Keyboard Shortcuts
ctrl + shift + ? :
Show all keyboard shortcuts
ctrl + g :
Navigate to a group
ctrl + shift + f :
Find
ctrl + / :
Quick actions
esc to dismiss
Likes
Search
Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 3 = Dimana ALLAH ?, 1/3]
Y & R
开云体育?
DIMANA ALLAH ?
?
oleh
Abdul Hakim bin Amir
Abdat
?
Bagian Pertama dari Tiga tulisan
[1/3]
? Saya akan menjelaskan salah satu aqidah
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, yang telah hilang dari dada sebagian kaum muslimin,
yaitu : tentang istiwaa Allah di atas Arsy-Nya yang sesuai dengan?
kebesaran dan kemuliaan-Nya. Sehingga bila kita bertanya kepada saudara kita ;
Dimana Allah ? Kita akan mendapat dua jawaban yang bathil bahkan sebagiannya
kufur..! :
Jawaban yang pertama berasal dari kaum
wihdatul wujud (kesatuan wujud Allah dengan manusia) yang telah dikafirkan oleh
para Ulama kita yang dahulu dan sekarang. Sedangkan jawaban yang kedua keluar
dari kaum Jahmiyyah (faham yang menghilangkan sifat-sifat Allah) dan Mu'tazilah,
serta mereka yang sefaham dengan keduanya dari ahlul bid'ah.
?
Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan
kepada seorang budak perempuan milik Mua'wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy sebagai
ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu'awiyah
:
Artinya :
"Beliau bertanya kepadanya : "Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan : "Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : "Siapakah Aku ..?. Jawab budak itu : "Engkau adalah Rasulullah". Beliau bersabda : "Merdekakan ia ! .. karena sesungguhnya ia mu'minah (seorang perempuan yang beriman)". ?
Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Jama'ah ahli hadits,
diantaranya :
?
PEMBAHASAN
?
Pertama.
Hadist ini merupakan cemeti dan petir yang menyambar di
kepala dan telinga ahlul bid'ah dari kaum Jahmiyyah dan Mu'tazilah dan yang
sefaham dengan mereka, yaitu ; dari kaum yang menyandarkan aqidah mereka kepada
Imam Abul Hasan Ali bin Ismail Al-Asy'ary, yaitu ; mereka mempunyai i'tiqad
(berpendapat) :
"ALLAH BERADA DI TIAP-TIAP TEMPAT ATAU ALLAH BERADA DIMANA-MANA .!?" ?
Katakanlah kepada mereka : Jika demikian, yakni Allah
berada dimana-mana tempat, maka Allah berada di jalan-jalan, di pasar-pasar, di
tempat kotor dan berada di bawah mahluknya !?.
?
Jawablah kepada mereka dengan firman Allah 'Azza wa Jalla
:
Artinya :
"Maha suci Engkau ! ini adalah satu dusta yang sangat besar" (An-Nur : 16) ?"Maha suci Allah dari apa-apa yang mereka sifatkan " (Al-Mu'minun : 91) "Maha Suci Dia ! Dan Maha Tinggi dari apa-apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang besar". (Al-Isra : 43) Berkata Imam Adz-Dzahabi? setelah membawakan hadits ini, di kitabnya
"Al-Uluw" (hal : 81 diringkas oleh Muhammad Nashiruddin
Al-Albani).
Artinya :
"Dan demikian ra'yu kami (setuju dengan hadits) setiap orang yang ditanya : "Dimana Allah ? "Dia segera dengan fitrahnya menjawab : Di atas langit !. Didalam hadits ini ada dua masalah : pertama : Disyariatkan pertanyaan seorang muslim : Dimana Allah ?. Kedua : Jawaban orang yang ditanya : (Allah) di atas langit ! Maka barangsiapa yang mengingkari dua masalah ini berarti ia telah mengingkari Al-Musthafa (Nabi) SAW". ?
Dan telah berkata Imam Ad-Daarimi setelah membawakan hadits ini di kitabnya
"Ar-Raddu 'Alal Jahmiyah (hal: 39): "Di dalam hadits Rasulullah SAW
ini, ada dalil bahwa seseorang apabila tidak mengetahui sesungguhnya Allah 'Azza
wa Jalla berada di atas langit bukan bumi, tidaklah ia seorang
mu'min".
?
Tidaklah engkau perhatikan bahwa Rasulullah SAW telah menjadikan
tanda/alamat keimanannya (yaitu budak perempuan) tentang pengetahuannya
sesungguhnya Allah diatas langit. Dan pada pertanyaan Rasulullah SAW (kepada
budak perempuan): "Dimana Allah ?". Mendustakan perkataan orang yang
mengatakan : "Dia (Allah) ada di tiap-tiap tempat (dan) tidak boleh
disifatkan dengan (pertanyaan) : Dimana .?
