Keyboard Shortcuts
ctrl + shift + ? :
Show all keyboard shortcuts
ctrl + g :
Navigate to a group
ctrl + shift + f :
Find
ctrl + / :
Quick actions
esc to dismiss
Likes
Search
Masalah-masalah Penting Dalam Islam [Masalah - 3 = Dimana ALLAH ?, 3/3]
Y & R
开云体育?
DIMANA ALLAH ?
?
oleh
Abdul Hakim bin Amir
Abdat
?
Bagian Terakhir dari Tiga tulisan
[3/3]
? Keempat
Keterangan Para Sahabat Nabi SAW,
dan Ulama-Ulama Islam.
?
Adapun keterangan dari para sahabat Nabi
SAW, dan Imam-imam kita serta para Ulama dalam masalah ini sangat banyak sekali,
yang tidak mungkin kami turunkan satu persatu dalam risalah kecil ini, kecuali
beberapa diantaranya.
?
1. Umar bin Khatab pernah mengatakan
:
??? Artinya :
"Hanyasanya segala urusan itu (datang/keputusannya) dari sini". Sambil Umar mengisyaratkan tangannya ke langit " [Imam Dzahabi di kitabnya "Al-Uluw" hal : 103. mengatakan : Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)]. ?
2. Ibnu Mas'ud berkata :
??? Artinya :
"'Arsy itu diatas air dan Allah 'Azza wa Jalla di atas 'Arsy, Ia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan". Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Thabrani di kitabnya "Al-Mu'jam Kabir" No. 8987. dan lain-lain Imam. Imam Dzahabi di kitabnya "Al-Uluw" hal : 103 berkata : sanadnya shahih,dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyetujuinya (beliau meringkas dan mentakhrij hadits ini di kitab Al-Uluw). Tentang 'Arsy Allah di atas air ada firman Allah 'Azza wa Jalla. "Dan adalah 'Arsy-Nya itu di atas air" (Hud : 7) ?
3. Anas bin Malik menerangkan :
??? Artinya :
"Adalah Zainab memegahkan dirinya atas istri-istri Nabi SAW, ia berkata : "Yang mengawinkan kamu (dengan Nabi) adalah keluarga kamu, tetapi yang mengawinkan aku (dengan Nabi) adalah Allah Ta'ala dari ATAS TUJUH LANGIT". Dalam satu lafadz Zainab binti Jahsyin mengatakan : "Sesungguhnya Allah telah menikahkan aku (dengan Nabi) dari atas langit". (Riwayat Bukhari juz 8 hal:176). Yakni perkawinan Nabi SAW dengan Zainab binti Jahsyin langsung Allah Ta'ala yang menikahinya dari atas 'Arsy-Nya. Firman Allah di dalam surat Al-Ahzab : 57 "Kami kawinkan engkau dengannya (yakni Zainab)". ?
4. Imam Abu Hanifah berkata :
??? Artinya :
"Barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah berada di atas langit, maka sesungguhnya ia telah kafir". Adapun terhadap orang yang tawaqquf (diam) dengan mengatakan "aku tidak tahu apakah Tuhanku di langit atau di bumi". Berkata Imam Abu Hanifah : "Sesungguhnya dia telah 'Kafir !". Karena Allah telah berfirman : "Ar-Rahman di atas 'Arsy Ia istiwaa". Yakni : Abu Hanifah telah mengkafirkan orang yang mengingkari atau tidak tahu bahwa Allah istiwaa diatas 'Arsy-Nya. ?
5. Imam Malik bin Anas telah berkata :
??? Artinya :
"Allah berada di atas langit, sedangkan ilmunya di tiap-tiap tempat, tidak tersembunyi sesuatupun dari-Nya". ?
6. Imam Asy-Syafi'iy telah berkata
:
??? Artinya :
"Dan sesungguhnya Allah di atas 'Arsy-Nya di atas langit-Nya" ?
7. Imam Ahmad bin Hambal pernah di tanya : "Allah di
atas tujuh langit diatas 'Arsy-
??? Nya, sedangkan kekuasaan-Nya dan
ilmu-Nya berada di tiap-tiap tempat .?
