Keyboard Shortcuts
ctrl + shift + ? :
Show all keyboard shortcuts
ctrl + g :
Navigate to a group
ctrl + shift + f :
Find
ctrl + / :
Quick actions
esc to dismiss
Likes
Search
Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 2 = Ancaman Berdusta Atas Nama Rasulullah, 2/2]
Y & R
开云体育?
ANCAMAN BERDUSTA
Atas Nama Rasulullah SAW
oleh
Abdul Hakim bin Amir
Abdat
?
Bagian Terakhir dari Dua tulisan
[2/2]
? 3.? HUKUMNYA.
?
Hadits-hadits diatas [tulisan kami bagian
pertama] merupakan ancaman yang sangat berat dan mengerikan sekali terhadap para
pemalsu dan pendusta-pendusta besar atas nama Rasulullah SAW. Untuk mereka Allah
Jalla Jalaa Luhu telah disediakan tempat tinggal berupa satu rumah di neraka,
yang disitu mereka akan di adzab dengan adzab yang besar. Hal ini disebabkan
karena :
Oleh karena kerusakannya demikian besar, maka
Ulama-ulama kita telah berselisih pandangan dalam menghukuminya, menjadi dua
madzhab :
Sebagian Ulama tersebut ialah Imam Al Juwaini
(bapaknya Imam Haramaian). Demikian keterangan Nawawi di syarah Muslim (1/69)
dan Al-Hafidz Ibnu Hajar di Fath (91/212-213 & 7/310), kemudian Syaikh Ahmad
Syakir dalam syarahnya atas kitab Ibnu Katsir (halaman 79). Dan kelihatannya
Imam Ibnu Abdil Bar condong berpendapat mengkafirkannya. Demikian menurut Ibnu
Hajar. Pandangan Imam Al Juwaini yang sangat tegas mengkafirkannya dan beliau
nyatakan terus menerus di majelis-majelisnya telah dibantah dan dilemahkan oleh
anaknya sendiri yaitu Imam Haramain, kemudian Imam Nawawi dan kelihatannya Ibnu
Hajar pun condong melemahkannya. Tetapi menurut Syaikh Ahmad Syakir (seorang
Ulama Ahli Hadits besar pada abad ini) bahwa pendapat Imam Juwaini itulah yang
benar. Wallahu a'lam. ?
Kemudian Ulama-ulama kita pun berselisih pendapat dalam
menerima kembali riwayat-riwayat orang yang telah taubat dari memalsukan hadits
Nabi SAW. Apakah diterima kembali atau ditolak selama-lamanya..? Dalam masalah
inipun terdapat dua madzhab :
Menurut tahqik Syaikh Ahmad Syakir yang
rajih (kuat) ialah pendapat Imam Ahmad bin Hambal dan Ulama-ulama yang sefaham
dengannya, sebagai peringatan dan ancaman yang sangat keras berdusta atas nama
Rasulullah SAW, karena kerusakannya sangat besar dan akan menjadi syariat yang
terus menerus sampai hari qiamat. Berbeda dengan? dusta kepada selainnya
dan saksi (palsu), karena kerusakan keduanya terbatas dan tidak umum. Maka tidak
dapat dikiaskan/diibaratkan berdusta dalam meriwayatkan hadits dengan berdusta
dalam saksi dan macam-macam maksiat yang lain. Wallahu a'lam (baca : Ikhtisar
Ibnu Katsir halaman 101-102).
?
?
4.? SEBAB-SEBAB TERJADINYA PEMALSUAN
HADITS.
?
Adapun sebab-sebab yang membawa para
pendusta untuk memalsukan hadits-hadits atas nama Rasulullah SAW banyak sekali,
diantaranya :
?
A. Kaum Zindiq
?
Yakni mereka yang berpura-pura Islam tetapi
sesungguhnya mereka adalah kafir dan munafiq yang sebenarnya. Mereka adalah kaum
yang sangat hasad dan benci terhadap Islam dan bertujuan merusak Agama ini dari
dalamnya? dengan berbagai macam cara. Diantaranya membuat hadits-hadits
palsu banyak sekali. Lalu mereka tampil ditengah-tengah umat menyerupai Ulama,
kemudian mereka sebarkan hadits-hadits buatan mereka dengan memakai nama Nabi
SAW. Tujuan mereka tidak lain untuk merusak syariat dan mempermainkan Agama
Allah sekaligus menanamkan keraguan (tashqik) di hati kaum Muslimin khususnya
masyarakat awam.
?
Berkata Hammad bin Zaid seorang Atba'ut
Tabi'in besar wafat tahun 190 H.
