Keyboard Shortcuts
ctrl + shift + ? :
Show all keyboard shortcuts
ctrl + g :
Navigate to a group
ctrl + shift + f :
Find
ctrl + / :
Quick actions
esc to dismiss
Likes
Search
Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 8 = Quyud Hizbiyyah]
Y & R
开云体育?
BELENGU - BELENGU
HIZBIYAH
?oleh
?Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Atsari
?
Bagian Pertama dari Dua
Tulisan.
? KATA PENGANTAR
?
"Quyud Hizbiyah", itulah judul
asal dari tulisan dibawah ini, yang kemudian diterjemahkan menjadi
"Belengu-Belengu Hizbiyah". Dinukil dan diterjemahkan dari sebuah
kitab, yang nilai ilmiahnya sangat berbobot, berjudul : "Ad-Da'wah Ilallah
Baina At-Tajammu' Al-Hizbi wa At-Ta'awun As-Syar'i" di susun oleh seorang
ulama muda terkemuka (murid dari Syaikh Muhaddits zaman ini, Muhammad
Nashiruddin Al-Albani rahimahullah) bernama Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul
Hamid Al-Halabi Al-Atsari.
?
Diterjemahkan oleh A.Faiz (dari sub judul
Quyud Hizbiyah), agar hendaknya wawasan pembaca tentang da'wah Islamiyah menjadi
lebih terbuka, dan dimuatnya tulisan ini di ML assunnah karena berhubungan
dengan ilmu dan tentunya dengan ijin dari penerjemah.
?
?
BELENGU-BELENGU
HIZBIYAH
?
Seorang Imam tsiqah, Ayub As-Sakhtiyaniy
pernah berkata : "Jika engkau ingin mengerti kesalahan gurumu, maka
duduklah engkau untuk belajar kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh
Ad-Darimi dalam Sunannya (1/153).
?
Justru karena inilah, maka kaum hizbiyun
(aktifis fanatik terhadap golongan) melarang pengikut-pengikutnya untuk menimba
ilmu dari orang-orang selain golongan atau simpatisannya. Kalaupun sikap mereka
menjadi lunak, namun mereka akan memberikan kelonggaran dengan banyak syarat
serta ikatan-ikatan yang njelimet, supaya akal-akal pikiran para
pengikutnya tetap tertutup bila mendengar hal-hal yang bertentangan dengan jalan
mereka atau mendengar bantahan terhadap bid'ah mereka.
?
Dengan cara ini, sesungguhnya mereka telah
mengambil uswah kaum tarekat sufi dan mengambil qudwah pada khurafatnya hubungan
antara seorang "syaikh (sufi) dengan pengikutnya". Manakala
persyaratan seorang syaikh atas pengikutnya yang pernah di contohkan oleh
Rasulullah SAW tentang wajibnya taat melaksanakan? "Baiat Islamiyyah
yang menjadi keharusan ?" (Al-Muntaqa An-Nafis min Tablis Iblis, hal
250. Di sana ada ta'liq sebagai berikut : "Persis seperti itulah, dengan
segala bentuk dan bentukannya apa yang diperbuat oleh kaum Hizbiyun (aktifis
golongan yang fanatik) pada abad sekarang ini berupa pengambilan ikrar, ikatan
janji (bai'at-pen) dan lain-lain yang itu jelas-jelas merupakan hal
batil).
?
Imam As-Suyuthi rahimahullah (di dalam kitab
Al-Hawiy Lil Fatwa (1/253) pernah di tanya tentang seorang sufi yang telah
berba'iat kepada seorang syaikh, tetapi kemudian ia memilih syaikh lain untuk
diba'iatnya : "Adakah kewajiban yang mengikat itu, bai'at yang pertama atau
yang kedua..?.
?
Maka beliau -rahimahullah- menjawab :
"Tidak ada yang mengikatnya, baik bai'at yang pertama maupun bai'at yang
kedua (di dalam kitab Al-Minhah Al-Muhammadiyah Fi Bayan Al-Aqaid
As-Salafiyyah Lis Syuqairi, terdapat penjelasan panjang lebar tentang
penetapan-penetapan bid'ah dan bathilnya bai'at-bai'at semacam ini). dan
yang demikian itu tidak ada asal-usulnya.(jadi pernyataan sebagian tentang
apa yang menjadikan mereka terhimpun dalam sebuah tandzim hizbi bahwa
sesungguhnya itu adalah : "Ikrar atau bai'at khusus dan lain-lain adalah
hal-hal yang tidak ada asal-usulnya dan tidak ada benarnya sama
sekali).
