Likes
Search
Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 2 = Ancaman Berdusta Atas Nama Rasulullah, 1/2]
Y & R
开云体育?
ANCAMAN BERDUSTA
Atas Nama Rasulullah SAW
oleh
Abdul Hakim bin Amir
Abdat
?
Bagian Pertama dari Dua tulisan
[1/2]
? ?
Dalam masalah ke-2 ini, kami
tunjukkan sejumlah hadits-hadits shahih, tentang ancaman yang sangat berat dan
adzab yang sangat mengerikan kepada para pendusta dan pemalsu hadits atas Nabi
SAW.
?
Hadits-hadist tersebut ialah :
?
???........... "Man kadzaba a'laiya muta'ammidan palyatabawwa maq'adahu minannaar". Artinya :
Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW "Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka". Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll. ?
Artinya :
Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang membuat-buat perkataan atas (nama) ku yang (sama sekali) tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". Hadits shahih dikeluarkan oleh Ibnu Majah (No. 34) dan Imam Ahmad bin Hambal (2/321) ?
Artinya :
Dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : "Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". Hadits shahih riwayat Imam Bukhari (1/35) dll, hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad (4/47) dengan lafadz yang sama dengan hadits No. 1,4,5,6 & 8. ?
Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan lagi (4/50) dengan lafadz.
Artinya :
"Tidak seorangpun yang berkata atas (nama)ku dengan batil, atau (ia mengucapkan) apa saja (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, melainkan tempat duduknya di neraka". Sanad ini shahih atas syarat Bukhari dan Muslim. ?
Artinya :
Dari Anas bin Malik, ia berkata. Sesungguhnya yang mencegahku menceritakan hadist yang banyak kepada kamu, (ialah) karena Rasulullah SAW telah bersabda : "Barangasiapa yang sengaja berdusta atasku (yakni atas namaku), maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". Hadits shahih dikeluarkan oleh Bukhari (1/35) dan Muslim (1/7) dll. ?
Artinya :
Dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari bapaknya (Abdullah bin Zubair), ia berkata. Aku bertanya kepada Zubair bin 'Awwam : "Mengapakah aku tidak pernah mendengar engkau menceritakan (hadits) dari Rasulullah SAW sebagaimana aku mendengar Ibnu Mas'ud dan si fulan dan si fulan..? Jawabnya : Adapun aku tidak pernah berpisah dari Rasulullah sejak aku (masuk) Islam, akan tetapi aku telah mendengar dari beliau satu kalimat, beliau bersabda : "Barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". Hadits shahih, dikeluarkan Bukhari (1/35), Abu dawud (No. 3651) dan Ibnu Majah (No. 36 dan ini lafadznya) dll. Dua riwayat di atas dari dua orang sahabat besar Anas bin Malik dan Zubair
bin 'Awwam, menunjukan betapa sangat hati-hatinya para sahabat radliyallahu
'anhum dalam meriwayatkan hadits Nabi SAW.
?
Artinya :
Dari Abdullah bin Amr, ia berkata. Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda : "Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada keberatan (yakni berdosa), dan barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka". Hadits shahih, dikeluarkan oleh Bukhari (4/145) dan Tirmidzi (4/147 di Kitab Ilmu) dan Ahmad (2/159), 202 & 214) dll. Sabda Nabi SAW. " Ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada
keberatan", yakni tidak berdosa selama itu baik menurut Syara'.
?
Berkata Imam Malik. "Yang dikehendaki boleh menceritakan tentang
mereka (Bani Israil) ialah dari urusan yang baik, adapun apa-apa yang telah
diketahui dustanya tidak boleh". Demikian juga keterangan Imam Syafi'iy,
hampir sama. (baca Al-Fathul Bari 7/309 syarah Bukhari).
?
Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Bahwa cerita-cerita
tentang Bani Israil itu ada tiga macam :
Artinya :
Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata. telah bersabda Rasulullah SAW. "Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku.! karena, sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atasku, maka hendaklah ia memasuki neraka". Hadist shahih, riwayat Bukhari (1/35), Muslim (1/7), Tirmidzi (4/142 Kitabul Ilmi), Ibnu Majah (No. 3) dan Ahmad. ?
Artinya :
Dari Mughirah (bin Syu'bah) radliyallahu 'anhu, ia berkata, Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah sama berdusta kepada orang lain (selainku), maka barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka". Hadist shahih riwayat Bukhari (2/81), Muslim (1/8) dan Ahmad (4/252). Artinya :
Dari Watsilah bin Asqa', ia berkata. telah bersabda Rasulullah SAW. "Sesungguhnya dari sebesar-besar dusta ialah, seorang menda'wahkan / mengaku (berbapak) kepada yang bukan bapaknya (yakni menasabkan diri kepada orang lain yang bukan bapaknya), atau (ia mengatakan) telah diperlihatkan kepada matanya apa yang (sebenarnya) matanya tidak pernah melihat (yakni ia mengaku telah bermimpi dan melihat sesuatu tetapi sebenarnya bohong). Dalam riwayat yang lain di jelaskan, atau (ia mengatakan), telah diperlihatkan kepada kedua matanya dalam tidur (mimpi) apa yang tidak dilihat oleh kedua matanya (yakni ia mengaku telah bermimpi sesuatu padahal dusta), atau ia mengatakan atas (nama) Rasulullah SAW apa yang beliau tidak pernah sabdakan". Hadits shahih, riwayat Bukhari (4/157) dan Ahmad (4/106) dan riwayat yang kedua, dari jalannya. ?