Artinya :
"Kaum Zindiq telah memalsukan (hadits) atas (nama) Rasulullah SAW sebanyak empat belas ribu hadits". ?Ketika Abdul
Karim bin Abi "Awjaa', salah seorang zindiq ditangkap dan akan dipenggal
kepalanya oleh Muhammad bin Sulaiman Al-Abbaasiy (seorang pemimpin Basrah pada
zaman khilafah Al-Mahdi, pada tahun 160 lebih), maka tatkala Abdul Karim telah
yakin akan dibunuh, ia berkata :
?
Artinya :
"Demi Allah ? Sesungguhnya aku telah memalsukan pada kamu sebanyak empat ribu hadits (palsu), aku haramkan padanya yang halal dan aku telah halalkan (perkara) yang haram". Demikian juga Muhammad bin Said Asy-Syamiy Al-Maslub (yang
mati disalib karena zindiqnya oleh Abu Ja'far Al-Manshur). Zindiq yang satu
inipun telah memalsukan hadits sebanyak empat ribu hadits. Telah berkata Imam
Nasa'i di akhir kitabnya " Adl-Dlua'afa' wal Matrukiin" (halaman 310)
: "Para pendusta yang terkenal telah memalsukan hadits Rasulullah SAW, ada
empat orang : Ibnu Abi Yahya di Madinah, Al-Waqidiy di Baghdad, Muqotil bin
Sulaiman di Al-Khurasan dan Muhammad bin Said di Syam yang terkenal dengan
(sebutan) Al-Mashlub (orang yang mati di salib).
?
Saya berpandangan : Bahwa sepanjang penelitian saya
hadits-hadits yang dipalsukan kaum zindiq itu terbagi kepada beberapa bagian
:
B.? Satu Kaum yang memalsukan Hadits karena
mengikuti hawa nafsu.
?
Mereka mengajak manusia mengikutinya untuk menyalahi
Al-Kitab dan As-Sunnah. Seperti : Ta'ashub madzhabiyah, golongan/firqahnya,
fahamnya, berlebihan terhadap Imam-imamnya, karena jenisnya, qabilah/sukunya,
negerinya atau lughohnya/ bahasanya dan lain sebagainya.
?
Berkata Abdullah bin Yazid Al-Muqriy (seorang Atba'ut
Tabi'in besar gurunya Imam Malik, wafat tahun 148 H), "Sesungguhnya ada
seorang laki-laki dari ahli bid'ah (yang dimaksud bid'ah aqidah) yang telah
ruju' (kembali sadar) dari bid'ahnya, ia berkata :
Artinya :
"Perhatikanlah hadits itu dari siapa kamu mengambilnya ! Karena sesunggunya kami dahulu apabila berpendapat dengan satu pendapat, maka kami jadikan ia (pendapat kami itu) sebagai satu hadits (yakni kami palsukan mejadi hadits)". Berkata Abdullah bin Lahai'ah (wafat tahun 174H):
"Aku telah mendengar seorang syaikh dari Khawarij yang telah taubat dan
ruju', ia berkata :
Artinya :
"Sesungguhnya hadits-hadits ini adalah Agama, maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambil Agama kamu.! Karena sesungguhnya kami dahulu apabila condong kepada satu urusan (maksudnya faham yang setuju dengan bid'ahnya) niscaya kami jadikan ia sebagai satu hadits (kami palsukan menjadi hadits)". ?Berkata Hammad bin Salamah
(Atba'ut Tabi'in wafat 167 H): "Telah mengabarkan kepadaku seorang syaikh
dari Rafidhah (Syi'ah), sesungguhnya mereka berkumpul (sepakat) untuk memalsukan
hadits-hadits"
?
C.? Satu kaum yang memalsukan hadits-hadits
untuk tujuan yang baik menurut
??? persangkaan
mereka.
? Mereka buat hadits-hadits palsu tentang targhib dan tarhib dan
nasehat-nasehat dan lain-lain. Mereka tidak merasa keberatan bahkan membolehkan
dengan mengharap ganjaran dari Allah Jalla Jalaa Luhu .!? Kemudian mereka
berkata. Kami tidak berdusta untuk merusak (nama atau Syari'at) Nabi SAW tetapi
untuk kebaikan beliau SAW..!??
Hujjah mereka diatas menurut Ibnu Katsir menunjukan
sempurnanya kebodohan mereka, sedikitnnya akal mereka, banyaknya dosa dan
kebohongan mereka, karena Nabi SAW tidak butuh kepada orang lain untuk
kesempurnaan syariat dan keutamaannya. Mereka itu kaum yang menyandarkan diri
mereka kepada zuhud dan sufi.
?
D.? Qash-shaas (Tukang-tukang
cerita)
?
Mereka yang memalsukan hadits-hadits dalam cerita-cerita
mereka, untuk mencari uang dan supaya orang-orang awam (umum) takjub
(terkesima).