?
Semua ikatan-ikatan dan
persyaratan-persyaratan itu adalah bathil, tidak ada asal-usulnya sama sekali
dari Al-Qur'an maupun AS-Sunnah.
"Setiap persyaratan yang tidak ada terdapat dalam kitabullah, maka persyaratan itu bathil, sekalipun berjumlah seratus persyaratan" (Seperti telah shahih dari Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan lain-lain, sedang lafadz diatas adalah lafadz Ibnu Majah (2521) dari "Aisyah radhiyallu 'anha). ?
Belengu-belengu Hizbiyah yang memprihatinkan di antaranya
ialah :
?
Sikap memperkecil arti pentingnya ilmu Syar'i
:
?
Ilmu adalah sesuatu, sedangkan kalam adalah sesuatu yang
lain. As-Salafushalih adalah ahli ilmu yang bermanfa'at, sedangkan
"Al-Khalaf" adalah ahli kalam yang kalamnya
berhamburan.
?
Ilmu salaf sedikit bilangannya, tapi berkah dan pekat,
sedangkan ilmu kaum "khalaf", banyak jumlah kata-katanya tetapi
sedikit faedahnya.
?
Umat Islam adalah umat ilmu dan amal, maka ilmunya adalah
dalil, petunjuk dan akar. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Dan katakanlah : "Wahai Rabbku, tambahkanlah padaku ilmu" (Thaha : 114) "Dan tidaklah memahaminya melainkan orang-orang yang berilmu" (Al-Ankabut : 43) "Katakanlah : "Apakah sama orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu". (Az-Zummar : 9). "Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat". (Al-Mujadalah : 11). Anda tidak bisa mengingkari adanya orang
yang?meremehkan persoalan mencari ilmu, dengan alasan : yang penting
memahami realitas, da'wah ilallah (da'wah kepada Allah) dan bergerak menerjuni
medan ..... tapi ingat, dengan apakah ia memahi realitas.... untuk maksud apakah
ia berda'wah ...? dan dengan apakah ia bergerak...?
?
Suatu teori memang mempunyai kedudukan tersendiri...
tetapi teori itu bukanlah ilmu. Pidato berapi-api terkadang memang
membangkitkan... tetapi itu tidak membentuk bangunan. Dan daya khayal yang cepat
memang mengagumkan... tetapi ia akan cepat pula hilang. Firman Allah Subhanahu
wa Ta'ala.
"Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfa'at kepada manusia, maka ia tetap di bumi". (Ar-Ra'du :17). (Al-Harakah Al-Islamiyah Al-Mu'ashirah hal : 16, Lis Syaikh 'A-idl Al-Qorny). Belengu-belengu (Hizbiyah) ini sebagaimana telah
dijelaskan di muka, mempunyai tokoh-tokoh pendahulunya, dan alangkah buruknya
tokoh pendahulu itu, yaitu kaum sufi.
?
Ibnul Jauzi dalam "Talbisu Iblis" (dalam
Al-Muntaqa An-Nafis Min Tablis Iblis, ada komentar sebagai berikut : Betapa
persisnya hari ini dan hari kemarin, ternyata banyak dikalangan aktifis hizbiyah
dewasa ini yang melakukan tindakan yang lebih fatal dari tindakan ini (kaum
sufi) -naudzubillah-. sedangkan mereka mengira bahwa mereka telah melakukan
suatu kebaikan).Telah meriwayatkan tentang perkataan Abu Abdillah bin
Khafif sebagai berikut :
"Bersibuk dirilah kamu mempelajari ilmu dan jangan terperdaya oleh omongan orang-orang sufi. Sesungguhnya aku dulu pernah menyembunyikan tintaku di saku bajuku, dan pernah menyembunyikan kertas dilipatan celanaku. Dulu aku pernah secara sembunyi-sembunyi pergi menuju ahlul ilmi, tetapi jika mereka (kaum sufi -pen) memergokiku, mereka akan menentangku, seraya berkata : "Kamu tidak akan beruntung". Kemudian berkembanglah belengu semacam ini, hingga di
zaman sekarang bentuk yang ditonjolkan dan dibuahkan oleh kelompok-kelompok
hizbiyah menjadi beraneka ragam.
?
Diantara beberapa perkara yang paling berbahaya yang
ditonjolkan oleh para penyeru hizbiyah ialah adanya istilah baru (seperti) :
ULAMA HARAKAH, ULAMA AL-WAQI' (Ulama yang paham realitas) MUFAKKIR (pemikir),
manusia haraki dan ... hingga mereka menghempaskan dan mengisolir umat ini dari
para ulamanya yang hakiki yaitu ULAMA SYARI'AH.