Artinya :
Dari Abi Bakar bin Salim dari bapaknya (yaitu Salim bin Abdullah bin Umar) dari kakeknya (yaitu Abdullah bin Umar), ia berkata. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda. "Sesungguhnya orang yang berdusta atas (nama)ku akan dibangunkan untuknya satu rumah di neraka". Hadist shahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal di musnadnya (2/22, 103 & 144) dan sanadnya shahih atas syarat Bukahri dan Muslim. ? TAKHRIJUL HADITS
?
Hadits "man kadzaba a'laiya" dan? yang semakna dengannya
tentang ancaman berdusta atas Rasullah SAW, derajadnya MUTAWATIR. Telah
diriwayatkan oleh berpuluh-puluh sahabat, sehingga dikatakan sampai dua ratus
orang sahabat meriwayatkannya. Dan tidak satupun hadits mutawatir yang
derajadnya lebih tinggi dari hadits "man kadzaba a'laiya". (baca :
Syarah Muslim (1/68) An-Nawawi, Fathul Bari (1/213) Ibnu Hajar. Tuhfatul
Ahwadziy syarah tirmidzi (7/418-420).
?
Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Bahwa banyaknya sahabat
yang meriwayatkan hadits di atas memberikan beberapa faedah yang menunjukan
:
?
LUGHOTUL HADITS
?
Sabda Nabi Saw : ....palyatabawaa... = hendaklah ia mengambil
Artinya :
Maka hendaklah ia mengambil untuk dirinya satu tempat tinggal (yakni di neraka). Dikatakan : Seorang mengambil tempat, (yakni) apabila ia mengambilnya sebagai tempat tinggalnya (tempat menetap atau rumahnya). Maka sabda Nabi SAW. "Hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka". bentuk perintah yang maknanya kabar, atau bermakna mengancam, atau maknanya mengejek dan marah, atau mendo'akan pelakunya yakni semoga Allah menempatkannya di neraka". (Al-Fath 1/211 dan syarah Muslim 1/68). Saya berpandangan : Bahwa tempat tinggal yang dimaksud telah dijelaskan di
hadits nomor 10, yaitu Allah SWT telah sediakan untuknya satu rumah di neraka.
Wallahu 'Alam.
?
?
SYARAH HADITS
?
Menurut Imam Nawawi (rahimahullahu) hadits ini meliputi beberapa faedah dan
sejumlah qawaa'id, diantaranya :
Diringkas dari syarah Muslim 1/69-71 dan baca juga Al-Fath 1/210-214 & 7/310. ?
Dibawah ini akan saya jelaskan lebih luas lagi :
?
1.?? MAKNA DUSTA
?
Berkata Imam Nawawi di kitabnya Al-Adzkar (halaman 326) :
"Ketahuilah ! Sesungguhnya menurut madzhab Ahlus Sunnah bahwa dusta itu ialah : Mengkabarkan tentang sesuatu yang berlainan (bebeda/menyalahi) keadaannya. Sama saja apakah engkau lakukan (dusta itu) dengan sengaja atau karena kebodohanmu (tidak sengaja), akan tetapi tidak berdosa kalau karena kebodohan (tidak sengaja) dan berdosa kalau dilakukan dengan sengaja". (baca juga syarah Muslim 1/69). ?
Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar di Al-Fath (1/211):
Artinya :
"Sesungguhnya dusta itu ialah : Mengkabarkan tentang sesuatu yang berlainan dengan keadaannya". ?
?
2.? MAKNA BERDUSTA ATAS NAMA NABI SAW.
?
Berdusta atas nama Nabi SAW ialah : menyandarkan sesuatu kepada beliau SAW
baik berupa perkataan (qaul), perbuatan (fi'il) atau taqriri (persetujuan beliau
atas perbuatan atau perkataan sahabat) dan segala sesuatu yang disandarkan
kepada beliau SAW dengan cara berbohong/berdusta atas namanya SAW. Sama saja,
apakah masalah-masalah hukum atau targhib dan tarhib dan nasehat-nasehat atau
tarikh/sejarah dan lain sebagainya. Semuanya? adalah haram dan termasuk
berbohong atas nama Nabi SAW, sebagaimana penjelasan Imam Nawawi diatas (semoga
Allah merahmatinya).
?
Hadits atau riwayat dusta itu, Ulama kita menamakannya dengan
"HADITS/RIWAYAT MAUDLU'/PALSU" yaitu : "Hadist yang
dibuat-buat/diada-adakan/ diciptakan orang secara dusta atas nama Nabi SAW, baik
dengan sengaja atau tidak sengaja". Tidak sengaja itu bisa dengan sebab
kebodohan atau kekeliruan atau kesalahannya. Meskipun ia tidak secara
langsung? berdusta, tetapi tetap saja kabarnya dinamakan kabar maudlu'
(palsu/bohong). Karena itu hadits-hadits tidak boleh diambil dari orang-orang
jahil dan bukan ahlinya dan cacat lainnya sebagaimana telah diterangkan oleh
Ulama-ulama ahli Hadits. (lebih lanjut bacalah Muqaddimah Imam Muslim di kitab
sahihnya).
(Baca : Muqaddimah Ibnu Shalah (halam 47). Syarah Nukhbatul Fikr (halaman
80) Ibnu Hajar, Al Wadlu' fil Hadist (1/107), Taujihunnadazar ila Ushulil A-tsar
(halaman 252).
Bersambung
3.
HUKUMNYA...
? ?
?
?
?
?
?
?
?
?
? ?
|
to navigate to use esc to dismiss