开云体育

ctrl + shift + ? for shortcuts
© 2025 开云体育

Re: Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 19 = Mengapa Harus Salafi ?]


Suharyanto
 

开云体育

Assalamau'alaikum wr.wb.
?
Terimakasih kepada saudara Endan.
Alhamdulillah, bertambah lagi ilmu saya dan semua anggota ML Assunnah.
?
Wassalamu'alaikum wr.wb.

----- Original Message -----
From: endan
Sent: Friday, January 21, 2000 1:31 AM
Subject: [assunnah] Re: Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 19 = Mengapa Harus Salafi ?]

Surat kepada seorang akhi....

Saudaraku Suharyanto, sesungguhnya Al Islam itu adalah satu dan ditinggalkan oleh Nabi 'alaihi sholatu wa salam dalam keadaan putih bersih. Tidak ada hal yang mendekatkan kita ke surga dan menjauhkan kita dari neraka melainkan telah beliau sampaikan. Pendeknya, syariat Ad-Dienul Islam ini telah sempurna, dan Nabi 'alaihi sholatu wa salam tidak menghendaki adanya pengurangan atau penambahan sedikit pun di dalamnya, walaupun kita menyangka hal itu baik.

Kemudian setelah wafatnya beliau 'alaihi sholatu wa salam, tepatnya selelah wafatnya Kholifatur rosyid 'Umar ibnul Khottob rodhiallahu ‘anhu, muncullah banyak sekali perselisihan, pengurangan dan penambahan pada dien ini baik dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, manhaj dan sebagainya. Sampai-sampai ada sekelompok orang yang mengkafirkan Abu Bakar Asy-Syiddiq, Umar Ibnul Khottob dan Utsman Ibnu 'Affan rodhiallahu 'alaihim ajma'in, mengingkari taqdir, membuat nama bagi Allah yang Allah sendiri tidak pernah membuat nama seperti yang mereka buat itu, bahkan ada yang murtad dari Islam. Dan hal itu semua sudah dikhabarkan oleh Nabi yang Mulia 'alaihi sholatu wa salam sewaktu beliau masih hidup. Dan hal ini menjadi tanda-tanda kenabian beliau, bahwa apa yang beliau ucapkan itu pasti akan terjadi. (Saudaraku bisa merujuk kepada kitab-kitab fiqh dan hadits, atau majalah As-Sunnah Edisi 1 s.d. 12 tahun pertama, atau bisa menghubungi ana, Alhamdulillah ana juga punya).

Kemudian muncullah para Ulama dan dan para Imam di kalangan kaum muslimin rohimahumullah dari masa tabi'in sampai sekarang yang terus menentang mereka dan memurnikan Ad-Dienul Islam yang sudah sempurna ini, dan mereka itu akan tetap ada sampai hari kiamat kelak. Maka muncullah Al-Imam Ahmad Ibnu Hambal rohimahullah dengan mempopulerkan istilah Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah sebagai pembeda antara kaum muslimin yang berjuang keras untuk tetap menjaga kemurnian Dien ini, semurni sebagaimana ditinggalkan oleh Nabi Muhammad 'alaihi sholatu wa salam dan para shahabat beliau (as-salafush sholih) ridwanullahu ‘alaihim ajma’in dan membedakannya dengan kaum muslimin yang telah terpengaruh dan tercampur aduk oleh manhaj, aqidah, ibadah dan akhlak yang batil. Istiliah Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah sendiri bukanlah hal yang baru (bid’ah), namun sudah beliau isyaratkan melalui banyak sekali haditsnya yang shohih. Maka kemudian Al-Imam Ahmad bin Hambal rohimahullah terkenal dengan Imam Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Selain istilah diatas, para ulama juga mengenal istilah-istilah lain yang digunakan untuk membedakan orang-orang Islam yang tetap berusaha menjaga dien ini dari pengurangan dan tambahan (bid’ah) dan iltizam (komitmen) kepada pemahaman Nabi sholallahu ‘alaihi wasalam serta para shahabatnya rodhiallahu ‘anhum. Istilah-istilah tersebut juga diambil dari sabda-sabda Beliau yang mulia sholallahu ‘alaihi wasalam, di antaranya adalah :

  1. Ahlu Sunnah Wal Jama’ah

  2. Ahlul Hadits

  3. As-Salaf (yang berpegang kepada para pendahulu (as-salaf) dari dien ini).

  4. Firqotun Naajiyah (golongan yang selamat)

  5. Thoifah al Manshuroh (kelompok yang ditolong)

  6. Al Ghuroba (yang terasing)

Maka siapakah Salafi (Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah) itu ?