?
Peristilahan ini mirip sekali dengan peristilahan kaum
sufi, yaitu ada 'ALIM terhadap SYARI'AT dan ada 'ALIM TERHADAP
HAKIKAT.
?
Kemiripan itu dilihat dari beberapa segi, diantaranya
:
Padahal, peristilahan baru tersebut hanyalah hasil rekaan
para kaum haraki, perasaan- perasaan? dan segala apa yang tercetus dari
benak-benak mereka berupa teori-teori, gambaran-gambaran serta
pandangan-pandangan tentang masa depan, yang menyebabkan akal pikiran para
pengikutnya menjadi bingung, tanpa pernah bisa sampai memahaminya, hingga bagi
mereka tidak ada jalan lain kecuali menerima.
?
Mereka (orang-orang hizbiyah) mengatakan : ada orang 'ALIM
terhadap HARAKAH, dan ada orang 'ALIM terhadap SYARI'AH.
?
Maka para ulama harakah bangkit menerjuni medan amal
Islami, tetapi dengan menjauhkan para ULAMA SYARI'AH, seperti Al-'Alamah Abdul
Aziz bin Baz, Syaikh Muhaddist Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh Muhammad
bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i dan seluruh ulama
syariah yang adil lainnya, dengan dalih bahwa para ulama tersebut tidak mengerti
REALITAS, dan alasan-alasan lain berupa syubhat yang mereka tanamkan kepada
benak para pemuda.
?
Itulah kejahatan besar, memisahkan da'wah dari para
ulamanya yang hakiki, ulama pembawa Al-Kitab was Sunnah. Mereka lenyapkan
keagungan ilmu dan keagungan ulama pembawa syari'at. Mereka letakkan
lingkaran-lingkaran syetan di atas harakah, di atas aktifis harakah dan di atas
barang-barang dagangan (ilmu-ilmu bawaan) mereka yang terbentuk dari susunan
angan-angan, perasaan dan teori-teori mereka.
?
Oleh karena itu jika anda katakan kepada mereka (bahwa)
Al-'Alamah Bin Baz berkata : ........., maka mereka akan menjawab : "Dia
tidak tahu Realitas". Juga jika anda katakan (bahwa) As-Syaikh Al Muhaddist
Nashiruddin Al-Albani berkata : ......., mereka pun akan menjawab : "Dia
tidak tahu Politik".
?
Sampai akhirnya terjadi bahwa apa yang disebut ulama
harakah dan aktifis harakah itulah yang dinamakan tokoh-tokoh da'wah dan
penanggung jawab pelaksananya. Sedangakan para ulama syari'ah hanya berfungsi
sebagai pengikut yang tidak perlu didengar (kata-katanya).
?
Anda hampir-hampir tidak akan menemukan satu kelompok
hizbi pun melainkan ia pasti telah menetapkan satu manhaj haraki tersendiri
baginya. Dan hampir tidak ada satu masalahpun baik itu masalah I'TIQADIYAH
maupun masalah AMALIYAH, akan diputuskan sebelum masalah tersebut dinyatakan
sejalan dengan "REALITAS HARAKI" yang dipaparkannya sesuai dengan alur
pemikiran tentang masa depan. Akhirnya muncullah masalah-masalah tersebut ke
permukaan dengan terpolesi hiasan angan-angan, sangkaan-sangkaan (zhan), dan
gambaran-gambaran mereka belaka.
?
Selanjutnya seorang anggota hizbiyah yang telah mengental
akan segera menyambutnya, kemudian melontarkannya dengan kekuatan dan tekanan ke
dalam benak serta otak para pengikutnya. (Jadi mereka taqlid terahadap
syaikh-syaikh mereka tanpa ber-itiba' kepada dalil atau yang semisalnya, maka
mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh syaikhnya...... Hal ini
dikatakan oleh Ibnul Jauzi dalam Tablis Iblis hal : 495).
?
Celakalah orang yang sampai berani menuntut dalil atau
memberikan kritik dengan ayat dan hadits, dalam upaya memulai hidup baru
berdasarkan pemahaman salaf....., tak pelak ia dihadapan teman-temannya akan
menjadi seperti seekor unta yang terserang borok.
Bersambung
Wahai kaum Muslimin
.....
? Insya Allah menyusul
:
|
to navigate to use esc to dismiss