?
?
Kedua
Lafadz 'As-Samaa" menurut lughoh/bahasa Arab artinya : Setiap yang
tinggi dan berada di atas. Berkata Az-Zujaaj (seorang Imam ahli bahasa)
:
Artinya :
"(Lafadz) As-Samaa/langit di dalam bahasa dikatakan : Bagi tiap-tiap yang tinggi dan berada diatas. Dikatakan : Atap rumah langit-langit rumah". Dinamakan "Awan" itu langit/As-Samaa, karena ia berada di atas
manusia. Firman Allah 'Azza wa Jalla.
Artinya :
"Dan Ia turunkan dari langit Air (hujan)" (Al-Baqarah : 22). Adapun huruf "Fii" dalam lafadz hadits "Fiis-Samaa"
bermakna " 'Alaa" seperti firman Allah 'Azza wa Jalla:
Artinya :
"Maka berjalanlah kamu di atas/di muka bumi" (At-Taubah : 2) "Mereka tersesat di muka bumi" (Al-Ma'dah : 26). Lafadz "Fil Arldhii" dalam dua ayat diatas maknanya " 'Alal
Arldhii", Maksudnya : Allah 'Azza wa Jalla berada dipihak/diarah yang
tinggi -di atas langit- yakni di atas 'Arsy-Nya yang sesuai dengan
kebesaran-Nya. Ia tidak serupa dengan satupun mahluk-Nya dan tidak satupun
mahluk menyerupai-Nya.
?
Firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Tidak ada sesuatupun yang sama dengan-Nya, dan Ia-lah yang Maha Mendengar (dan) Maha Melihat". (As-Syura : 4) "Dan tidak ada satupun yang sama/sebanding dengan-Nya" (Al-ikhlas : 4) "Ar-Rahman di atas 'Arsy Ia istiwaa (bersemayam)". (Thaha : 5) "Sesungguhnya Tuhan kamu itu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian ia istiwaa (bersemayam) di atas 'Arsy".(Al-A'raf :54). ?
Madzhab Salaf -dan yang mengikuti mereka- seperti Imam yang empat : Abu
Hanifah, Malik, Syafi'iy dan Ahmad bin Hambal dan lain-lain Ulama termasuk Imam
Abul Hasan Al-Asy'ari sendiri, mereka semuanya beriman bahwa ; Allah 'Azza wa
Jalla ISTIWAA diatas 'Arsy-Nya sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya.
?
Mereka tidak menta'wil ISTIWAA/ISTAWAA dengan ISTAWLA yang artinya :
Berkuasa. Seperti halnya kaum Jahmiyyah dan yang sefaham dengan mereka yang
mengatakan "Allah istiwaa di atas 'Arsy" itu maknanya : Allah
menguasai 'Arsy !. Bukan Dzat Allah berada di atas langit yakni di atas
'Arsy-Nya, karena Allah berada dimana-mana tempat !?... Mereka ini telah merubah
perkataan dari tempatnya dan telah mengganti perkataan yang tidak pernah
dikatakan Allah kepada mereka sama seperti kaum Yahudi (baca surat Al-baqarah :
58-59).
?
Katakan kepada mereka : Kalau makna istiwaa itu adalah istawla/berkuasa,
maka Allah 'Azza wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu bukan hanya menguasai
'Arsy. Ia menguasi langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya dan
sekalian mahluk (selain Allah dinamakan mahluk). Allah 'Azza wa Jalla telah
mengabarkan tentang istawaa-Nya diatas 'Arsy-Nya dalam tujuh tempat di dalam
kitab-Nya Al-Qur'an. Dan semuanya dengan lafadz "istawaa". Ini menjadi
dalil yang sangat besar bahwa yang dikehendaki dengan istawaa ialah secara
hakekat, bukan "istawla" dengan jalan menta'wilnya.
?
Telah berfirman Allah 'Azza wa Jalla di Muhkam
Tanzil-Nya.
Artinya :
"Ar-Rahman di atas 'Arsy Ia istawaa" (Thaha : 5) "Kemudian Ia istawaa (bersemayam) di atas 'Arsy". Pada enam tempat. Ia berfirman di kitab-Nya yaitu
:
Menurut lughoh/bahasa, apabila fi'il istiwaa dimuta'adikan
oleh huruf 'Ala, tidak dapat dipahami/diartikan lain kecuali berada
diatasnya.
Firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Dan berhentilah kapal (Nuh) diatas gunung/bukit Judi" (Hud : 44). Di ayat ini fi'il "istawaa" dimuta'addikan oleh
huruf 'Ala yang tidak dapat dipahami dan diartikan kecuali kapal Nabi Nuh AS
secara hakekat betul-betul berlabuh/berhenti diatas gunung Judi. Dapatkah kita
artikan bahwa "Kapal Nabi Nuh menguasai gunung Judi" yakni menta'wil
lafadz "istawat" dengan lafadz "istawlat"? yang berada
di tempat yang lain bukan di atas gunung Judi..? (yang sama dengan ayat di atas,
baca surat Az-Zukhruf : 13).
?
Berkata Mujahid (seorang Tabi'in besar murid Ibnu
Abbas).
Artinya :
"Ia istawaa (bersemayam) di atas "Arsy" maknanya : "Ia berada tinggi di atas "Arsy" (Riwayat Imam Bukhari di sahihnya Juz 8 hal : 175) Berkata Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para Imam- di
kitabnya "At-Tauhid" (hal: 101):
Artinya :
"Kami beriman dengan khabar dari Allah Jalla wa A'laa (yang? Maha Besar dan Maha tinggi) sesungguhnya pencipta kami (Allah) Ia istiwaa di atas 'Arsy-Nya. Kami tidak akan mengganti/mengubah Kalam (firman) Allah dan kami tidak akan mengucapkan perkataan yang tidak pernah dikatakan (Allah) kepada kami sebagimana (kaum) Jahmiyyah yang menghilangkan sifat-sifat Allah, dengan mengatakan "Sesungguhnya Ia (Allah) istawla (menguasai) 'Arsy-Nya tidak istawaa!". Maka mereka telah mengganti perkataan yang tidak pernah dikatakan? (Allah) kepada mereka seperti perbuatan Yahudi tatkala mereka diperintah mengucapkan : "Hith-thatun (ampunkanlah dosa-dosa kami)" Tetapi mereka mengucapkan : "Hinthah (gandum).?". Mereka (kaum Yahudi) telah menyalahi perintah Allah yang Maha Besar dan Maha tinggi, begitu pula dengan (kaum) Jahmiyyah". Yakni, Allah telah menegaskan pada tujuh tempat di
kitab-Nya yang mulia, bahwa Ia istiwaa di atas 'Arsy-Nya (Dzat Allah
istiwaa/bersemayam di atas 'Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran-Nya, sedangkan
ilmu-Nya berada dimana-mana/tiap-tiap tempat tidak satupun tersembunyi dari
pengetahuan-Nya). Kemudian datanglah kaum Jahmiyyah mengubah firman Allah
istawaa dengan istawla yakni menguasai 'Arsy sedangkan Dzat Allah berada
dimana-mana/tiap-tiap tempat !!!. Maha Suci Allah dari apa-apa yang disifatkan
kaum Jahmiyyah !
?
Adapun madzhab Salaf, mereka telah beriman dengan
menetapkan (istbat) sesungguhnya Allah Azza wa Jalla istiwaa -dan bukan istawla-
di atas 'Arsy-Nya tanpa :
Alangkah bagusnya jawaban Imam Malik ketika beliau ditanya
:
"Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas 'Arsy ?.
Beliau menjawab :
Artinya :
"Istiwaa itu bukanlah sesuatu yang tidak dikenal (yakni telah kita ketahui artinya), tetapi bagaimana caranya (Allah istiwaa) tidaklah dapat dimengerti, sedang iman dengannya (bahwa Allah istiwaa) wajib, tetapi bertanya tentangnya (bagaimana caranya) adalah bid'ah". (baca : Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 45-46). ?
Perhatikan ! ?
?
1.??? 'Arsy adalah mahluk Allah yang paling
tinggi berada diatas tujuh langit dan sangat besar sekali sebagaimana
diterangkan Ibnu Abbas :
Artinya :
"Dan 'Arsy tidak seorangpun dapat mengukur berapa besarnya". Berkata Imam Dzahabi di kitabnya "Al-Uluw" (hal
: 102) : rawi-rawinya tsiqaat (terpercaya).
?
Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan : Sanadnya
shahih semua riwayatnya tsiqaat. (dikeluarkan oleh Imam ibnu Khuzaimah di
kitabnya "At-Tauhid").
?
2.??? Bahwa Allah 'Azza wa Jalla
-istiwaa-Nya di atas 'Arsy- tidak tergantung kepada 'Arsy. Bahkan sekalian
mahluk termasuk 'Arsy bergantung kepada Allah Azza wa Jalla.
?
Firman Allah 'Azza wa Jalla.
Artinya :
"Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sekalian alam" (Al-Ankabut : 6) Yakni : Allah tidak berkeperlaun kepada sekalian mahluk". ?
Bersambung
Penunjukan Beberapa Dalil Dari
Al-Qur'an Dan hadits Yang Shahih
? ?
?
?
?
?
? ?
?
?
? ?
?
? ? ?
?
|
to navigate to use esc to dismiss