Seorang salafi dialah orang yang berpegang teguh kepada kemurnian agama ini sesuai dengan pemahaman Nabi dan para shahabat beliau, yang dia ini akan terlihat ghuraba (asing) di kehidupan yang ramai ini, selalu berpegang kepada sunnah beliau, berimam dan berjama’ah kepada Nabi dan Ulil ‘Amri (ulama wal umaro yang shohih secara syariat), akan ditolong oleh Allah (manshuroh) dan akan menjadi golongan yang selamat (naajiyah). Itulah hakikat seorang Muslim yang sesungguhnya.

Antum bertanya, apakah As-Salafi itu sekarang sudah ada ?

Ya, telah ada dari zaman dulu, dan akan tetap ada hingga hari kiamat nanti dan akan berjuang bersama Al-Imam Mahdi Al-Muntadzor dan menjadi tentaranya Nabi Isa ‘alaihi sholatu wasalam untuk memerangi musuh-musuh Islam.


Dimanakah kelompok As-Salafi itu ?

Mereka ada di mana-mana, di Jakarta, di Bandung, di Jepang, di Saudi, di manapun. Mereka itu ada yang berjama’ah (karena berjama’ah itu adalah syariat Islam) namun mereka tidak bertandzim. Mereka ikuti para imam dan ulama rohimahumullah dan mereka menuntut ilmu kepada para ustadz hafidzahumullah (semoga Allah menjaga mereka), ta’at, patuh dan ‘ittiba kepada mereka karena itulah pemimpin mereka, namun tidak menjadikan mereka sebagai pemimpin tandzim. Ketaatan kepada mereka adalah selama yang diajarkannya adalah sesuai dengan petunjuk Nabi dan para shahabat (salafush sholeh) rodhiallahu ‘anhum.

Namun seorang salafi (ahlu sunnah wal jama’ah) juga belum tentu berjama’ah. Seorang muslim yang tinggal sendirian di atas gunung namun dia beraqidah, beribadah, berakhlaq dan berpemahaman seperti para salafush sholih, tidak mengurangi dan menambahnya walau sedikitpun, maka dia termasuk dari jama’ah ini, walaupun mereka tidak saling mengenal. Silahkan haidtsnya bisa dilihat pada majalah As-Sunnah.

Kenapa ada orang yang mengaku Salafi tapi tidak berakhlaq Salaf?

Saudaraku, betapa banyak di negeri ini yang mengaku sebagai seorang ahlu sunnah wal jama’ah di kampung-kampung tapi aqidahnya, ibadahnya, adabnya dan manhajnya sangat-sangat jauh dari Nabi ‘alaihi sholatu wasalam dan shabatnya rodhiallahu ‘anhum. Dan betapa banyak orang yang mengaku bermazhab Syafi’i, tapi sangat-sangat jauh dari pemahaman Al Imam Asy Syafi’i rohimahullah. Wazannya (timbangannya) adalah selama dia itu beraqidah, beribadah, beradab (berakhlaq) dan bermanhaj seperti yang dicontohkan Rasul dan para shahabatnya, maka dia itu adalah seorang salafi. Antum bisa menilai diri antum sendiri dan juga dapat menilai orang-orang yang mengaku salaf tadi.

Apakah antum, wahai saudaraku Suharyanto, seorang Salafi?

Tentuya kita semua ingin menjadi seorang salafi (ahlu sunnah wal jama’ah). Dan selama antum beraqidah, beribadah, berakhlah dan bermanhaj, seperti yang dipahami oleh para salafush sholeh ridwanullah ‘alaihim jami’an, maka antum adalah seorang salafi. Mudah-mudahan Allah menunjuki saya dan antum menjadi seorang salafi ahlu sunnah waljama’ah dan mendapat keselamatan dan pertolongan Allah...Amien Ya Robbl ‘Alamin....

(Saya menjawab surat antum ini dengan ilmu yang saya miliki, setelah mendengarkan kaset-kaset serta membaca dari majalah As-Sunnah, dll. Silakan antum merujuk sendiri kepada majalah tersebut).


Post?Message assunnah@...
Subscribe assunnah-subscribe@...
Unsubscribe assunnah-unsubscribe@...
List?owner assunnah-owner@...
eGroups.com Home:
- Simplifying group communications

Join [email protected] to automatically receive all group messages.