Keyboard Shortcuts
ctrl + shift + ? :
Show all keyboard shortcuts
ctrl + g :
Navigate to a group
ctrl + shift + f :
Find
ctrl + / :
Quick actions
esc to dismiss
Likes
Search
Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 8 = Quyud Hizbiyyah 2/2]
Y & R
开云体育?
BELENGU - BELENGU
HIZBIYAH
?
?oleh
?Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Atsari
?
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan
[2/2]
? Wahai Kaum
Muslimin
?
Sungguh, kini manusia telah dipisahkan dari
hubungan dengan ulama Al-Kitab was Sunnah, telah dipisahkan dari pergaulannya
bersama dhahirnya syari'ah dengan cara-cara dan sarana-sarana bid'ah yang
coraknya bermacam-macam sesuai dengan perubahan zaman.
?
Oleh karena itu hendaklah anda berpegang
kepada para ULAMA SYARI'AH dan para pengkaji ILMU SYAR'I, yang menjadi
pembela-pembela Al-Kitab was Sunnah dari segenap bid'ah dan noda. Hendaknya anda
duduk dan mengitari mereka untuk mendengarkan perkataan mereka. Ingatlah akan
firman Allah Ta'ala.
"Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabb-Nya, kemudian dia berpaling daripadanya". (Al-Kahfi : 57). (At-Thali'ah Fi Bara'ati Ahlis Sunnah Lil'utaibi, hal : 30, 32 dengan sedikit perubahan). Demikianlah, bahwa hizbiyah mempunyai cara-cara dan sepak
terjang bid'ah yang tidak pernah dilakukan para SALAF. Hal demikian teranggap
sebagai penghambat ilmu dan sebab terbesar bagi terpecah belahnya jama'ah.
Karena betapa banyaknya tali persatuan Islam telah menjadi berantakan, dan
betapa banyaknya kaum muslimin menjadi lengah karenanya. (Hailah Tholibi
Ilmi, No. 65 Li As-Syaikh Bakar Abu Zaid).
?
Semua itu merupakan salah satu penyakit TA'ASHUB
(berfanatik golongan).
?
Bahwa sesungguhnya menelaah (mempelajari) bermacam-macam
arah pandang (wijhatun nadhar), kemdian membanding-bandingkan satu dengan
lainnya, akan memberikan kesiapan dan kemampuan kepada seseorang untuk
instrospeksi, memberikan nasihat-nasihat, melakukan pembetulan dan pelurusan.
(Dari Muqaddimah Umar Ubaid Hasanah dalam kitab Fiqhud Da'wah 1/8 Kitabul
Ummah).
?
Namun hal-hal serupa ini justru telah hilang di kalangan
para ahzab (golongan-golongan), orang-orang yang memecah belah agamanya menjadi
terserak di lembah-lembah dan di bukit-bukit. ?
?
Satu lagi bentuk belengu hizbiyah yang nampak
nyata ialah : SIRRIYYAH (KERAHASIAAN).
?
Sesunggunya telah menjadi jelas berdasarkan apa yang telah
kami sebutkan bahwa ; Ahlus Sunnah ialah orang-orang yang ITIBA' sedangkan Ahlul
Bid'ah ialah orang-orang yang mengada-ngadakan sesuatu yang sebelumnya belum
pernah ada dan tanpa ada sandarannya.
?
Oleh sebab itulah mereka (ahlul bid'ah) merahasiakan
bid'ah mereka. Sementara itu Ahlus Sunnah tidak pernah menyembunyikan madzhab
mereka. Kalimat-kalimatnya jelas, madzhabnya masyhur, dan akibat baiknya
terkembali kepada mereka. (Al-Muntaqa An-Nafis min Tablis Iblis, hal :
40).
?
Imam Ahmad di dalam "Az-Zuhdi" hal : 45. dan
Ad-Darimi dalam "Sunannya" (1/19) telah meriwayatkan dari Umar bin
Abdul Aziz bahwa beliau berkata : "Apabila kamu melihat ada sekelompok
orang (kaum) saling berbisik-bisik tentang sesuatu mengenai agamanya, tanpa
(melibatkan) orang umum, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka sedang
membangun kesesatan".
?
Khabar di atas disebutkan pula oleh Ibnul Jauzi dalam
Tablis Iblis. Kemudian dalam Al-muntaqa An Nafis (hal.89), saya memberikan
komentar sebagai berikut. "Agama kita (segala puji bagi Allah) adalah jelas
lagi nyata, tiada yang tersembunyi, tersimpan, dan terrahasiakan. Maka
sesungguhnya apa yang dilakukan oleh kaum hizbiyun berupa hal demikian
(sembunyi-sembunyi/berahasia-rahasian -pen), adalah satu pintu kesesatan,
wal-iyadzubillah ta'ala.
?
Namun betapa mengherankannya ketika mereka berdalil
tentang sirriyah (kerahasian) yang mereka klaim itu, dengan dalil-dalil
Al-Qur'an atau As-Sunnah. Ternyata ketika diteliti dan diperhatikan, tidak ada
sedikitpun di antara dalil-dalil itu yang bisa diterima.
?
Diantara dalil-dalil tersebut adalah :
Begitu pula berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam.
"Jadikanlah kitman (bersembunyi) sebagai alat bantu untuk mensukseskan apa yang menjadi kebutuhanmu". Sebagai jawaban atas istidlal-istidlal (argumentasi) di
atas, ialah bahwa semua dalil-dalil ini selain dalil yang terakhir, terjadi
sebagai berikut :
"....Sesungguhnya setiap yang mendapatkan nikmat niscaya ada yang dengki padanya". Penggalan terakhir ini memberi penjelasan
tentang sisi sebenarnya yang di-istidlal-kan dengan hadits diatas, yaitu bahwa
hadits tersebut dengan menyembunyikan (merahasiakan) ni'mat dan tidak
menceritakannya, sebab dikhawatirkan akan dijahili oleh orang yang dengki, ini
telah melahiran sebuah jalan bagi terobek-robeknya umat dengan melalui dua sisi
:
Akibatnya jiwa-jiwa manusia menjadi
terdzalimi, dari hati-hati orang pun menjadi hitam pekat...