?
??? Jawab Imam Ahmad
:
??? Artinya :
"Benar ! Allah di atas 'Arsy-Nya dan tidak sesuatupun yang tersembunyi dari pengetahuan-nya". ?
8. Imam Ali bin Madini pernah ditanya : "Apa
perkataan Ahlul Jannah ?".
??? Beliau menjawab :
??? Artinya :
"Mereka beriman dengan ru'yah (yakni melihat Allah pada hari kiamat dan di sorga khusus bagi kaum mu'minin), dan dengan kalam (yakni bahwa Allah berkata-kata), dan sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla di atas langit di atas 'Arsy-Nya Ia istiwaa". ?
9. Imam Tirmidzi telah berkata :
??? Artinya :
"Telah berkata ahli ilmu : "Dan Ia (Allah) di atas 'Arsy sebagaimana Ia telah sifatkan diri-Nya". (Baca : "Al-Uluw oleh Imam Dzahabi yang
diringkas oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di hal : 137,140,179,188,189 dan
218. Fatwa Hamawiyyah Kubra oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal: 51,52,53,54
dan 57).
?
10. Telah berkata Imam Ibnu Khuzaimah
-Imamnya para imam- :
??? Artinya :
"Barangsiapa yang tidak menetapkan sesungguhnya Allah Ta'ala di atas 'Arsy-Nya Ia istiwaa di atas tujuh langit-Nya, maka ia telah kafir dengan Tuhannya...". (Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Hakim di kitabnya Ma'rifah "Ulumul Hadits" hal : 84). 11. Telah berkata Syaikhul Islam Imam Abdul Qadir Jailani
-diantara perkataannya- : "Tidak boleh mensifatkan-Nya bahwa Ia berada diatas tiap-tiap tempat, bahkan (wajib) mengatakan : Sesungguhnya Ia di atas langit (yakni) di atas 'Arsy sebagaimana Ia telah berfirman :" Ar-Rahman di atas 'Arsy Ia istiwaa (Thaha : 5). Dan patutlah memuthlakkan sifat istiwaa tanpa ta'wil sesungguhnya Ia istiwaa dengan Dzat-Nya di atas 'Arsy. Dan keadaan-Nya di atas 'Arsy telah tersebut pada tiap-tiap kitab yang. Ia turunkan kepada tiap-tiap Nabi yang Ia utus tanpa (bertanya) :"Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas 'Arsy-Nya ?" (Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 87). Yakni : Kita wajib beriman bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala istiwaa di atas 'Arsy-Nya yang menunjukan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas sekalian mahluk-Nya. Tetapi wajib bagi kita meniadakan pertanyaan : "Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas 'Arsy-Nya ?". Karena yang demikian tidak dapat kita mengerti sebagaimana telah diterangkan oleh Imam Malik dan lain-lain Imam. Allah istiwaa sesuai dengan kebesaran-Nya tidak serupa dengan istiwaanya mahluk sebagaiamana kita meniadakan pertanyaan : Bagaimana Dzatnya Allah??. Demikianlah aqidah salaf, salah satunya ialah Imam Abdul
Qadir Jailani yang di Indonesia, di sembah-sembah dijadikan berhala oleh
penyembah-penyembah qubur dan orang-orang bodoh. Kalau sekiranya Imam kita ini
hidup pada zaman kita sekarang ini dan beliau melihat betapa banyaknya
orang-orang yang menyembah dengan meminta-minta kepada beliau dengan
"tawasul", tentu beliau akan mengingkari dengan sangat keras dan
berlepaas diri dari qaum musyrikin tersebut.
Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji'un !!.
?
?
Kelima
Kesimpulan
?
Hadits Jariyah (budak perempuan) ini bersama?
hadits-hadits yang lain yang sangat banyak dan berpuluh-puluh ayat Al-Qur'an
dengan tegas dan terang menyatakan : "Sesungguhnya Pencipta kita Allah
'Azza wa Jalla di atas langit yakni di atas 'Arsy-Nya, yang sesuai dengan
kebesaran dan keagungan-Nya". Maha Suci Allah dari menyerupai
mahluk-Nya.!.