?
E.? Satu kaum yang membolehkan memalsukan
hadits? untuk setiap perkataan
? ?? yang
baik.
?
F.? Satu?? kaum?
yang? memalsukan? hadits?? untuk kepuasan hawa nafsu para
???? penguasa
dan mendekatkan diri kepada
mereka.
?
G. Satu kaum yang memalsukan hadits
pada waktu-waktu yang diperlukan.
?
Seperti untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan, membela faham/pendapat, mencela atau marah kepada
seseorang dan lain sebagainya.
?
[Baca : Al-Madkhal (halaman 51-59) Imam
Hakim. Adl-Dlua'afaa' 91/62-66 & 85) Ibnu Hibban. Al-Maudlu'at (1/37-47)
Ibnul Jauzi. Maj'mu Fatawa (18/46) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ikhtisar Ibnu
Katsir (halaman 78-88). Syarah Nukhbatul Fikr (halaman 84-85). Mizanul I'tidal
(2/644) Adz-Dzahabi].
?
?
5.? PERKATAAN/LAFADZ-LAFADZ/YANG MEREKA
GUNAKAN
?
Para pendusta itu dalam memalsukan hadits
menggunakan beberapa perkataan, diantaranya :
[Baca : Mukaddimah Ibnu Shalah (halaman 47),
Syarah Nuhbatul Fikr (halaman 83) Ibnu Hajar].
?
?
6.? CIRI-CIRI/TANDA-TANDA
HADITS MAUDLU'
?
Diantara tanda-tanda bahwa hadits itu
maudlu'/palsu, ialah :
[Baca :? Ikhtisar Ibnu Katsir dengan
syarah Syaikh Ahmad Syakir (halaman 78) dan masalah ini telah dibahas dengan
luas oleh Imam Ibnul Qoyim di kitabnya 'Al-Manaarul Munif Fish Shahih
Wadlo'if]
?
Tidaklah mudah untuk mengetahui hadits itu
maudlu', dan bukan sembarang orang yang dapat menentukannya, kecuali Imam-imam
ahli Hadits dan ulama-ulama yang mahir dan luas pengetahuannya tentang Sunnah.
Memiliki kemampuan yang khusus tentang Sunnah/Hadits, Jarh dan Ta'dil serta
Tarikh Rawi dan lainnya yang berhubungan dengan Ilmu Hadits yang mulia
ini.
?
Adapun mereka yang tidak punya ilmu hadits
yang mulia ini (As-Sunnah/Hadits), mereka hanya mendlo'ifkan atau menentukan
hadits maudlu' karena hawa nafsu dan ra'yu-ra'yu mereka yang bathil dan
menyalahi Al-Kitab dan As-Sunnah, mereka yang sehari-hari menggugat Sunnah yang
shahih, maka mereka yang zhalim, penentang-penentang sunnah shahihah ini, sama
sekali perkataannya tidak boleh didengar dan wajib ditentang dan dibuka
kelemahan mereka dan memberikan penjelasan kepada umat akan tipu daya mereka
yang sangat berbahaya.
?
?
7.? PEMELIHARAAN TERHADAP
HADITS/SUNNAH
?
Meskipun hadits-hadits itu telah banyak
dipalsukan orang dan tidak sedikit hadits-hadits shahih didustakan, ditolak dan
digugat, tetapi Allah Azaa wa Jalla tetap memelihara dan menjaganya, karena Ia
telah berfirman :
Artinya :
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan peringatan ini (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kamilah yang akan menjaganya". (Al-Hijr : 9). ?
Sewaktu Abdullah bin Mubarak (seorang Imam
Mujahid besar dari Thabaqah Atba'ut Tabi'in, wafat tahun 181 H) ditanya tentang
hadits-hadits maudlu' beliau menjawab bahwa nanti akan hidup orang-orang yang
ahli dalam hadits yang akan membela (menjaga dan mempertahankannya), kemudian
beliau membaca firman Allah di atas.
?
Pemeliharaan terhadap Hadits/Sunnah itu
dimulai dari Thabaqah pertama, yaitu para Shahabat Radliyallahu 'Anhum. Thabaqah
kedua dan ketiga yaitu : Tabi'in dan Atba'ut Tabi'in, kemudian datang Thabaqah
keempat dan seterusnya. Maka bangkitlah Imam-imam Sunnah yang telah menyediakan
hidup dan umur mereka untuk membela Sunnah Nabi SAW, Mereka itulah Salafus
Shalih dan Tha'ifah Manshurah yang selalu akan ada dalam umat ini.
?
Jazaahumullahu 'Anil Islam
Khairan.
?
? ?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
? ?
|
to navigate to use esc to dismiss