?
Kedua sisi perkara di atas, (mestinya) wajib
dijauhi oleh para da'i sebab : 'Da'wah sudah di kumandangkan, prinsip-prinsipnya
bertebaran terdapat di dalam kitab abadi yaitu : Al-Qur'an Al-karim, Sunnah
Nabawiyah nan suci, dan di dalam kitab-kitab serta berjilid-jilid buku yang
isinya sarat dengan ajaran Islam, kitab-kitab itu telah menjadi milik semua
orang.
?
Berdasarkan ini, saya tidak melihat adanya
alasan bagi harakah Islamiyah untuk meredam da'wah terang-terangan dengan
anggapan bahwasanya masih dalam marhalah (tahapan) SIRRIYYAH periode pertama,
bahkan justru mungkin untuk dikatakan : Bahwa sesungguhnya MARHALAH SIRRIYATUD
DA'WAH (kerahasian da'wah) telah habis sama sekali, sampai suatu ketika Allah
membinasakan bumi ini beserta seluruh apa yang ada di atasnya, sebab agama ini
telah dikumandangkan dan telah sempurna, habislah sudah menyembunyikan agama
ini. (Al-Manhaj Al-Haraki lis-sirah An-Nabawiyah (1/33) Li Al-Ghadban,
bandingkan pula dengan kitab Atsarat wa Saqathah ....hal : 33 Li Zuhair
Salim).
?
Bagi pengamat sejarah masa lalu, apalagi
sejarah masa kini, tentu ia akan melihat bahwa kapan saja di situ ditemukan
KETERTUTUPAN dan KERAHASIAAN, maka di sana pasti akan merajalela
penyelewengan-penyelewengan syar'i.... Kapan saja ditemukan KETERSEMBUNYIAN dan
KITMAN (tersimpan), maka disana pasti akan dikuasai rasa takut dan rasa aman pun
akan lenyap.
?
Dinul Islam, dengan segala keluhuran,
kesucian dan kejernihannya... berada diatas semuanya ini. Tak ada tempat di
dalam Islam untuk menyembunyikan hakikat, menyembunyikan thariqah (cara) dan
menyembunyikan maslak (jalan/manhaj).
?
Sesunggunya da'wah menuju SIRRIYYAH tidak
terbatas hanya untuk menghadapi musuh-musuh da'wah yang menyusup dibawah nama
kemaslahatan memenuhi seluruh rongga-rongga da'wah. Untuk selanjutnya menjadi
celah bagi terdahulukannya sikap-sikap loyal (terhadap masing-masing da'wah
sirriyyah-pen) dan terjauhkannya dari rasa cukup untuk menyerahkan perwalian
kepada kekuasaan AHLUL HALLI WAL 'AQDI (yakni para ulama dan tokoh-tokoh yang
mewakili seluruh umat Islam untuk mengurusi persoalan mereka, termauk urusan
ba'iat-pen).
?
Dan adalah yang akan menjadi korban pertama
bagi da'wah sirriyyah justru para pendukung amal Islami sendiri, bukan
musuh-musuhnya.
?
Semestinya tidaklah boleh lepas dari benak
kita apa yang bakal ada dalam da'wah sirriyah berupa tipu daya, penyelewengan
fikrah dan penyimpangan aqidah.
?
Sebab da'wah semacam itu pasti akan menempuh
perjalanan melalui lorong-lorong gelap, hingga tidak ada satu celah pun yang
terbuka bagi upaya pembetulan, dialog dan evaluasi hail-hasilnya, (itu semua)
hanya karena dalih : demi PEMELIHARAAN EKSITENSI, SIRRIYAH (kerahasiaan).
(Setiap kerja (amal Islam) yang mencirikan watak rahasia serta berbau
gerakan bawah tanah, apabila disangka bahwa hal itu hebat dan cerdik, dan bahwa
musuh-musuhnya tidak bakal bisa melacak kegiatan tersebut dengan seluruh
unsur-unsurnya, maka berarti ia berada dalam kelalaian. Sesungguhnya
lorong-lorong kerahasiaan yang gelap merupakan lorong-lorong yang tepat guna
menumbuhkan benih-benih yang aneh dan majhul. Dan tepat untuk kerja gelap di
bawah tanah, Fi An-Naqd Adz-Dzati, hal : 41 oleh Khalis Jalby), dan
security (Nadhrat Fi Masirah Al-Amal Al-Islami, dengan perubahan. hal :
38-39).
?
Marilah kita renungkan bersama sabda Nabi
kita Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, semoga Allah memelihara anda :
?
"SUNGGUH TELAH AKU TINGGALKAN KAMU DI
ATAS (HUJJAH) PUTIH
BERSERI, YANG MALAM HARINYA SEPERTI SIANG
HARINYA ; TIDAK AKAN
MENYELEWENG DARINYA KECUALI ORANG YANG
BINASA"
?
(Hadits Hasan, telah saya takhrij dalam
Arba'iy Ad-Da'wah wad Du'at, No 6 Nasyr Daar Ibnil Qayyim-Dammam)
?
Itulah dia sumber hujjah ....., dan di
atasnyalah (tegak) hujjah.
?
? Insya Allah menyusul
:
|
to navigate to use esc to dismiss