?
Dan Maha Suci Allah dari ta'wilnya kaum Jahmiyyah yang
mengatakan Allah ada dimana-mana tempat !??.
?
Dapatlah kami simpulkan sebagai berikut :
?
Tambahan
Sebagian ikhwan telah bertanya kepada saya (Abdul Hakim
bin Amir Abdat) tentang ayat :
Artinya :
"Dan Dia-lah Allah di langit dan di bumi, Dia mengetahui rahasia kamu dan yang kamu nyatakan, dan Dia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan ". (Al-An'am : 3) ?
Saya jawab : Ahli tafsir telah sepakat sebagaimana dinukil
Imam Ibnu Katsir mengingkari kaum Jahmiyyah yang membawakan ayat ini untuk
mengatakan :
?
"Innahu Fii Qulli
Makaan"
"Sesungguhnya Ia (Allah) berada di
tiap-tiap tempat !".
?
Maha Suci Allah dari perktaan kaum Jahmiyyah
ini !
?
Adapun maksud ayat ini ialah :
Ayat tersebut seperti juga firman Allah Subhanahu
wa Ta'ala.
Artinya :
"Dan Dia-lah yang di langit (sebagai) Tuhan, dan di bumi (sebagai) Tuhan, dan Dia Maha Bijaksana (dan) Maha mengetahui". (Az-Zukhruf : 84) Yakni : Dia-lah Allah Tuhan bagi mahluk yang di langit dan bagi mahluk yang di bumi dan Ia disembah oleh penghuni keduanya. (baca : Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 hal 123 dan Juz 4 hal 136). ?
Bukanlah dua ayat di atas maksudnya : Allah ada di langit
dan di bumi atau berada di segala tempat!. Sebagaimana ta'wilnya kaum Jahmiyyah
dan yang sepaham dengan mereka. Atau perkataan orang-orang yang "diam"
Tidak tahu Allah ada di mana !.
?
Mereka selain telah menyalahi ayat-ayat Al-Qur'an dan
Hadits Nabi serta keterangan para sahabat dan Imam-imam Islam seluruhnya, juga
bodoh terhadap bahasa Arab yang dengan bahasa Arab yang terang Al-Quran ini
diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
?
Imam Abu Abdillah Al-Muhasiby dalam keterangan ayat di
atas (A-Zukhruf : 84) menerangkan : "Yakni Tuhan bagi penduduk langit dan
Tuhan bagi penduduk bumi. Dan yang demikian terdapat di dalam bahasa, (umpamanya
) engkau berkata : "Si Fulan penguasa di (negeri) Khirasan, dan di Balkh,
dan di Samarqand", padahal ia berada di satu tempat". Yakni : Tidak
berarti ia berada di tiga tempat meskipun ia menguasai ketiga negeri tersebut.
Kalau dalam bahasa Indonesia, umpamanya kita berkata "Si Fulan penguasa di
Jakarta, dan penguasa di Bogor, dan penguasa di Bandung". Sedangkan ia
berada di satu tempat.
?
Bagi Allah ada perumpamaan/misal yang lebih tinggi (baca :
Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 73).
?
Adapun orang yang "diam" (tawaqquf) dengan
mengatakan : "Kami tidak tahu Dzat Allah di atas 'Arsy atau di bumi",
mereka ini adalah orang-orang yang telah memelihara kebodohan !. Allah Rabbul
'Alamin telah sifatkan diri-Nya dengan sifat-sifat ini, yang salah satunya bahwa
Ia istiwaa (bersemayam) di atas 'Arsy-Nya supaya kita mengetahui dan
menetapkannya. Oleh karena itu "diam" darinya dengan ucapan "kita
tidak tahu" nyata telah berpaling dari maksud Allah. Pantaslah kalau Abu
Hanifah mengkafirkan orang yang berfaham demikian, sama seperti orang yang
menta'wilnya.
?
? ?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
? ?
? ?
?
? ?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
|
to navigate to use esc to dismiss